4 Fakta Penangkapan Terduga Teroris di Sumut, Perakit Bom Tewas Ditembak hingga 18 Orang Tersangka

Kompas.com - 17/11/2019, 08:09 WIB
Seorang berjalan di lokasi kejadian penembakan tiga orang terduga teroris di Jalan Desa Kota Datar, Kecamatan Hamparan Perak, Deli Serdang pada Sabtu (16/11/2019). IstimewaSeorang berjalan di lokasi kejadian penembakan tiga orang terduga teroris di Jalan Desa Kota Datar, Kecamatan Hamparan Perak, Deli Serdang pada Sabtu (16/11/2019).

KOMPAS.com - Polisi terus memburu jaringan teroris di wilayah Sumatera Utara dan sekitarnya. 

Menurut Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Agus Andrianto, dua dari tiga orang yang ditangkap di Dusun I, Jalan Desa Kota Datar, Kecamatan Hamparan Perak, Deli Serdang, adalah perakit bom bunuh diri di Mako Polrestabes Medan.

Saat penangkapan terduga teroris di Hamparan Perak pada Sabtu siang itu, ada empat orang yang disergap. Tiga orang dilumpuhkan dan satu orang melarikan diri.

Berikut ini fakta lengkap penangkapan terduga teroris di Sumut:

1. Perakit bom tewas ditembak polisi

Ilustrasi penembakanShutterstock Ilustrasi penembakan

Agus menjelaskan, saat penangkapan terduga teroris di Hamparan Perak pada Sabtu siang, ada empat orang yang disergap. Tiga orang dilumpuhkan dan satu orang melarikan diri.

Lalu, salah satu dari mereka ditembak di bagian dada dan paha, kemudian dua orang lainnya ditembak di bagian kaki.

Dua orang yang ditembak mati di Hamparan Perak itu adalah perakit bom bunuh diri di Mako Polrestabes Medan. Ketiga orang itu berinisial A, K dan P.

"Ya, yang dua meninggal itu, dia adalah yang merakit (bom). Perannya saling bantu membantu. Ini kan satu hari dua hari bisa menjadi pengantin. Artinya, waspadalah," kata Agus.

Baca juga: Polisi Tembak Mati Perakit Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

2. Sudah ada 18 terduga teroris yang diamankan

Ilustrasi penangkapan terduga teroris.KOMPAS/LUCKY PRANSISKA Ilustrasi penangkapan terduga teroris.

Menurut Agus, hingga hari ini, ada 18 orang yang diamankan di Sumut dan Aceh.

Dalam penangkapan tersebut, polisi mengamankan 1 senjata api dan 2 senjata tajam serta beberapa rangkaian bom yang dibuang di Sicanang, Belawan, berikut juga bahan-bahan yang siap untuk dirakit.

Agus juga membenarkan bahwa penangkapan di Aceh terkait dengan bom bunuh diri di Mako Polrestabes Medan.

Hingga saat ini, pihaknya masih terus mengejar jaringan RMN yang meledakan diri di Mapolrestabes Medan.

"Merekam menyebar di mana-mana. Memang mereka di sekitar kita. Jadi, tolong waspada. Maka kepada masyarakat, kalau ada kelompok yang eksklusif, tak mau bersosialisasi, sampaikan kepada aparat setempat," kata dia.

Baca juga: Periksa Keluarga "Bomber" Polrestabes Medan, Polisi Temukan Pipa Bahan Kimia, Panah Beracun hingga Pengajian Eksklusif

3. Satu orang polisi terluka senjata tajam

Sardan (tengah) menjelaskan yang dilihatnya ketika petugas mencegat empat orang yang mengendarai dua sepeda motor di Jalan Desa Kota Datar, Kecamatan Hamparan Perak, Deli Serdang, pada Sabtu (16/11/2019).Istimewa Sardan (tengah) menjelaskan yang dilihatnya ketika petugas mencegat empat orang yang mengendarai dua sepeda motor di Jalan Desa Kota Datar, Kecamatan Hamparan Perak, Deli Serdang, pada Sabtu (16/11/2019).

Agus menjelaskan, dalam penangkapan itu, satu anggota polisi mengalami luka tusuk di pinggang dan paha.

Saat ini, petugas yang terluka itu dalam perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Medan dan masih dalam proses pemulihan.

Seperti diketahui, penangkapan di Sumut dilakukan di Jalan Jermal Medan (2 orang) dan Hamparan Perak, Deli Serdang (3 orang).

Pada saat penangkapan di Hamparan Perak, terjadi perlawanan dengan senjata rakitan dan senjata tajam.

"Dari tiga orang itu, 2 meninggal dunia. Satu di antaranya sudah di Mako Brimob guna pemeriksaan," kata Agus, Sabtu (16/11/2019).

Baca juga: Terkait Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan, 18 Orang Jadi Tersangka

4. Kesaksian warga saat polisi tangkap terduga teroris

Petugas berjaga di depan gubuk yang diduga tempat perakitan bom sambil membakar sampah di Jalan Tambak Lingkungan 20, Kelurahan Sicanang (Canang Kering), Kecamatan Medan Belawan, Jumat (15/11/2019).KOMPAS.COM/DEWANTORO Petugas berjaga di depan gubuk yang diduga tempat perakitan bom sambil membakar sampah di Jalan Tambak Lingkungan 20, Kelurahan Sicanang (Canang Kering), Kecamatan Medan Belawan, Jumat (15/11/2019).
Sardan (49), seorang saksi mata mengaku masih ingat betul kejadian pada Sabtu (16/11/2019) pukul 11.30 WIB di Hamparan Perak.

Saat itu, dia berada di rumahnya. Dia melihat ada dua sepeda motor jenis matic yang dikendarai secara berboncengan oleh empat orang.

Dari arah belakang mereka, beberapa orang menggunakan sepeda motor seperti mereka mencegatnya.

"Berhenti kau. Gitu katanya. Rupanya salah satunya menarik pisau, disabetkan polisi itu, kena tangan kirinya," kata dia.

Seketika itu juga polisi lainnya menembak di bagian dada dan pahanya.

Dua orang lain lagi juga ditembak di bagian kakinya. Satu orang di antara mereka melarikan diri.

Baca juga: Satu Terduga Teroris Terpeleset di Kandang Ayam dan Kabur ke Kebun Sawit

(Penulis: Kontributor Medan, Dewantoro | Editor: Robertus Belarminus)

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X