Melawan Candu di Rumah Palma

Kompas.com - 06/12/2019, 14:05 WIB
Aktivitas para pecandu zat adiktif di rumah palma, Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat. KOMPAS.COM/DENDI RAMDHANIAktivitas para pecandu zat adiktif di rumah palma, Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat.

BANDUNG, KOMPAS.com - Bagus (40), bukan nama sebenarnya, tak habis pikir kala mengingat rumah tangganya nyaris berantakan akibat kecanduan petidin (pereda nyeri).

Ia berkisah, tahun 2012 jadi awal mulai perkenalannya dengan petidin. Bertugas sebagai seorang perawat di salah satu rumah sakit, Bagus jelas punya akses untuk mendapatkan obat cair itu.

Hingga pada akhirnya ia menyadari bahwa obat itu semakin membenamkan hidup dan karirnya. Dalam sehari, ia bisa menghabiskan 10 ampul petidin setara 20 mililiter. Bekas suntikan berwarna hitam di bagian tangannya menjadi saksi kelam kehidupannya beberapa tahun lalu.

"Anak saya bahkan sampai tahu kalau saya menggunakan petidin. Perilaku saya berubah, jadi tempramen, daya ingat menurun, titik paling hancur ketika saya diberhentikan dari pekerjan," kata Bagus.

Rasa cintanya terhadap keluarga menguatkan Bagus untuk sembuh. Ia pun pada Agustus lalu memberanikan diri untuk merehabilitasi di Rumah Palma, nama lain dari instalasi Napza di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat.

Baca juga: RSJ Jabar Tangani 81 Pasien Gangguan Jiwa akibat Kecanduan Game

Ada juga Herman (35), nama samaran, yang sudah bertahun-tahun kecanduan sabu dan obat penenang. Senada dengan Bagus, dorongan dari keluarga memotivasi dirinya untuk meninggalkan barang haram itu.

Bagus dan Herman merupakan dua dari tujuh orang pasien di Rumah Palma yang kini tengah menjalani proses rehabilitasi. Di sana, mereka mendapat beragam proses penyembuhan.

Direktur Utama RS Jiwa Provinsi Jawa Barat, Dr Elly Marliyani SpKJ MKM, menuturkan bahwa fasilitas di Rumah Palma cukup lengkap. Ada ruang assesmen, ruang periksa, ruang administasi/verifikatur, ruang rehabilitasi medis/Detoksifikasi, ruang rehabilitasi sosial yang terbagi dalam ruang primary, ruang re-entry dan ruang after care.

Total ada 25 tempat tidur untuk rawat inap yang dilengkapi pula fasilitas olahraga (fitnes), meja pingpong, serta beragam alat musik.

Tanpa kekerasan

Bagus mengatakan, stigma tentang proses rehabilitasi yang dinilai mengerikan tak ia rasakan di sana. Sebaliknya, ia justru mendapat perawatan yang sangat baik dari tenaga profesional dengan program inovatif dan kolaboratif.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Waspadai Virus Corona, Warga Bandung Diimbau Pakai Masker

Waspadai Virus Corona, Warga Bandung Diimbau Pakai Masker

Regional
Habitat Terusik Tambang dan Pembalakan Liar, Orangutan Masuk Kebun Warga di Kalbar

Habitat Terusik Tambang dan Pembalakan Liar, Orangutan Masuk Kebun Warga di Kalbar

Regional
Stres Skripsi Tak Kunjung Selesai, Mahasiswi di Kudus Nekat Pesta Sabu dengan 2 Teman Pria

Stres Skripsi Tak Kunjung Selesai, Mahasiswi di Kudus Nekat Pesta Sabu dengan 2 Teman Pria

Regional
Sopir Ngantuk, Mobil yang Dikendarai Masuk Jurang

Sopir Ngantuk, Mobil yang Dikendarai Masuk Jurang

Regional
Duduk Perkara Gubernur Sumbar Sambut Kedatangan 150 Turis China, Diprotes hingga Komentar Wagub

Duduk Perkara Gubernur Sumbar Sambut Kedatangan 150 Turis China, Diprotes hingga Komentar Wagub

Regional
Detik-detik Dua Warga Sumedang Tewas Tertimbun Longsor Saat Berteduh di Saung Sawah

Detik-detik Dua Warga Sumedang Tewas Tertimbun Longsor Saat Berteduh di Saung Sawah

Regional
Paus yang Terdampar di Pulau Rote Jenis Paus Sperma

Paus yang Terdampar di Pulau Rote Jenis Paus Sperma

Regional
Tak Mau Setor Hasil Jual Durian, Pria Ini Buat Laporan Palsu dengan Mengaku Dibegal

Tak Mau Setor Hasil Jual Durian, Pria Ini Buat Laporan Palsu dengan Mengaku Dibegal

Regional
Kronologi 2 Pemuda Mabuk Tewas Ditusuk di Banjarmasin, Berawal dari Curhat

Kronologi 2 Pemuda Mabuk Tewas Ditusuk di Banjarmasin, Berawal dari Curhat

Regional
Begini Perubahan Sukiyah, Perempuan Berambut 2 Meter dan Jadi Sarang Tikus Setelah Potong Rambut dan Bertemu Ardian

Begini Perubahan Sukiyah, Perempuan Berambut 2 Meter dan Jadi Sarang Tikus Setelah Potong Rambut dan Bertemu Ardian

Regional
Culik Gadis Pemijat Selama 4 Tahun hingga Hamil, Pria Paruh Baya Dibekuk Polisi

Culik Gadis Pemijat Selama 4 Tahun hingga Hamil, Pria Paruh Baya Dibekuk Polisi

Regional
Progres Pembangunan Jalan Pansela di Jatim, Tersisa 215 Kilometer

Progres Pembangunan Jalan Pansela di Jatim, Tersisa 215 Kilometer

Regional
Saat Ganjar Jadi Pemain Barongsai Meriahkan Perayaan Imlek: Sing Tak Tunggu Angpaune, Sayang Ndak Dapat

Saat Ganjar Jadi Pemain Barongsai Meriahkan Perayaan Imlek: Sing Tak Tunggu Angpaune, Sayang Ndak Dapat

Regional
Kondisi Terkini Mahasiswa di Wuhan: Kondisi Baik dan Tetap Bertahan di Asrama

Kondisi Terkini Mahasiswa di Wuhan: Kondisi Baik dan Tetap Bertahan di Asrama

Regional
Kisah Mahasiswa Aceh Bertahan di Wuhan Akibat Corona Merebak: Butuh Makanan hingga Belum Bisa Dipulangkan

Kisah Mahasiswa Aceh Bertahan di Wuhan Akibat Corona Merebak: Butuh Makanan hingga Belum Bisa Dipulangkan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X