Ngaku Polisi dan Wartawan, 2 Pria asal Tulungagung Peras Karyawan SPBU

Kompas.com - 13/11/2019, 18:22 WIB
Dua orang pelaku pemerasan karyawan SPBU di Tulungagung Jawa Timur, yang mengaku Polisi Polda Jatim dan Wartawan ditangkap jajaran Polsek Kota Tulungagung (13/11/2019) SLAMET WIDODODua orang pelaku pemerasan karyawan SPBU di Tulungagung Jawa Timur, yang mengaku Polisi Polda Jatim dan Wartawan ditangkap jajaran Polsek Kota Tulungagung (13/11/2019)

TULUNGAGUNG, KOMPAS.com - Satreskrim Polsek Kota Tulungagung meringkus J (24) dan R (41), pelaku pemerasan yang kerap beraksi di wilayah Lembu Peteng, Jawa Timur

Pelaku melakukan pemerasan terhadap karyawan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Tulungagung. Saat beraksi, mereka mengaku sebagai anggota Polda Jawa Timur, dan wartawan.

Tidak hanya di Kabupaten Tulungagung, pelaku juga pernah melakukan aksi yang sama di SPBU di daerah Ponorogo, hingga Gresik.


"Pelaku ditangkap setelah korban melapor ke kami. Tak pikir lama pelaku ditangkap tak jauh dari lokasi SPBU," ujar Kapolsek Tulungagung, Kompol Rudi Purwanto, Rabu (13/11/2019).

Baca juga: Ditemukan Puluhan Foto Bugil Wanita Korban Pemerasan di Ponsel AB

Guna melancarkan aksinya, kata Rudi, kedua pelaku mempunyai peran masing-masing, tergantung situasi di lokasi.

"Pelaku selalu memberi rasa takut kepada korban, dengan mengancam di proses hukum apabila tidak menyerahkan sejumlah uang," ujarnya.

 

Untuk meyakinkan calon korban, kedua pelaku mendatangi lokasi dengan menggunakan mobil, dan memberitahu kepada korban bahwa di tempatnya bekerja terdapat kecurangan dalam penjualan BBM.

Kemudian pelaku mengancam salah satu pegawai SPBU akan di proses hukum di kantor polisi setempat.

“Satu tersangka lain berperan layaknya sebagai wartawan, motret dan wawancara,” ujar Rudi.

Baca juga: Duduk Perkara Gadis 16 Tahun Korban Pemerasan Pacar, Mengaku Supranatural hingga Ancam Sebar Video Telanjang

Rudi menambahkan karena merasa tertekan, korban menuruti permintaan pelaku, memberikan sejumlah uang yang diminta oleh pelaku.

"Dia (pelaku) meminta Rp 5 Juta. Korban baru memberi Rp 3 juta, sisanya dijanjikan akan berikan keesokan harinya," tutur dia.

Atas perbuatannya, kedua pelaku diancam hukuman maksimal 9 tahun penjara.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X