Gempa Ambon Tak Berpotensi Tsunami, Warga Diimbau Jangan Percaya Hoaks

Kompas.com - 10/10/2019, 17:31 WIB
Gempa magnitudo 5,2 mengguncang Ambon, Maluku, Kamis (10/10/2019). Warga panik dan berhamburan ke luar ruangan. KOMPAS.com/RAHMAT RAHMAN PATTYGempa magnitudo 5,2 mengguncang Ambon, Maluku, Kamis (10/10/2019). Warga panik dan berhamburan ke luar ruangan.

AMBON, KOMPAS.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Ambon mengimbau warga Kota Ambon dan sekitarnya untuk tetap tenang dan tidak terpancing dengan berbagai isu hoaks yang berhembus pasca-gempa magnitudo 5,2, Kamis (10/10/2019).

“Gempa yang barusan terjadi siang tadi tidak berpotensi tsunami, sehingga warga jangan sampai terpengaruh dengan isu hoaks,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Ambon, Andi Azhar Rudni kepada Kompas.com, Kamis.

Andi juga mengimbau agar warga tidak perlu panik secara berlebihan karena justru akan menyebabkan hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.

“Banyak yang terluka, terjadi kecelakaan bahkan meninggal dunia itu karena panik. Jadi sekali lagi jangan sampai panik sehingga tidak konsentrasi,” katanya.

Baca juga: 4 Fakta Terkini Gempa Beruntun di Ambon, Warga Panik hingga Siswa SMP Tewas

Dia menjelaskan, gempa beruntun yang terjadi siang tadi, jika dilihat dari lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar lokal.

“Jika dilihat dasil hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi di wilayah Ambon dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan sesar mendatar atau strike slip fault,” jelasnya.  

Sementara itu, Wakil Wali Kota Ambon Syarif Hadler mengimbau agar warga lebih peka terhadap evakuasi mandiri saat gempa terjadi.

“Saya imbau kepada warga bahwa evakuasi mandiri itu semua harus paham,” katanya.

Dia mengatakan, saat gempa terjadi, warga tidak harus panik dan sebaiknya mencari tempat perlindungan yang aman.

Jika ada warga yang berada di dalam rumah atau gedung yang membutuhkan waktu lama untuk bisa keluar, maka sebaiknya mencari tempat berlindung yang kuat.

  “Kiranya mencari tempat perlindungan yang kuat, meja atau apa pun yang kuat masuk ke bawahnya. Jangan dulu keluar kecuali memang mudah untuk keluar. Nanti kalau gempa sudah selesai baru keluar dari gedung itu dan hindari juga tiang listrik,” katanya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X