Djaduk Ferianto Meninggal Dunia, Butet Berharap Ngayogjazz 2019 Tetap Jalan

Kompas.com - 13/11/2019, 11:48 WIB
Peti jenazah Djaduk Ferianto saat dibawa keluar dari rumah duka. Jemazah Djaduk Ferianto selanjutnya dibawa ke Padepokan Seni Bagong Kussudiardja untuk disemayamkan. KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMAPeti jenazah Djaduk Ferianto saat dibawa keluar dari rumah duka. Jemazah Djaduk Ferianto selanjutnya dibawa ke Padepokan Seni Bagong Kussudiardja untuk disemayamkan.

YOGYAKARTA,KOMPAS.com - Butet Kartaredjasa berharap Ngayogjazz 2019 bisa tetap digelar sebagai monumen terakhir sang inisiator Djaduk Ferianto.

Gelaran Ngayogjazz 2019 rencananya dilaksanakan pada 16 November 2019 di Godean.

"Di hari-hari terakhir ini Djaduk sangat sibuk untuk latihan musik dan sedang menyiapkan Ngayogjazz," ujar Butet Kartaredjasa di rumah duka, Rabu (13/11/2019).

Baca juga: Djaduk Ferianto di Mata Keluarga: Pribadi yang Baik dan Suka Gojekan

Butet menyampaikan, Ngayogjazz 2019 rencananya akan dibuka oleh Menko Polhukam Mahfud MD.

Djaduk Ferianto juga sudah meminta para penggagas Ngajogjazz untuk naik ke atas panggung mendampingi Mahfud MD.

Djaduk, lanjutnya, memang sangat serius mempersiapkan gelaran Ngayogjazz 2019.

"Dia memang dikenal pekerja keras, penuh disiplin, menyiapkan segala sesuatunya secara perfeksionis," ucapnya.

"Sehingga saya bisa memahami dari setiap persiapan-persiapan yang dilakukan itu menyedot energy, menyedot konsentrasi yang berlebih dari dosisnya. Dan itulah Djaduk," tambahnya.

Baca juga: Butet Kartaredjasa: Djaduk Meninggal Dunia di Pangkuan Istrinya

Butet berharap, Ngayogjazz bisa terus dilanjutkan. Gelaran Ngayogjazz 2019 yang rencananya digelar pada Sabtu (16/11/2019) di Padukuhan Kwagon, Desa Sidorejo Kecamatan Godean, Kabupaten Sleman bisa tetap terlaksana.

"Yang pasti mudah-mudahan Ngayogjazz bisa terus diwujudkan, dilaksanakan tanggal 16 November ini sebagai monumen terakhirnya Djaduk," ujarnya.

Seniman musik Djaduk Ferianto meninggal dunia pada Rabu (13/11/2019) sekitar pukul 02.30 WIB.

Seniman kelahiran Yogyakarta pada 19 Juli 1964 ini meninggal dunia karena serangan jantung.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X