Penolakan 25 Kontainer Kelapa oleh Thailand karena Bertunas, Perusahaan Rugi Rp 2,5 Miliar

Kompas.com - 20/11/2019, 10:13 WIB
25 kontainer kelapa ekspor dari Sumatera Selatan dikembalikan pihak pemerintah Thailand karena kondisi kelapa yang sudah mulai bertunas, Selasa (19/11/2019). KOMPAS.COM/AJI YK PUTRA25 kontainer kelapa ekspor dari Sumatera Selatan dikembalikan pihak pemerintah Thailand karena kondisi kelapa yang sudah mulai bertunas, Selasa (19/11/2019).
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Sejak 4 tahun terakhir terakhir, PT Central Agro Indonesia mengirim kelapa ke Thailand.

Namun saat pengiriman terakhir pada November 2019, sebanyak 25 kontainer kelapa ditolak Pemerintah Thailand dengan alasan kelapa yang dikirim telah bertunas.

Pemerintah Thailand menyebut bahwa kualitas kelapa yang dikirim menurun karena telah bertunas.

Akibat kejadian tersebut, PT Central Agro Indonesia sebagai eksportir mengalami kerugian sebesar Rp 2,5 miliar.

Baca juga: Thailand Tolak 25 Kontainer Kelapa Asal Sumsel karena Bertunas

Direktur PT Central Agro Indonesia Rajief Nasir mengatakan proses pemetikan kepala hingga pengiriman membutuhkan waktu sekitar satu bulan.

Hingga sangat kecil kemungkinan kelapa yang dikirim ke Thailand tidak memiliki tunas.

"Tunas kecil saja di-reject (ditolak). Sebelumnya tidak pernah seperti ini sampai 25 kontainer dikembalikan. Standar kelapa yang kita kirim ini bagus semua," kata Rajief, ketika berada di Pelabuhan Bombaru Palembang, Selasa (19/11/2019).

Baca juga: Pakai Alat Berat, Evakuasi Jasad Perempuan yang Tertimpa Pohon Kelapa Berjalan Dramatis

 

Kirim ribuan ton kelapa ke luar negari

25 kontainer kelapa ekspor dari Sumatera Selatan dikembalikan pihak pemerintah Thailand karena kondisi kelapa yang sudah mulai bertunas, Selasa (19/11/2019).KOMPAS.COM/AJI YK PUTRA 25 kontainer kelapa ekspor dari Sumatera Selatan dikembalikan pihak pemerintah Thailand karena kondisi kelapa yang sudah mulai bertunas, Selasa (19/11/2019).
Rajief Nasir mengatakan pihak perusahaan importis sebenarnya tidak mempermasalahkan kelapa bertunas yang dikirim dari Sumatera Selatan, karena masih bisa digunakan.

Namun penolakan datang dari pihak Pemerintah Thailand.

"Sebetulnya perusahaan di Thailand tidak mempermasalahkannya. Tapi pemerintah di sana menolak, kita tidak tahu kenapa sampai seperti itu," ujarnya.

Sepanjang tahun 2019, Sumatera Selatana mengirim 5.504 kontainer kelapa ke beberapa negara seperi Thailand, Tiongkok, Vietnam, Malaysia, dan Singapura.

Baca juga: Kronologi Santri Tewas Jatuh dari Pohon Kelapa Versi Pesantren

Hal tersebut sampaikan Dwi Harmawanto, Kepala Seksi Penyulihan dan Layanan Informasi Bea cukai Palembang.

"Dari total tersebut, 37.106 ton dikirim ke Thailand. Karena memang, Thailand merupakan salah satu pengimpor kelapa Sumsel yang besar. Tapi baru kali ini kejadian, 25 kontainer dikembalikan," kata Dwi.

SUMBER: KOMPAS.com (Penulis: Aji YK Putra | Editor: Farid Assifa)

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X