Minim Saksi dan Bukti, Polisi Akui Sulit Ungkap Pencurian Penyu di Sanur Bali

Kompas.com - 20/11/2019, 13:16 WIB
Tukik atau anakan penyu di Konservasi Pantai Sindu, Denpasar, Bali, Selasa (22/10/2019). KOMPAS.com/IMAM ROSIDINTukik atau anakan penyu di Konservasi Pantai Sindu, Denpasar, Bali, Selasa (22/10/2019).

DENPASAR, KOMPAS.com - Pihak Kepolisian Polsek Denpasar Selatan mengaku masih kesulitan mengungkap pencurian puluhan penyu di Konservasi Penyu Pantai Sindu, Sanur, Denpasar, Bali, Senin (21/10/2019) silam.

Kepala Polsek Denpasar Selatan, Kompol Nyoman Wirajaya mengatakan, pihaknya kesuliyan karena minimnya alat bukti dan saksi.

"Sampai saat ini kita minim alat bukti, malah saksi sama sekali kita tak punya karena terbentur kejadiannya yang dinihari," katanya saat ditemui di Mapolresta Denpasar, Rabu (20/11/2019) siang.

Kendala lain adanya beberapa CCTV yang diperiksa di sekitar kejadian juga tak memberikan titik terang.

Baca juga: Polisi Dalami Pencurian Belasan Penyu di Pantai Sindu, Bali

Beberapa titik CCTV yang diperiksa di antaranya adalah di warung dekat TKP dan penyeberangan Sanur- Nusa Lembongan - Nusa Penida.

Hingga saat ini, ia juga tak berani memastikan apalah pelakuknya Warga Negara Asing atau bukan.

"Kita tak boleh berasumsi, kalau kita tak punya data akurat," katanya.

Wirajaya mengaku akan terus mendalami kasus ini hingga pelakunya ditangkap.

Pihaknya juga mengaku sudah berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali untuk mengungkap kasus ini.

Ia juga menekankan agar pelaku segera menyerahkan diri.

Baca juga: Pria Diduga WNA Terekam CCTV Mencuri 24 Penyu di Tempat Konservasi

Pelaku diduga WNA, panjat pagar konservasi

Diberitakan sebelumnya, dari laporan yang diterima pihak Kepolisian ada sekitar 24 ekor penyu yang hilang. Diduga pelakunya adalah WNA.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X