Hujan Es Hingga Pohon Tumbang Terjadi di Kota Serang

Kompas.com - 13/11/2019, 16:35 WIB
Ilustrasi hujan es KOMPAS.com/AAM AMINULLAHIlustrasi hujan es

SERANG, KOMPAS.com - Hujan disertai angin kencang terjadi di Kota Serang, Banten. Hujan yang turun sekitar pukul 13.00 WIB itu menyebabkan sejumlah pohon tumbang.

Salah satu warga Serang Rifa'i menuturkan sebelum hujan terjadi, perubahan cuaca yang drastis dari panas terik menjadi gelap dan muncul petir. 

"Hujannya hanya sekitar satu jam, tapi disertai angin kencang, saya sampai takut, karena banyak pohon roboh, ada yang menimpa kendaraan juga," kata Rifa'i dihubungi Kompas.com melalui sambungan telepon, Rabu (13/11/2019).

Baca juga: Pemkab Bojonegoro Akan Bantu Warga Korban Angin Kencang dan Hujan Es

Rifa'i yang tengah berada di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) mengatakan, setidaknya terdapat lebih dari delapan pohon tumbang di beberapa titik depan perkantoran dinas di KP3B.

Selain pohon tumbang, kata dia, sempat terjadi hujan es. Butiran es sebesar kerikil, kata dia, turun disela-sela hujan badai.

Selain di KP3B, pohon tumbang juga terjadi di sejumlah titik di Kota Serang. Berdasarkan informasi yang dihimpun, pohon tumbang terjadi di Kawasan Cipocok Jaya, Legok dan Palima.

Baca juga: Hujan Intensitas Sedang dan Lebat Diprediksi Berlangsung Selama Seminggu ke Depan

Menurut penuturan warga Serang lainnya, Fakih mengatakan pohon tumbang menutupi jalan raya menyebabkan lalu lintas lumpuh terjadi di daerah Palima. Sedangkan di Kawasan Sempu, satu kanopi toko roboh menutup jalan raya.

"Pohon tumbang di depan Kejati Banten, dan di kawasan Palima. Kondisi lalu lintas sempet macet parah," kata Fakih

Prakirawan cuaca Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kantor Serang Rofikoh menjelaskan, hujan badai yang terjadi di Kota Serang merupakan fenomena umum yang terjadi saat ini.

Terlebih, kata dia, bulan Oktober dan November 2019 merupakan masa peralihan musim dari kemarau ke hujan disertai angin kencang. 

"Kami sudah menginformasikan tentang peringatan dini angin kencang. Masyarakat tetap waspada," kata Rofikoh. 

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemkab Tangerang Bangun Ruang Isolasi Khusus Pasien Positif Corona di Griya Anabatic

Pemkab Tangerang Bangun Ruang Isolasi Khusus Pasien Positif Corona di Griya Anabatic

Regional
Cerita Perjuangan Christina Sembuh dari Covid-19, Jalani Hari Berat di Ruang Isolasi

Cerita Perjuangan Christina Sembuh dari Covid-19, Jalani Hari Berat di Ruang Isolasi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Tasikmalaya Terapkan Local Lockdown | Isolasi Wilayah, Warga Dusun Diberi Biaya Hidup Rp 50.000 Per Hari

[POPULER NUSANTARA] Tasikmalaya Terapkan Local Lockdown | Isolasi Wilayah, Warga Dusun Diberi Biaya Hidup Rp 50.000 Per Hari

Regional
Surabaya Zona Merah Covid-19, Belajar di Rumah Kembali Diperpanjang

Surabaya Zona Merah Covid-19, Belajar di Rumah Kembali Diperpanjang

Regional
Ini Cerita Dukungan Warga Untuk Tenaga Medis di Indonesia, Kirim Kopi hingga Buatkan APD Gratis

Ini Cerita Dukungan Warga Untuk Tenaga Medis di Indonesia, Kirim Kopi hingga Buatkan APD Gratis

Regional
Klaim Warga Belanda Positif Terinfeksi Virus Corona di Jatim, Dibantah Pihak Rumah Sakit

Klaim Warga Belanda Positif Terinfeksi Virus Corona di Jatim, Dibantah Pihak Rumah Sakit

Regional
90 Warga Dikarantina Usai Tengok Pasien yang Ternyata Positif Corona, Dusun Ini Langsung 'Local Lockdown'

90 Warga Dikarantina Usai Tengok Pasien yang Ternyata Positif Corona, Dusun Ini Langsung 'Local Lockdown'

Regional
Kisah Para Tenaga Medis di Tanah Air Gunakan Jas Hujan Saat Tugas di Tengah Wabah Corona

Kisah Para Tenaga Medis di Tanah Air Gunakan Jas Hujan Saat Tugas di Tengah Wabah Corona

Regional
Cerita Unik Warga Perangi Corona, Lockdown di Kampung hingga Penyemprot Disinfektan Otomatis

Cerita Unik Warga Perangi Corona, Lockdown di Kampung hingga Penyemprot Disinfektan Otomatis

Regional
Warga Desa di Purbalingga Geger Setelah Mengetahui Pasien yang Dibesuk Positif Corona

Warga Desa di Purbalingga Geger Setelah Mengetahui Pasien yang Dibesuk Positif Corona

Regional
Fenomena Waterspout di Aceh, Suara Bergemuruh dan Berlangsung 25 Menit

Fenomena Waterspout di Aceh, Suara Bergemuruh dan Berlangsung 25 Menit

Regional
Tak Terima Diputus, Pemuda Ini Sebarkan Video Mesum Mantan Pacar

Tak Terima Diputus, Pemuda Ini Sebarkan Video Mesum Mantan Pacar

Regional
Gelar Pelatihan Petugas Haji di Tengah Wabah Corona, 4 Peserta Dinyatakan Positif dan 14 PDP

Gelar Pelatihan Petugas Haji di Tengah Wabah Corona, 4 Peserta Dinyatakan Positif dan 14 PDP

Regional
Semua Pasien Positif Corona di Malang Sembuh, Pemkot: Memang Bisa Disembuhkan, tapi…

Semua Pasien Positif Corona di Malang Sembuh, Pemkot: Memang Bisa Disembuhkan, tapi…

Regional
Gempa M 5,8 Berkedalaman 10 Km Guncang Sulteng, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa M 5,8 Berkedalaman 10 Km Guncang Sulteng, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X