Pemkab Bojonegoro Akan Bantu Warga Korban Angin Kencang dan Hujan Es

Kompas.com - 11/11/2019, 18:21 WIB
Ilustrasi hujan es ShutterstockIlustrasi hujan es

BOJONEGORO, KOMPAS.com — Cuaca buruk sempat melanda Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, akhir pekan kemarin.

Ratusan rumah di beberapa desa dikabarkan rusak akibat angin kencang dan hujan es yang sempat melanda.

Beberapa rumah mengalami kerusakan ringan, sedang, hingga berat.

Atas bencana yang dialami oleh warga, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro bersiap memberikan bantuan berupa santunan untuk meringankan beban warga.

Baca juga: Cuaca Ekstrem di Palembang, Suhu Udara Mencapai 36 Derajat Celsius

Meski demikian, santunan baru akan dikucurkan setelah melalui mekanisme survei dilaksanakan.

"Tetap ada bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Pemkab dalam hal ini. Saya juga baru dapat data rumah yang terdampak bencana dari BPBD," ujar Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkab Bojonegoro Masirin saat dihubungi, Senin (11/11/2019).

Nanti ada tim dari BPBD yang melakukan survei.

Tim akan melakukan penilaian, apakah kerusakan rumah warga masuk kategori rusak ringan, sedang, atau berat.

"Sebab itu sudah ada dalam perbup (peraturan bupati)," ucap dia.

Perbup Nomor 49 Tahun 2017 sudah mengatur mengenai pemberian bantuan dan santunan bagi korban bencana alam yang ada di lingkup Kabupaten Bojonegoro.

"Sesuai data sementara yang masuk sudah ada ratusan rumah yang rusak. Tersebar di 12 kecamatan, di 38 desa. Sekarang tim juga terus mengumpulkan data kerusakan di lapangan," kata Sekretaris BPBD Bojonegoro Nadif Ulfia.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Daging Kelelawar Gunungkidul Tetap Diburu Pembeli

Daging Kelelawar Gunungkidul Tetap Diburu Pembeli

Regional
Hujan Deras Sebabkan Banjir Lumpur di Kecamatan Ijen, Bondowoso

Hujan Deras Sebabkan Banjir Lumpur di Kecamatan Ijen, Bondowoso

Regional
2 Arca yang Ditemukan di Sleman Berasal dari Abad ke-9

2 Arca yang Ditemukan di Sleman Berasal dari Abad ke-9

Regional
Pria Tewas Dikeroyok karena Dituduh Curi Helm, Polisi Tetapkan 4 Tersangka

Pria Tewas Dikeroyok karena Dituduh Curi Helm, Polisi Tetapkan 4 Tersangka

Regional
Kronologi Porter Lion Air Curi Uang Rp 34,8 Juta dalam Koper di Bandara Kualanamu

Kronologi Porter Lion Air Curi Uang Rp 34,8 Juta dalam Koper di Bandara Kualanamu

Regional
Cegah Penularan Virus Corona, Petugas Rumah Sakit di Jateng Wajib Pakai Masker Khusus

Cegah Penularan Virus Corona, Petugas Rumah Sakit di Jateng Wajib Pakai Masker Khusus

Regional
Besok Mulai Berlaku di Batam, Barang Impor di Atas 3 Dollar AS Kena Bea Masuk

Besok Mulai Berlaku di Batam, Barang Impor di Atas 3 Dollar AS Kena Bea Masuk

Regional
Kisah Ibu 4 Anak Idap Kanker Stadium 4, Makan Andalkan Belas Kasihan Tetangga

Kisah Ibu 4 Anak Idap Kanker Stadium 4, Makan Andalkan Belas Kasihan Tetangga

Regional
Bawa Pisau, Seorang Pria di Pontianak Ngamuk di Kedai Kopi, Tikam Warga hingga Tewas

Bawa Pisau, Seorang Pria di Pontianak Ngamuk di Kedai Kopi, Tikam Warga hingga Tewas

Regional
Dampak Virus Corona, Jumlah Turis China di Bali Zoo Menurun

Dampak Virus Corona, Jumlah Turis China di Bali Zoo Menurun

Regional
Kronologi Terbongkarnya Kebohongan Siswi SMA di Makassar yang Pura-pura Diculik

Kronologi Terbongkarnya Kebohongan Siswi SMA di Makassar yang Pura-pura Diculik

Regional
Bawa Gergaji, Pemuda di Kebumen Ngamuk dan Paksa Masuk ke Bank Danamon

Bawa Gergaji, Pemuda di Kebumen Ngamuk dan Paksa Masuk ke Bank Danamon

Regional
Hendak Memancing, Warga Musi Rawas Temukan Kerangka Manusia di Semak-semak

Hendak Memancing, Warga Musi Rawas Temukan Kerangka Manusia di Semak-semak

Regional
Diperkosa Bertahun-tahun oleh Ayah, Kakak, dan Sepupu, Remaja Wanita di Mamasa Takut Melapor

Diperkosa Bertahun-tahun oleh Ayah, Kakak, dan Sepupu, Remaja Wanita di Mamasa Takut Melapor

Regional
Pemprov NTB Siapkan Corona Crisis Center

Pemprov NTB Siapkan Corona Crisis Center

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X