Kasus TNI Bacok Polisi, Kapolres Pamekasan: Sama-sama Tidak Sedang Bertugas

Kompas.com - 11/12/2019, 19:07 WIB
Komandan Kodim 0826 Pamekasan Letkol Inf M. Effendi bersama Kapolres Pamekasan AKBP Djoko Lestari usai menggelar apel bersama, memberikan keterangan kepada sejumlah media di ruang kerjanya, Rabu (11/12/2019). KOMPAS.COM/TAUFIQURRAHMANKomandan Kodim 0826 Pamekasan Letkol Inf M. Effendi bersama Kapolres Pamekasan AKBP Djoko Lestari usai menggelar apel bersama, memberikan keterangan kepada sejumlah media di ruang kerjanya, Rabu (11/12/2019).

KOMPAS.com - Kapolres Pamekasan AKBP Djoko Lestari mengungkapkan, saat peristiwa pembacokan terjadi, anggota Polres Pamekasan Bripka Imam Sutrisno dan anggota Kodim 0826 Pamekesan, Serda Ali Sahbana, sama-sama tidak sedang bertugas.

Pembacokan yang terjadi di sebuah rumah kosong di Jalan Sersan Mesrul gang 2, Kelurahan Gladak Anyar, Kecamatan Pamekasan, dilatarbekalangi kelakuan Imam yang mengganggu istri Ali.

Kasus tersebut murni urusan pribadi dan tidak ada hubungannya dengan institusi tempat keduanya bekerja.

"Kasusnya sudah ada yang menangani dan motifnya persoalan pribadi. Agar tidak ada kesalahpahaman dan semakin berkembang, kita gelar apel bersama," ujarnya di ruang kerjanya Rabu (11/12/2019).

Baca juga: Kasus Anggota TNI Bacok Polisi di Pamekasan karena Masalah Pribadi Bukan Institusi

Sementara itu, Komandan Kodim 0826 Pamekasan, Letkol Inf M Effendi mengatakan, saat ini kasus tersebut sudah ditangani pihak Puspom TNI Surabaya.

"Yang bersangkutan (Ali) sudah dilakukan pemeriksaan dan dimintai keterangan di Puspom TNI. Biarlah proses yang sedang berjalan ini, ditunggu hasilnya seperti apa," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Imam Sutrisno, anggota Satreskrim Polres Pamekasan, mengalami luka di bagian perut sebelah kiri setelah dibacok menggunakan sangkur milik Ali Sahbana.

Baca juga: Kronologi Polisi Dibacok karena Ganggu Istri Anggota TNI

Setelah terluka, Imam kemudian melarikan diri menggunakan motor yang dirampas dari warga setempat.

Imam akhirnya tersungkur mengeluarkan banyak darah setelah menabrak pagar salah satu bank di Jalan Agussalim, Kelurahan Gladak Anyar.

Imam kemudian dibawa ke Rumah Sakit dr H Slamet Martodirjo Pamekasan.

Sedangkan Ali usai kejadian langsung menyerahkan diri ke Kodim 0826 Pamekasan.

Sangkur yang digunakan sebagai alat untuk menusuk Imam Sutrisno juga diserahkan ke atasannya.

 

(Penulis : Kontributor Pamekasan, Taufiqurrahman | Editor: David Oliver Purba)

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diumumkan, Jadwal dan Lokasi Tes SKD CPNS Pemkot Surabaya hingga Aturan yang Tak Boleh Dilanggar

Diumumkan, Jadwal dan Lokasi Tes SKD CPNS Pemkot Surabaya hingga Aturan yang Tak Boleh Dilanggar

Regional
Mengaku Kehabisan Uang Saat Liburan, 4 Wanita Telibat Bisnis Prostitusi Online

Mengaku Kehabisan Uang Saat Liburan, 4 Wanita Telibat Bisnis Prostitusi Online

Regional
Potret Toleransi di Jember, 8 Agama Ikut Hadir dalam Perayaan Imlek

Potret Toleransi di Jember, 8 Agama Ikut Hadir dalam Perayaan Imlek

Regional
Iming-iming Uang, Bocah SD 3 Kali Dicabuli Seorang Pemuda di Pasaman Barat

Iming-iming Uang, Bocah SD 3 Kali Dicabuli Seorang Pemuda di Pasaman Barat

Regional
Kelaparan Selama Bersembunyi di Hutan, Buronan Pemerkosa Anak Kandung Akhirnya Serahkan Diri

Kelaparan Selama Bersembunyi di Hutan, Buronan Pemerkosa Anak Kandung Akhirnya Serahkan Diri

Regional
Kronologi Kepala Bocah 6 Tahun Tertancap Tang yang Dijatuhkan Pekerja Reklame

Kronologi Kepala Bocah 6 Tahun Tertancap Tang yang Dijatuhkan Pekerja Reklame

Regional
2 Santri Korban Pencabulan di Aceh Kembali Lanjutkan Pendidikan di Pesantren

2 Santri Korban Pencabulan di Aceh Kembali Lanjutkan Pendidikan di Pesantren

Regional
Cita Rasa Kue Keranjang Ong Eng Hwat, Dikemas Daun Pisang dan Dimasak Pakai Tungku Tua

Cita Rasa Kue Keranjang Ong Eng Hwat, Dikemas Daun Pisang dan Dimasak Pakai Tungku Tua

Regional
Kronologi Kapal Pompong Angkut 18 TKI Ilegal Tujuan Malaysia Tenggelam di Selat Malaka

Kronologi Kapal Pompong Angkut 18 TKI Ilegal Tujuan Malaysia Tenggelam di Selat Malaka

Regional
7 Peristiwa Paus Terdampar , Dikuburkan dengan Upacara Adat hingga Terjebak di PLTU

7 Peristiwa Paus Terdampar , Dikuburkan dengan Upacara Adat hingga Terjebak di PLTU

Regional
Cegah Banjir Surabaya Berulang, Pemkot Bangun Waduk Mini

Cegah Banjir Surabaya Berulang, Pemkot Bangun Waduk Mini

Regional
Sunda Empire Eksis di Aceh Utara, Bupati Minta Masyarakat Jangan Terkecoh

Sunda Empire Eksis di Aceh Utara, Bupati Minta Masyarakat Jangan Terkecoh

Regional
Ini Bahaya Ular Weling yang Tewaskan Anak 11 Tahun di Bandung

Ini Bahaya Ular Weling yang Tewaskan Anak 11 Tahun di Bandung

Regional
Kepada Polisi, Sunda Empire Aceh Klaim Miliki Ratusan Anggota

Kepada Polisi, Sunda Empire Aceh Klaim Miliki Ratusan Anggota

Regional
Fakta Pelajar SMA Hilang dan Ditemukan Tengkoraknya: Perilaku Seks Menyimpang Pelaku hingga Keluarga Tak Yakin

Fakta Pelajar SMA Hilang dan Ditemukan Tengkoraknya: Perilaku Seks Menyimpang Pelaku hingga Keluarga Tak Yakin

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X