Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Tentukan Pilihanmu
0 hari menuju
Pemilu 2024
Kompas.com - 17/11/2019, 08:09 WIB

KOMPAS.com - Polisi terus memburu jaringan teroris di wilayah Sumatera Utara dan sekitarnya. 

Menurut Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Agus Andrianto, dua dari tiga orang yang ditangkap di Dusun I, Jalan Desa Kota Datar, Kecamatan Hamparan Perak, Deli Serdang, adalah perakit bom bunuh diri di Mako Polrestabes Medan.

Saat penangkapan terduga teroris di Hamparan Perak pada Sabtu siang itu, ada empat orang yang disergap. Tiga orang dilumpuhkan dan satu orang melarikan diri.

Berikut ini fakta lengkap penangkapan terduga teroris di Sumut:

1. Perakit bom tewas ditembak polisi

Ilustrasi penembakanShutterstock Ilustrasi penembakan

Agus menjelaskan, saat penangkapan terduga teroris di Hamparan Perak pada Sabtu siang, ada empat orang yang disergap. Tiga orang dilumpuhkan dan satu orang melarikan diri.

Lalu, salah satu dari mereka ditembak di bagian dada dan paha, kemudian dua orang lainnya ditembak di bagian kaki.

Dua orang yang ditembak mati di Hamparan Perak itu adalah perakit bom bunuh diri di Mako Polrestabes Medan. Ketiga orang itu berinisial A, K dan P.

"Ya, yang dua meninggal itu, dia adalah yang merakit (bom). Perannya saling bantu membantu. Ini kan satu hari dua hari bisa menjadi pengantin. Artinya, waspadalah," kata Agus.

Baca juga: Polisi Tembak Mati Perakit Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

2. Sudah ada 18 terduga teroris yang diamankan

Ilustrasi penangkapan terduga teroris.KOMPAS/LUCKY PRANSISKA Ilustrasi penangkapan terduga teroris.

Menurut Agus, hingga hari ini, ada 18 orang yang diamankan di Sumut dan Aceh.

Dalam penangkapan tersebut, polisi mengamankan 1 senjata api dan 2 senjata tajam serta beberapa rangkaian bom yang dibuang di Sicanang, Belawan, berikut juga bahan-bahan yang siap untuk dirakit.

Agus juga membenarkan bahwa penangkapan di Aceh terkait dengan bom bunuh diri di Mako Polrestabes Medan.

Hingga saat ini, pihaknya masih terus mengejar jaringan RMN yang meledakan diri di Mapolrestabes Medan.

"Merekam menyebar di mana-mana. Memang mereka di sekitar kita. Jadi, tolong waspada. Maka kepada masyarakat, kalau ada kelompok yang eksklusif, tak mau bersosialisasi, sampaikan kepada aparat setempat," kata dia.

Baca juga: Periksa Keluarga "Bomber" Polrestabes Medan, Polisi Temukan Pipa Bahan Kimia, Panah Beracun hingga Pengajian Eksklusif

3. Satu orang polisi terluka senjata tajam

Sardan (tengah) menjelaskan yang dilihatnya ketika petugas mencegat empat orang yang mengendarai dua sepeda motor di Jalan Desa Kota Datar, Kecamatan Hamparan Perak, Deli Serdang, pada Sabtu (16/11/2019).Istimewa Sardan (tengah) menjelaskan yang dilihatnya ketika petugas mencegat empat orang yang mengendarai dua sepeda motor di Jalan Desa Kota Datar, Kecamatan Hamparan Perak, Deli Serdang, pada Sabtu (16/11/2019).

Agus menjelaskan, dalam penangkapan itu, satu anggota polisi mengalami luka tusuk di pinggang dan paha.

Saat ini, petugas yang terluka itu dalam perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Medan dan masih dalam proses pemulihan.

Seperti diketahui, penangkapan di Sumut dilakukan di Jalan Jermal Medan (2 orang) dan Hamparan Perak, Deli Serdang (3 orang).

Pada saat penangkapan di Hamparan Perak, terjadi perlawanan dengan senjata rakitan dan senjata tajam.

"Dari tiga orang itu, 2 meninggal dunia. Satu di antaranya sudah di Mako Brimob guna pemeriksaan," kata Agus, Sabtu (16/11/2019).

Baca juga: Terkait Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan, 18 Orang Jadi Tersangka

4. Kesaksian warga saat polisi tangkap terduga teroris

Petugas berjaga di depan gubuk yang diduga tempat perakitan bom sambil membakar sampah di Jalan Tambak Lingkungan 20, Kelurahan Sicanang (Canang Kering), Kecamatan Medan Belawan, Jumat (15/11/2019).KOMPAS.COM/DEWANTORO Petugas berjaga di depan gubuk yang diduga tempat perakitan bom sambil membakar sampah di Jalan Tambak Lingkungan 20, Kelurahan Sicanang (Canang Kering), Kecamatan Medan Belawan, Jumat (15/11/2019).
Sardan (49), seorang saksi mata mengaku masih ingat betul kejadian pada Sabtu (16/11/2019) pukul 11.30 WIB di Hamparan Perak.

Saat itu, dia berada di rumahnya. Dia melihat ada dua sepeda motor jenis matic yang dikendarai secara berboncengan oleh empat orang.

Dari arah belakang mereka, beberapa orang menggunakan sepeda motor seperti mereka mencegatnya.

"Berhenti kau. Gitu katanya. Rupanya salah satunya menarik pisau, disabetkan polisi itu, kena tangan kirinya," kata dia.

Seketika itu juga polisi lainnya menembak di bagian dada dan pahanya.

Dua orang lain lagi juga ditembak di bagian kakinya. Satu orang di antara mereka melarikan diri.

Baca juga: Satu Terduga Teroris Terpeleset di Kandang Ayam dan Kabur ke Kebun Sawit

(Penulis: Kontributor Medan, Dewantoro | Editor: Robertus Belarminus)

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemkot Cilegon Teken MoU dengan PT KAS dan PT CAP untuk Proyek Pembangunan Pelabuhan Warnasari

Pemkot Cilegon Teken MoU dengan PT KAS dan PT CAP untuk Proyek Pembangunan Pelabuhan Warnasari

Regional
Kemenko Kemaritiman Apresiasi Progres PSEL Makassar, Sebut Jadi Percontohan Nasional

Kemenko Kemaritiman Apresiasi Progres PSEL Makassar, Sebut Jadi Percontohan Nasional

Regional
Raih Penghargaan PPKM Award 2023, Pemkot Makassar Buktikan Keberhasilan Program Makassar Recover

Raih Penghargaan PPKM Award 2023, Pemkot Makassar Buktikan Keberhasilan Program Makassar Recover

Regional
Raih Penghargaan pada Baznas Award 2023, Ganjar: Saya Berikan untuk Baznas Jateng

Raih Penghargaan pada Baznas Award 2023, Ganjar: Saya Berikan untuk Baznas Jateng

Regional
Bupati Maluku Barat Daya Hadiri RUPS Bank Maluku-Malut, Ini Agenda yang Dibahas

Bupati Maluku Barat Daya Hadiri RUPS Bank Maluku-Malut, Ini Agenda yang Dibahas

Regional
Menakar Vonis Hakim dalam Tragedi Kanjuruhan

Menakar Vonis Hakim dalam Tragedi Kanjuruhan

Regional
Komitmen Dukung JKN, Pemkab Maluku Barat Daya Raih UHC Award 2023

Komitmen Dukung JKN, Pemkab Maluku Barat Daya Raih UHC Award 2023

Regional
Dompet Dhuafa dan The Harvest Panen Tambak Gurame di DD Farm Indramayu

Dompet Dhuafa dan The Harvest Panen Tambak Gurame di DD Farm Indramayu

Regional
Kota Makassar Masuk Nominasi Nasional PPD 2023

Kota Makassar Masuk Nominasi Nasional PPD 2023

Regional
Bertemu Empat Mata, Bupati Tamba dan Walkot Gibran Bahas Kerja Sama Bidang Budaya dan UMKM

Bertemu Empat Mata, Bupati Tamba dan Walkot Gibran Bahas Kerja Sama Bidang Budaya dan UMKM

Regional
Menggagas Komisi Antisipasi Konflik di Maluku

Menggagas Komisi Antisipasi Konflik di Maluku

Regional
Pemprov Kaltim Raih Dua Penghargaan APBD Award, Gubernur Isran: Berkat Peran Aktif Masyarakat

Pemprov Kaltim Raih Dua Penghargaan APBD Award, Gubernur Isran: Berkat Peran Aktif Masyarakat

Regional
Ganjar Pastikan Sudah Gerak Cepat Tangani Kerusakan Jalan di Jateng

Ganjar Pastikan Sudah Gerak Cepat Tangani Kerusakan Jalan di Jateng

Regional
Rakorsus 2023, Diskominfo Paparkan 7 Inovasi dan Kontribusi untuk Resiliensi Kota Makassar

Rakorsus 2023, Diskominfo Paparkan 7 Inovasi dan Kontribusi untuk Resiliensi Kota Makassar

Regional
99,8 Persen Penduduk Jembrana Terdaftar JKN, Pemkab Jembrana Raih UHC Awards 2023

99,8 Persen Penduduk Jembrana Terdaftar JKN, Pemkab Jembrana Raih UHC Awards 2023

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke