Fakta Bali Disarankan Tak Dikunjungi Pada 2020, Tanggapan Pemerintah hingga Akan Kumpulkan Pelaku Pariwisata

Kompas.com - 23/11/2019, 06:05 WIB
Ilustrasi pariwisata Bali KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANAIlustrasi pariwisata Bali

KOMPAs.com - Media wisata asal Amerika Serikat, Fodor's Travel, memasukan Bali sebagai destinasi yang sebaiknya tidak dikunjungi pada 2020.

Alasan media wisata itu memasukan Bali tidak layak dikunjungi pada 2020, karena efek pariwisata massal, sampah, hingga persoalan kelangkaan air bersih.

Pemberitaan media itu pun mendapat tanggapan dari Gubernur Bali I Wayan Koster yang mengatakan, pemberitaan tersebut adalah kampanye negatif dari pesaing Bali.

Tak hanya mendapat tanggapan dari Gubernur Bali, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama mengatakan, Bali sebagai destinasi andalan Indonesia masih sangat layak untuk dikunjungi.

Berikut ini fakta selengkapnya:

 

1. Media wisata AS sarankan Bali untuk tak dikunjungi pada 2020

Ilustrasi pariwisata BaliKompas.com/Sastri Ilustrasi pariwisata Bali

Media wisata asal Amerika Serikat, Fodor's Travel, meluncurkan daftar destinasi yang tak layak dikunjungi pada 2020.

Dari 13 destinasi yang disebut oleh media asal Amerika Serikat itu, Bali dan Pulau Komodo termasuk sebagai destinasi yang dipertimbangkan untuk tidak dikunjungi pada 2020.

Fodor's Travel menyebutkan, Bali pada 2017 dideklarasikan sebagai kawasan darurat sampah lantaran terlalu banyak sampah plastik di pantai dan perairan.

Hal lain yang menjadi fokus Fodor's Travel ialah kelangkaan air bersih di Bali karena pembangunan vila dan lapangan golf yang berdampak pada petani lokal.

Selain itu juga, perilaku turis yang tidak senonoh, terutama di kawasan suci pusat peribadatan, membuat pihak berwenang di Bali berupaya membuat peraturan dan pedoman.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X