KKP Siapkan Draft Perpres untuk Perkuat Aturan Teluk Benoa Kawasan Konservasi Maritim

Kompas.com - 28/11/2019, 23:16 WIB
Baliho tolak reklamasi Teluk Benoa yang dipasang di Jalan Pulau Serangan Denpasar. KOMPAS.com/SRI LESTARIBaliho tolak reklamasi Teluk Benoa yang dipasang di Jalan Pulau Serangan Denpasar.
Penulis Farid Assifa
|

BALI, KOMPAS.com - Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan, Brahmantya membantah pihaknya akan merevisi aturan yang dibuat Susi Pudjiastuti terkait Teluk Benoa sebagai kawasan konservasi.

Brahmantya menyatakan, justru pihaknya sedang sedang mempersiapkan draf Peraturan Presiden soal Rencana Zonasi Kawasan Strategis Nasional Denpasar, Badung, Gianyar dan Tabanan. Aturan itu akan memperkuat Teluk Benoa sebagai kawasan konservasi maritim.

"Jadi kabar yang beredar selama ini bahwa Kepmen KKP (soal Teluk Benoa) itu tidak benar. Justru kami sedang mempersiapkan draft perpres untuk memperkuat kawasan konservasi maritim," kata Brahmantya kepada Kompas.com saat mendampingi kunjungan kerja Komisi IV DPR RI di Benoa, Bali, Kamis (28/11/2019).

Baca juga: Tolak Reklamasi Benoa, Komisi IV DPR Segera Tingkatkan Kepmen Jadi Perpres

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IV Dedi Mulyadi mengatakan, peraturan menteri KKP bahwa teluk Benoa adalah kawasan konservasi harus mendapat legitimasi dari Komisi IV.

"Kami komisi IV akan mendorong untuk meningkatkan peraturan itu menjadi perpres," tandas Dedi.

Kesucian Bali

Sebelumnya, Dedi Mulyadi mengatakan, Bali harus dijaga kesuciannya. Alam Bali harus dijaga spiritualitasnya sehingga tak berubah menjadi Jakarta.

Dedi menjelaskan, Bali tumbuh dan berkembang menjadi pusat keparawisataan Indonesia serta terkenal di seluruh dunia. Selain alamnya yang eksotis, kata Dedi, orang berkunjung ke Bali karena masyarakatnya masih memegang kuat spiritualitas.

"Apa yang menjadi spirit Bali itu adalah Tuhan dan manusianya satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Karena satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan, maka masyarakat Bali harus dijaga kesuciannya. Pohon, gunung dan batu harus dijaga kesuciannya," kata Dedi di hadapan tokoh masyarakat dan tokoh adat Bali.

Untuk mencegah kesucian Bali hilang, Dedi mengatakan, pemanfaatan alamnya harus dipilah, mana yang boleh diekspolitasi untuk kepentingan manusia dan mana yang tidak boleh agar keseimbangannya tetap terjaga.

Dedi mengatakan, dalam perspektifnya, tempat-tempat yang suci itu adalah kawasan-kawasan yang di dalamnya terdapat unsur keseimbangan dan keberlangsungan manusia. Ada mata air, laut, gunung dan lainnya harus dijaga agar tetap seimbang, sehingga melahirkan manusia Indonesia seutuhnya sebagaimana yang tercatat dalam UUD 1945.
"Bali itu, orang berkunjung kan karena ada kekuatan spiritualitas yang ada dalam tariannya, debur ombak, aliran air, embusan angin, suara gunung, dan seluruh alam semestanya," kata politisi Golkar ini.

Namun, kata Dedi, jika Bali diubah seperti Jakarta, maka spiritualitasnya menjadi hilang dan deburan ombak tak eksotis lagi, serta udaranya tidak menjadi kekuatan spiritual.

Baca juga: Dedi Mulyadi: Bali Tetap Menjadi Bali, Tak Berubah Jadi Jakarta

Dedi mengakui ada kekhawatiran di masyarakat Bali bahwa ke depan orang tak datang berkunjung lagi ke Bali, sehingga bangunan tradisional di Bali hanya menjadi tembok mati yang tak menarik orang untuk mengunjungi.
Kegelisahan masyarakat Bali itu, kata Dedi, akan dipadukan agar pembangunan tetap berkesinambungan tetapi keseimbangan spiritualitas Bali terus terjaga.

 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

2 Beruang Berkeliaran di Permukiman Selama 3 Hari, Warga Ketakutan

2 Beruang Berkeliaran di Permukiman Selama 3 Hari, Warga Ketakutan

Regional
Pandemi Covid-19, Kerawanan Pilkada di Kabupaten Semarang Meningkat

Pandemi Covid-19, Kerawanan Pilkada di Kabupaten Semarang Meningkat

Regional
Partai Nasdem dan Gerindra Dukung Danny Pomanto di Pilkada Makassar 2020

Partai Nasdem dan Gerindra Dukung Danny Pomanto di Pilkada Makassar 2020

Regional
Belajar dari Kasus Balita Rafadan, Orang Miskin Dilarang Sakit?

Belajar dari Kasus Balita Rafadan, Orang Miskin Dilarang Sakit?

Regional
8 Destinasi Wisata Non Pendakian di Gunung Rinjani Dibuka 7 Juli 2020

8 Destinasi Wisata Non Pendakian di Gunung Rinjani Dibuka 7 Juli 2020

Regional
Tak Lagi Kantongi Izin, 14 Tempat Karaoke di Kota Tegal Nekat Beroperasi

Tak Lagi Kantongi Izin, 14 Tempat Karaoke di Kota Tegal Nekat Beroperasi

Regional
Tekan Covid-19, Jam Malam Diberlakukan di Sidoarjo, Sejumlah Jalan Ditutup

Tekan Covid-19, Jam Malam Diberlakukan di Sidoarjo, Sejumlah Jalan Ditutup

Regional
Bawa Senjata Tajam, Ratusan Warga Bongkar Paksa Peti Jenazah Covid-19 di Jeneponto, Polisi Buru Provokotor

Bawa Senjata Tajam, Ratusan Warga Bongkar Paksa Peti Jenazah Covid-19 di Jeneponto, Polisi Buru Provokotor

Regional
Pekan Depan, Polisi Periksa Legislator Penjamin Jenazah Covid-19 di Makassar

Pekan Depan, Polisi Periksa Legislator Penjamin Jenazah Covid-19 di Makassar

Regional
8 Pasien Positif di Grobogan Sembuh, 6 di Antaranya Warga Gubug

8 Pasien Positif di Grobogan Sembuh, 6 di Antaranya Warga Gubug

Regional
Suami Bunuh Pemuda yang Baru Dikenalnya Ternyata Residivis Kasus yang Sama

Suami Bunuh Pemuda yang Baru Dikenalnya Ternyata Residivis Kasus yang Sama

Regional
Puluhan Warga Datangi RS Minta Pasien Positif Corona Dipulangkan

Puluhan Warga Datangi RS Minta Pasien Positif Corona Dipulangkan

Regional
Satgas Covid-19 Diusir Saat Jemput Pasien Positif yang Kabur di Sumenep

Satgas Covid-19 Diusir Saat Jemput Pasien Positif yang Kabur di Sumenep

Regional
Mobil dengan Kaca Pecah Ditinggal Kabur Hebohkan Warga Jember

Mobil dengan Kaca Pecah Ditinggal Kabur Hebohkan Warga Jember

Regional
Kang Emil Optimis Kegiatan Keagamaan dan Pendidikan di Jabar Pulih dengan Cepat

Kang Emil Optimis Kegiatan Keagamaan dan Pendidikan di Jabar Pulih dengan Cepat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X