Ganjar: Rembugan Jadi Obat Toleransi di Jawa Tengah

Kompas.com - 26/11/2019, 16:14 WIB
Gubernur Ganjar Pranowo memberikan pengarahan kepada Kepala dan Bendahara Penerima Hibah Bidang Pendidikan Keagamaan Provinsi Jateng TA 2019 (130 Lembaga) di Wisma Perdamaian, Senin (25/11/2019).. KOMPAS.com/PEMPROV JATENGGubernur Ganjar Pranowo memberikan pengarahan kepada Kepala dan Bendahara Penerima Hibah Bidang Pendidikan Keagamaan Provinsi Jateng TA 2019 (130 Lembaga) di Wisma Perdamaian, Senin (25/11/2019)..

SEMARANG, KOMPAS.com - Merujuk pada riset longitudinal yang dilakukan Setara Institute tercatat telah terjadi pelanggaran kebebasan beragama di Jawa Tengah sebanyak 66 peristiwa selama lima tahun terakhir.

Jumlah pelanggaran tersebut masih lebih rendah dibandingkan dengan Jawa Barat sebanyak 162 pelanggaran, DKI Jakarta sebanyak 113 kasus dan Jawa Timur sebanyak 98 kasus.

Menyoroti hal tersebut, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menegaskan spirit sebagai wilayah Benteng Pancasila yang memahami keberagaman perlu diterapkan baik secara informal di kehidupan bermasyarakat maupun secara formal di lingkungan PNS dan sekolah.

"Komunikasi yang baik perlu diterapkan diantara kelompok masyarakat, kelompok agama, pemerintah dan masyarakat," ujar Ganjar, Selasa (26/11/2019).

Baca juga: Ini 4 Agenda Prioritas untuk Tingkatkan Toleransi dan Atasi Radikalisme Menurut Setara Institute

Untuk menggambarkan suasana tersebut, lanjut Ganjar, Jawa Tengah memiliki istilah rembugan yang berarti percakapan tentang suatu masalah untuk mencapai kebaikan.

"Publik itu yang diperlukan adalah komunikasi. Antar kelompok masyarakat, kelompok agama, pimpinan dan masyarakat harus intens. Gaya yang informal, saling berkunjung, tidak mempersoalkan perbedaan-perbedaan, itu yang akan mendorong orang untuk bisa toleran," kata Ganjar.

Jika penanganan di masyarakat terhadap praktik toleransi dilakukan dengan lentur, beda halnya jika berkenaan dengan Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun bagi siswa.

Ganjar memilih mengeluarkan perintah agar para ASN untuk bersikap toleran. Sementara kepada siswa perlu ditanamkan pemahaman serta contoh perilaku toleran.

"Kalau pegawai negeri lebih enak. Langsung perintah. Kalau pendidikan edukasi. Memfasilitasi anak-anak dengan kerja-kerja solutif dan kolaboratif yang sifatnya lebih sosial. Kalau itu dinilai sejak menjadi siswa, itu akan membekas. Nah yang begini harus kita ajarkan," jelas Ganjar.

Upaya menjaga keberagaman yang dilakukan di Jawa Tengah itu, menurut Ganjar merupakan kerja kualitatif yang hasilnya tidak bisa diukur dalam sekejap dan memerlukan anggaran yang tidak kecil.

Halaman:
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gelombang Pemudik di Tengah Wabah Corona, Ini Sikap Para Kepala Daerah

Gelombang Pemudik di Tengah Wabah Corona, Ini Sikap Para Kepala Daerah

Regional
UPDATE: 77 Kasus Positif Covid-19 di Jatim, Pasien di Surabaya Bertambah, 3 Daerah Masih Hijau

UPDATE: 77 Kasus Positif Covid-19 di Jatim, Pasien di Surabaya Bertambah, 3 Daerah Masih Hijau

Regional
Pemkab Tangerang Bangun Ruang Isolasi Khusus Pasien Positif Corona di Griya Anabatic

Pemkab Tangerang Bangun Ruang Isolasi Khusus Pasien Positif Corona di Griya Anabatic

Regional
Cerita Perjuangan Christina Sembuh dari Covid-19, Jalani Hari Berat di Ruang Isolasi

Cerita Perjuangan Christina Sembuh dari Covid-19, Jalani Hari Berat di Ruang Isolasi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Tasikmalaya Terapkan Local Lockdown | Isolasi Wilayah, Warga Dusun Diberi Biaya Hidup Rp 50.000 Per Hari

[POPULER NUSANTARA] Tasikmalaya Terapkan Local Lockdown | Isolasi Wilayah, Warga Dusun Diberi Biaya Hidup Rp 50.000 Per Hari

Regional
Surabaya Zona Merah Covid-19, Belajar di Rumah Kembali Diperpanjang

Surabaya Zona Merah Covid-19, Belajar di Rumah Kembali Diperpanjang

Regional
Ini Cerita Dukungan Warga Untuk Tenaga Medis di Indonesia, Kirim Kopi hingga Buatkan APD Gratis

Ini Cerita Dukungan Warga Untuk Tenaga Medis di Indonesia, Kirim Kopi hingga Buatkan APD Gratis

Regional
Klaim Warga Belanda Positif Terinfeksi Virus Corona di Jatim, Dibantah Pihak Rumah Sakit

Klaim Warga Belanda Positif Terinfeksi Virus Corona di Jatim, Dibantah Pihak Rumah Sakit

Regional
90 Warga Dikarantina Usai Tengok Pasien yang Ternyata Positif Corona, Dusun Ini Langsung 'Local Lockdown'

90 Warga Dikarantina Usai Tengok Pasien yang Ternyata Positif Corona, Dusun Ini Langsung 'Local Lockdown'

Regional
Kisah Para Tenaga Medis di Tanah Air Gunakan Jas Hujan Saat Tugas di Tengah Wabah Corona

Kisah Para Tenaga Medis di Tanah Air Gunakan Jas Hujan Saat Tugas di Tengah Wabah Corona

Regional
Cerita Unik Warga Perangi Corona, Lockdown di Kampung hingga Penyemprot Disinfektan Otomatis

Cerita Unik Warga Perangi Corona, Lockdown di Kampung hingga Penyemprot Disinfektan Otomatis

Regional
Warga Desa di Purbalingga Geger Setelah Mengetahui Pasien yang Dibesuk Positif Corona

Warga Desa di Purbalingga Geger Setelah Mengetahui Pasien yang Dibesuk Positif Corona

Regional
Fenomena Waterspout di Aceh, Suara Bergemuruh dan Berlangsung 25 Menit

Fenomena Waterspout di Aceh, Suara Bergemuruh dan Berlangsung 25 Menit

Regional
Tak Terima Diputus, Pemuda Ini Sebarkan Video Mesum Mantan Pacar

Tak Terima Diputus, Pemuda Ini Sebarkan Video Mesum Mantan Pacar

Regional
Gelar Pelatihan Petugas Haji di Tengah Wabah Corona, 4 Peserta Dinyatakan Positif dan 14 PDP

Gelar Pelatihan Petugas Haji di Tengah Wabah Corona, 4 Peserta Dinyatakan Positif dan 14 PDP

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X