Memasuki Musim Tanam, Kuota Pupuk Bersubsidi di Sumatera Barat Habis

Kompas.com - 24/11/2019, 09:23 WIB
Ilustrasi petani KOMPAS TV/ Muhamad Syahri RomdhonIlustrasi petani

PADANG, KOMPAS.com - Kuota pupuk bersubsidi di Sumatera Barat hampir habis, tinggal 1,43 persen atau 728 ton dari total 51.000 ton hingga 22 November 2019.

Akhir November ini, kuotanya diperkirakan habis. Kondisi ini mengancam petani Sumbar karena sudah memasuki musim tanam.

"Diperkirakan hingga akhir November ini sudah habis. Jika tidak ada tambahan maka dipastikan tidak ada distribusi pupuk bersubsidi pada Desember," ujar General Manager Pupuk Iskandar Muda, M Yusra saat kunjungan Komisi VI DPR RI, Sabtu (23/11/2019) malam di Padang.

Yusra mengatakan kuota pupuk bersubsidi di Sumbar dua kali mengalami relokasi penurunan.

Awalnya Sumbar mendapat alokasi 56.000 ton untuk tahun 2019. Namun, pada 13 Mei mengalami relokasi penurunan menjadi 55.000 ton.

"Kemudian terjadi lagi relokasi penurunan menjadi 51.000 ton," kata Yusra.

Baca juga: Kementan Pastikan Penyaluran Pupuk Bersubsidi Aman Jelang Musim Tanam

Menanggapi persoalan itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Sumbar, Candra mengatakan pihaknya sudah menyampaikan persoalan tersebut pada Kementerian Pertanian.

"Sudah kita beritahu dan minta relokasi penambahan, namun hingga sekarang masih belum terealisasi," jelas Candra.

Anggota Komisi VI DPR RI asal Sumbar, Andre Rosiade mengatakan persoalan tersebut harus segera dicarikan solusi.

"Ini bahaya. Bisa mengancam petani Sumbar yang sangat membutuhkan pupuk bersubsidi," kata Andre.

Halaman:
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X