Kompas.com - 18/11/2019, 06:59 WIB
Rumah milik seorang Anggota Babinkantibmas di Ambon yang berada di kawasan Gunung Malintang, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, ambruk setelah gempa bermagnitudo 4,5 mengguncang wilayah tersebut, Sabtu pagi (16/11/2019) KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTYRumah milik seorang Anggota Babinkantibmas di Ambon yang berada di kawasan Gunung Malintang, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, ambruk setelah gempa bermagnitudo 4,5 mengguncang wilayah tersebut, Sabtu pagi (16/11/2019)

AMBON, KOMPAS.com - Sebanyak 94 rumah warga di Kota Ambon mengalami kerusakan setelah gempa bermagnitudo 5,1 mengguncang Kota Ambon, Selasa (12/11/2019).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Demy Paays mengatakan jumlah kerusakan rumah warga akibat gempa magnitudo 5,1 itu telah terverifikasi setelah petugas melakukan pendataan di semua kecamatan yang terdampak gempa.

"Setelah diverifikasi, gempa magnitudo 5,1 yang terjadi di Ambon itu telah merusak 94 rumah warga,"kata Demy kepada Kompas.com, Senin (18/11/2019).

Demy tidak merinci secara detail jumlah rumah yang rusak berat, ringan dan sedang akibat gempa tersebut, meski demikian dia mengakuin ada sejumlah rumah warga yang mengalami kerusakan parah.

Baca juga: BERITA FOTO: 17 Bayi Lahir di Tenda Pengungsian Gempa Ambon, Ada yang Kembar hingga Nama yang Unik

"Kerusakan rumah-rumah warga ini tersebar di beberapa kecamatan, dan yang paling banyak itu tersebar di Kecamatan Baguala, Teluk Ambon dan Sirimau,"kata Demy.

Terkait dampak kerusakan rumah-rumah warga itu, pihaknya telah melaporkannya kepada Wali Kota Ambon dan juga BPBD Provinsi Maluku untuk dilakukan penanganan.

"Sudah dilaporkan dan langkah penanganan kepada para korban juga sedang dilakukan, kalau untuk dampak gempa magnitiudo 4,5 (Sabtu, 16 November 2011) kemarin masih didata," ujarnya.

Selain di Kota Ambon, gempa magnitudo 5,1 tersebut juga merusak sebanyak 55 rumah warga di Kabupaten Maluku Tengah. 

Baca juga: Trauma Gempa Ambon, Warga Memilih Dirawat di Halaman Rumah Sakit

Fasilitas umum rusak, dua warga meninggal dunia

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, gempa bermagnitudo 5,1 yang mengguncang Ambon pada Selasa (12/11/2019) pukul 19.10 WIT menyebabkan sejumlah bangunan di Kota Ambon mengalami kerusakan. 

Antara lain mal, masjid, dan pesantren yang berada di kawasan Air Besar, Kecamatan Sirimau.

Gempa yang sangat dirasakan kuat getarannya tersebut juga menyebabkan dua warga meninggal dunia karena terkena serangan jantung. 

Baca juga: Gempa Ambon, Sejumlah Kantor Pemerintahan dan Rumah Warga Hancur

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Regional
Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Regional
Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Regional
Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Regional
PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

Regional
Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Simpay Asih Diharapkan Jadi Penghubung Ekonomi Warga Desa

Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Simpay Asih Diharapkan Jadi Penghubung Ekonomi Warga Desa

Regional
Disdik Jabar Kembali Izinkan Siswa Gelar Studi Wisata, asalkan...

Disdik Jabar Kembali Izinkan Siswa Gelar Studi Wisata, asalkan...

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.