Trauma Gempa Ambon, Warga Memilih Dirawat di Halaman Rumah Sakit

Kompas.com - 11/10/2019, 15:13 WIB
Puluhan pasien di RSUD dr Haulussy Ambon dirawat di tenda yang didirikan di halaman rumah sakit tersebut, Jumat (11/10/2019) KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTYPuluhan pasien di RSUD dr Haulussy Ambon dirawat di tenda yang didirikan di halaman rumah sakit tersebut, Jumat (11/10/2019)

AMBON, KOMPAS.com - Pasien di sejumlah rumah sakit di Kota Ambon menjalani perawatan di halaman luar rumah sakit, pascagempa susulan bermagnitudo 5,2 yang mengguncang Ambon dan sekitarnya, Kamis (10/10/2019).

Berdasarkan pantauan Kompas.com di Rumah Sakit Sumber Hidup GPM yang berlokasi di Jalan Anthony Rihebok, tampak sejumlah pasien menjalani perawatan di dalam sebuah tenda milik BNPB yang didirikan tepat di belakang rumah sakit tersebut.

Beberapa pasien yang dirawat masih menggunakan infus. Mereka dibawa ke luar gedung rumah sakit karena trauma dengan gempa susulan yang terus terjadi di Kota Ambon.

Humas Rumah Sakit Sumber Hidup GPM, Ros mengatakan, sejauh ini ada 11 pasien yang dirawat di dalam tenda tersebut.

“Ada pasien ibu hamil ada yang kena struk dan penyakit lainnya juga,” kata Ros, kepada Kompas.com di rumah sakit tersebut, Jumat (11/10/2019).

Baca juga: Gempa Ambon: 135.875 Orang Mengungsi, 6.795 Rumah Rusak

Dia menjelaskan, keluarga pasien meminta agar pihak rumah sakit mengevakuasi keluarga mereka yang sakit ke luar gedung rumah sakit setelah gempa susulan dengan getaran yang sangat kuat terjadi Kamis kemarin.

“Mereka khawatir ya, apalagi gempa kemarin sangat besar sekali. Tapi ada yang sudah bisa pulang mungkin,” ujar dia.

Saat ini manajemen rumah sakit masih berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Ambon dan Pemerintah Provinsi Maluku untuk mendambah lagi satu tenda untuk didirikan di lokasi.

 

Selain di Rumah Sakit Sumber Hidup GPM, kondisi yang sama juga terjadi di RSUD dr Haulussy Ambon, di kawasan Kudamati.

Ada puluhan pasien rumah sakit yang dirawat di tenda.

“Pasien banyak yang takut, mungkin trauma begitu juga dengan keluarganya jadi mereka dirawat di tenda. Itu sudah sejak tadi malam kita keluarkan mereka di sini,” kata salah seorang petugas medis rumah sakit tersebut.

Sebelumnya saat terjadi gempa pada Kamis (26/9/2019) pekan lalu, puluhan pasien di RSUD dr Haulussy Ambon ini juga dievakuasi ke halaman rumah sakit. 

Baca juga: Gempa Ambon Tak Berpotensi Tsunami, Warga Diimbau Jangan Percaya Hoaks

Salah satu keluarga pasien di RSUD dr Haulussy mengaku mereka merasa lebih nyaman dan tenang keluarganya dirawat di luar ruangan gedung rumah sakit.

”Karena kemarin itu gempanya besar sekali, saya sampai lari tinggalkan kakak saya yang sedang sakit,” kata Welda. 



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kawanan Belalang Tak Terhitung Jumlahnya 'Serbu' Landasan Pacu Bandara

Kawanan Belalang Tak Terhitung Jumlahnya "Serbu" Landasan Pacu Bandara

Regional
663 Pedagang dan Pembeli di Pasar Keputran Surabaya Rapid Test Massal, 37 Orang Reaktif

663 Pedagang dan Pembeli di Pasar Keputran Surabaya Rapid Test Massal, 37 Orang Reaktif

Regional
Gubernur Kalbar Akan Berhentikan 2 Kepala SMK di Pontianak yang Pungut Biaya Seragam

Gubernur Kalbar Akan Berhentikan 2 Kepala SMK di Pontianak yang Pungut Biaya Seragam

Regional
Satpol PP Banyumas Mandikan Manusia Silver yang Kepergok Minta Sumbangan di Pinggir Jalan

Satpol PP Banyumas Mandikan Manusia Silver yang Kepergok Minta Sumbangan di Pinggir Jalan

Regional
Tak Kenakan Masker, Pria Ini Dihukum Sapu Alun-alun pada Hari Ultahnya

Tak Kenakan Masker, Pria Ini Dihukum Sapu Alun-alun pada Hari Ultahnya

Regional
Pasien Ini Baru Sembuh Setelah Dirawat 75 Hari dan 19 Kali Tes Swab

Pasien Ini Baru Sembuh Setelah Dirawat 75 Hari dan 19 Kali Tes Swab

Regional
Aniaya Ibu Kandung hingga Meninggal, Pria Ini Bertaubat Usai Jalani Hipnoterapi Bersama Kapolres

Aniaya Ibu Kandung hingga Meninggal, Pria Ini Bertaubat Usai Jalani Hipnoterapi Bersama Kapolres

Regional
150 Ibu Hamil di Surabaya Tes Swab, Saat Melahirkan Akan Dites Ulang

150 Ibu Hamil di Surabaya Tes Swab, Saat Melahirkan Akan Dites Ulang

Regional
Diduga Perkosa Bocah 9 Tahun di Hutan, Oknum Polisi Dilaporkan ke Propam

Diduga Perkosa Bocah 9 Tahun di Hutan, Oknum Polisi Dilaporkan ke Propam

Regional
Sebelum Positif Covid-19, Wagub Kaltim Temani Istri Operasi hingga Rapat Paripurna Bersama DPRD

Sebelum Positif Covid-19, Wagub Kaltim Temani Istri Operasi hingga Rapat Paripurna Bersama DPRD

Regional
6 Kali Banjir dalam 2 Bulan di Luwu, Wagub Sulsel Minta Sungai Dinormalisasi

6 Kali Banjir dalam 2 Bulan di Luwu, Wagub Sulsel Minta Sungai Dinormalisasi

Regional
Pipa Gas Meledak di Palembang, Menyemburkan Api Setinggi 2 Meter

Pipa Gas Meledak di Palembang, Menyemburkan Api Setinggi 2 Meter

Regional
Warga Perbatasan RI-Malaysia Sulit Dapat BBM, Orang Sakit Terpaksa Ditandu 20 Km

Warga Perbatasan RI-Malaysia Sulit Dapat BBM, Orang Sakit Terpaksa Ditandu 20 Km

Regional
Perempuan Tanpa Busana Muncul di Belakangnya Saat Webinar, Ini Klarifikasi Dosen Uncen

Perempuan Tanpa Busana Muncul di Belakangnya Saat Webinar, Ini Klarifikasi Dosen Uncen

Regional
Wali Kota Bitung Berencana Pesan Ribuan Antivirus Corona Buatan Kementan

Wali Kota Bitung Berencana Pesan Ribuan Antivirus Corona Buatan Kementan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X