KPU Karawang Gandeng Kejari Jadi Penasehat Hukum Pilkada 2020

Kompas.com - 12/11/2019, 21:08 WIB
Ilustrasi Pilkada KOMPAS/PRIYOMBODOIlustrasi Pilkada

KARAWANG, KOMPAS.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Karawang menggandeng Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang sebagai penasehat hukum dalam penyelenggaraan Pilkada Karawang 2020.

Kerja sama tersebut dituangkan dalam Memorandum of Understanding (MoU) antara keduanya yang ditandatangani di Aula Kejari Karawang, Selasa (12/11/2019).

Ketua KPU Karawang Miftah Farid mengungkapkan, dalam penyelanggaran Pilkada Karawang 2020, pihaknya bakal mengeluarkan produk hukum yang berkaitan dengan pesta rakyat lima tahunan itu.

"Kita akan meminta pandangan hukum terkait produk hukum yang akan kami keluarkan," kata Farid usai penandatangan MoU.

Baca juga: Pemkab Karawang Buka 515 Formasi CPNS 2019, Pelamar Diminta Teliti

Farid menyebut pihaknya akan mengikuti pandangan hukum dari Kejari Karawang sesuai Undang-Undang yang berlaku.

Apalagi, di antara para komisioner KPU Karawang, tidak ada yang mempunyai latar belakang pendidikan hukum.

"Ini sangat membantu kami. Kami pun bersedia dijewer Kejari, jika memang tidak sesuai ketentuan," katanya.

Farid mengungkapkan, biaya Pilkada Karawang 2020 dianggarkan sebesar Rp 74,6 miliar. Uang rakyat itu, kata dia, harus dipertanggungjawabkan penggunaannya.

Baca juga: Pilkada 2020, Bawaslu Jabar Khawatirkan Potensi Politisasi Birokrasi oleh Elit Lokal

Kepala Kejari Karawang Rohayatie meminta KPU menggunakan uang rakyat dengan baik untuk kesuksesan Pilkada 2020.

Ia mengatakan, MoU antara KPU dengan Kejari Karawang, dilakukan secara profesional dan proporsional sesuai tugas dan fungsinya KPU berkaitan dengan penyelenggaraan Pilkada Karawang 2020.

Kerja sama itu, kata dia, sebenarnya sudah diajukan sejak 2017 lalu.

"Kerja sama ini dilakukan bersama Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun). Pertimbangan-pertimbangan hukum akan kita berikan sesuai dengan keinginan dari kegiatan mereka," katanya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Usai Dilantik Jadi Wali Kota Solo, Gibran Kawal Percepatan Vaksinasi Covid-19

Usai Dilantik Jadi Wali Kota Solo, Gibran Kawal Percepatan Vaksinasi Covid-19

Regional
Korban Tewas Tambang Ilegal Parigi Moutong Jadi 6 orang, 4 di Antaranya Perempuan

Korban Tewas Tambang Ilegal Parigi Moutong Jadi 6 orang, 4 di Antaranya Perempuan

Regional
Kakek Tunarungu Simpan 9 Karung Uang di Rumah, Lurah: Dihitung Sudah Rp 174 Juta, dan Masih Ada 2 Karung Lagi

Kakek Tunarungu Simpan 9 Karung Uang di Rumah, Lurah: Dihitung Sudah Rp 174 Juta, dan Masih Ada 2 Karung Lagi

Regional
Cerita Evakuasi, Jalan Kaki Selama 9 Jam demi Selamatkan Sakirin

Cerita Evakuasi, Jalan Kaki Selama 9 Jam demi Selamatkan Sakirin

Regional
Dilantik Jadi Wali Kota Solo, Gibran Tak Langsung Tempati Rumah Dinas Loji Gandrung

Dilantik Jadi Wali Kota Solo, Gibran Tak Langsung Tempati Rumah Dinas Loji Gandrung

Regional
Sudah 4 Hari, Ceceran Minyak Mentah Kembali Muncul di Pesisir Karawang

Sudah 4 Hari, Ceceran Minyak Mentah Kembali Muncul di Pesisir Karawang

Regional
Pria Asal Sumbar Cabuli 30 Bocah Laki-laki, Diduga Punya Kelainan Seks

Pria Asal Sumbar Cabuli 30 Bocah Laki-laki, Diduga Punya Kelainan Seks

Regional
Tangis Kusmiyati Tanggung Utang Bank Rp 200 Juta demi Anaknya Jadi PNS

Tangis Kusmiyati Tanggung Utang Bank Rp 200 Juta demi Anaknya Jadi PNS

Regional
Pelapor 4 Petugas Forensik Jadi Penista Agama Syok Kasusnya Dihentikan, Berupaya Ajukan Pra Peradilan

Pelapor 4 Petugas Forensik Jadi Penista Agama Syok Kasusnya Dihentikan, Berupaya Ajukan Pra Peradilan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kasus BCA Salah Transfer Rp 51 Juta | Cerita Pasangan Suami Istri Punya 16 Anak

[POPULER NUSANTARA] Kasus BCA Salah Transfer Rp 51 Juta | Cerita Pasangan Suami Istri Punya 16 Anak

Regional
Sedang Masukkan Buah ke Mobil, Azhari Tewas Ditabrak Pikap dari Belakang

Sedang Masukkan Buah ke Mobil, Azhari Tewas Ditabrak Pikap dari Belakang

Regional
Kisah 4 Ibu Terdakwa Pelemparan Atap Pabrik Tembakau, Bawa Balita ke Penjara, Kini Kasusnya Ditangguhkan

Kisah 4 Ibu Terdakwa Pelemparan Atap Pabrik Tembakau, Bawa Balita ke Penjara, Kini Kasusnya Ditangguhkan

Regional
 7 Polisi di Jambi Kedapatan Pakai Narkoba Saat Sidak Tes Urine

7 Polisi di Jambi Kedapatan Pakai Narkoba Saat Sidak Tes Urine

Regional
Hari Ini Pukul 08.00 WIB, Bobby Nasution Dilantik Jadi Wali Kota Medan

Hari Ini Pukul 08.00 WIB, Bobby Nasution Dilantik Jadi Wali Kota Medan

Regional
Dugaan Investasi Bodong Berkedok Butik di Aceh, Himpun Rp 25 Miliar, Anggotanya 3.000 Orang

Dugaan Investasi Bodong Berkedok Butik di Aceh, Himpun Rp 25 Miliar, Anggotanya 3.000 Orang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X