Cerita Butet Saat Djaduk Temukan Melodi untuk Dimainkan di Afrika Selatan

Kompas.com - 13/11/2019, 15:05 WIB
Butet Kartaredjasa saat menemui wartawan di rumah duka Djaduk Ferianto KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMAButet Kartaredjasa saat menemui wartawan di rumah duka Djaduk Ferianto

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Butet Kartaredjasa bercerita sedang mempersiapkan proyek bersama adiknya, Djaduk Ferianto. Rencananya, Djaduk Ferianto akan tampil di Cape Town, Afrika Selatan, pada akhir Maret 2020.

"Ada yang juga kami sedang mempersiapkan bersama Djaduk. Semestinya akan tampil di Cape Town Jazz bulan Maret akhir nanti," ujar Butet Kartaredjasa di rumah duka, Rabu (13/11/2019).

Di Cape Town Jazz, Afrika Selatan, Djaduk Ferianto dijadwalkan tampil berkolaborasi dengan vokalis dan musik perkusi dari Johannesburg dan Cape Town.

Butet menceritakan, saat melakukan persiapan, ia bersama Djaduk pergi ke Table Mountain, Afrika Selatan.


Baca juga: Djaduk Ferianto Meninggal Dunia, Butet Berharap Ngayogjazz 2019 Tetap Jalan

 

Saat di Table Mountain, Djaduk Ferianto berbicara kepadanya bahwa ia sudah menemukan melodi yang akan dimainkan di Cape Town Jazz.

"Djaduk melaporkan kepada saya kalau dia sudah menemukan melodi yang akan dimainkan untuk satu komposisi, kolaborasi dengan para pemusik dari Afrika itu. Dia lalu bersiul-siul dan direkam melodi itu," katanya.

Setibanya di Indonesia, melodi yang sudah ditemukannya itu diceritakan kepada kawan-kawan Djadul. Penggagas Ngayogjazz ini juga sudah menyiapkan satu komposisi melodi yang didapatkan itu.

"Pagi tadi saya izin istrinya, membuka handphone dia. Saya tracking file-nya dan saya berhasil menemukan melodi yang dia dapatkan di puncak Gunung Table Mountain," tuturnya.

Butet berharap teman-teman Kuaetnika bisa mewujudkan melodi yang ditemukan oleh Djaduk Ferianto di puncak Table Mountain itu.

"Mudah-mudahan kawan-kawan Kuaetnika yang sudah biasa bekerja sama dengan Djaduk bisa mewujudkan komposisi melodinya yang sudah ditemukan di puncak gunung yang sangat tinggi itu," tutur Butet sambil menahan tangis.

Dari pengamatan Kompas.com, para pelayat, baik seniman maupun warga, terus berdatangan ke Padepokan Seni Bagong Kussudiardja di Kembaran, Desa Tamantirto, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Djaduk Ferianto.

Berbagai karangan bunga juga tampak berjajar di sekitar Padepokan Seni Bagong Kussudiardja.

Baca juga: Butet Kartaredjasa: Djaduk Meninggal Dunia di Pangkuan Istri

Seperti diberitakan sebelumnya, seniman Djaduk Ferianto meninggal dunia pada Rabu (13/11/2019) sekitar pukul 02.30 WIB.

Seniman kelahiran Yogyakarta pada 19 Juli 1964 ini meninggal karena serangan jantung.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X