Kisah Pilu Dewi: Ditinggal Suami Saat Hamil, Anak Meninggal hingga Dibawa Paksa Ojek Online

Kompas.com - 20/11/2019, 15:54 WIB

PADANG, KOMPAS.com - Kisah sedih dialami Dewi Suriani (28). Warga Maransi, Aia Pacah, Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat, ini harus menjalani perjuangan hidup yang berat.

Dia baru saja kehilangan bayi mungilnya, Ramadhan Khalif Putra (6 bulan) yang didiagnosa dokter menderita penyakit getah bening, Selasa (19/11/2019) lalu.

Kejadian tersebut tiba-tiba viral ketika suami dari adiknya datang bersama rekan-rekan pengemudi ojek online (ojol) membawa paksa jenazah dari Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M Djamil Padang ke rumah duka.

Tindakan itu dilakukan pengemudi ojek online karena kesal terhadap birokrasi di RSUP M Djamil yang dianggap mempersulit pengeluaran jenazah dengan harus membayar tagihan rumah sakit sebanyak Rp 24 juta.

Baca juga: Kasus Driver Ojek Online Bawa Paksa Jenazah Bayi, Pengamat: Ada yang Tak Beres di Program JKN

Dewi mengakui bahwa untuk biaya rumah sakit Ramadhan Khalif Putra mencapai Rp 24 juta dan dirinya tidak sanggup membayarnya.

"Ramadhan belum sempat dimasukkan ke BPJS mandiri. Makanya terpaksa masuk jalur umum dan membayar sendiri biaya rumah sakit," kata Dewi.

Dewi menceritakan, sebenarnya ia pernah mengurus Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat di kelurahannya di Aia Pacah, Koto Tangah, Padang.

Sayang saat itu ia tidak lolos sehingga tidak menerima kartu tersebut.

Padahal, Dewi hanya bekerja sebagai pekerja di tempat cucian baju kiloan di daerah tersebut dengan gaji tidak sampai Rp 1 juta per bulan.

"Pernah diajukan dulu KIS, tapi tidak lolos. Tidak tahu kenapa," kata Dewi.

Karena mengetahui arti penting asuransi kesehatan, maka Dewi berinisiatif mengurus BPJS mandiri. Sayangnya untuk bayi Ramadhan, ia terlambat untuk mendaftar ke BPJS secara mandiri.

Bercerai saat hamil 3 bulan

Kisah sedih Dewi berlanjut ketika dirinya hamil Ramadhan. Saat usia kandungan tiga bulan, Dewi sudah berpisah dengan suaminya.

"Suami saya tiba-tiba meninggalkan saya saat hamil 3 bulan. Hati saya sempat hancur, tapi saya berusaha tegar," kata Dewi.

Saat hamil, Dewi otomatis berhenti bekerja. Sementara suami meninggalkan dirinya. Kehidupannya pun kian sulit.

Untuk kehidupan sehari-hari, Dewi terpaksa kembali ke rumah orangtuanya. Biaya hidupnya dibantu orangtua hingga anaknya lahir.

Anak sakit getah bening

Kisah sedih Dewi sepertinya belum berhenti. Usai melahirkan, sang anak yang begitu lucu-lucunya mengalami sakit saat berusia 6 bulan.

Perasaan Dewi begitu hancur, namun dia terus tabah.

Sempat dirawat di RS Yos Sudarso selama dua hari, Ramadhan akhirnya dirujuk ke RSUP M Djamil Padang.

Hampir selama satu minggu dirawat di RSUP, akhirnya Ramadhan menghembuskan nafas terakhir karena sakit kelenjar getah bening yang dideritanya.

"Semuanya bercampur aduk. Anak meninggal, biaya rumah sakit yang puluhan juta tidak tahu harus dicari ke mana. Saya berusaha tabah hingga akhirnya terjadi seperti ini," jelas Dewi.

Dewi tidak menyangka akhirnya kematian anaknya menjadi viral karena jenazah dibawa secara paksa dari rumah sakit oleh pengemudi ojek online yang merupakan rekan dari suami adiknya.

"Saya berusaha tabah dan ikhlas. Semuanya pasti ada hikmahnya," kata Dewi lirih.

Ayah anak tidak datang

Ketika Ramadhan meninggal dunia, ayah kandungnya tidak datang menjenguk, kendati dia tahu.

"Ayahnya tidak datang. Dia tahu Ramadhan meninggal. Tapi tidak apa," kata Dewi.

Baca juga: Fakta Lengkap Pengemudi Ojek Online Bawa Paksa Jenazah Bayi dari RS, Berawal dari Tagihan Rp 24 Juta

Dewi sudah mengikhlaskan kepergian Ramadhan dan siap memulai kehidupan baru.

"Yang lalu biarkan berlalu. Saya harus menatap masa depan," kata Dewi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Regional
Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Regional
Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Regional
Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Regional
Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.