Ini Kata Dewan Kesenian Lampung Soal Film "Kucumbu Tubuh Indahku" Dihentikan Paksa

Kompas.com - 12/11/2019, 20:43 WIB
Poster Film Kucumbu Tubuh Indahku. IMDb/Fourcolours FilmsPoster Film Kucumbu Tubuh Indahku.

LAMPUNG, KOMPAS.com – Dewan Kesenian Lampung (DKL) meminta organisasi kemasyarakatan (ormas) keagamaan yang menghentikan paksa pemutaran film “Kucumbu Tubuh Indahku” untuk mempelajari dahulu konteks film tersebut.

Pengurus DKL Hermanyah GA mengatakan, film adalah bagian dari seni. Sehingga, dalam pemutaran “Kucumbu Tubuh Indahku” oleh Klub Nonton, Selasa (12/11/2019) di Gedung DKL adalah mengedepankan keseniannya.

Herman pun meminta agar ormas keagamaan itu untuk mempelajari terlebih dahulu film ini. Sehingga tidak mengarah kepada pornografi dan LGBT serta sebagainya.

"Kalau mereka sudah mempelajari film ini baru bisa mengambil sikap. Tetapi kalau belum mempelajari bagaimana bisa tahu," kata Hermansyah.

Baca juga: Ini Penyebab Pemuturan Film Kucumbu Tubuh Indahku Dihentikan Paksa di Lampung

Pemutaran film “Kucumbu Tubuh Indahku” karya Garin Nugroho di Bandar Lampung dihentikan paksa oleh ormas keagamaan saat film sedang berlangsung sekitar pukul 13.30 WIB.

Hermansyah menambahkan, judul film tersebut memang seperti clik bait atau menarik. Namun, inti film yang mewakili Indonesia di Piala Oscar 2020 itu adalah tentang gerak menari menggunakan tubuh.

"Sebenarnya gerakan tubuh itu ekspresi yang indah sehingga film ini masuk nominasi Oscar. Jadi film ini betul-betul luar biasa," kata Hermansyah.

Baca juga: Pemutaran Film Kucumbu Tubuh Indahku Dihentikan Paksa di Bandar Lampung

Belum menonton filmnya

Sejumlah massa ormas keagamaan mendatangi Gedung Dewan Kesenian Lampung (DKL) dan menghentikan pemutaran film Kucumbu Tubuh Indahku yang ditaja oleh Klub Nonton, Selasa (12/11/2019). Massa ormas keagamaan menilai film itu mempromosikan isu LGBT.KOMPAS.com/TRI PURNA JAYA Sejumlah massa ormas keagamaan mendatangi Gedung Dewan Kesenian Lampung (DKL) dan menghentikan pemutaran film Kucumbu Tubuh Indahku yang ditaja oleh Klub Nonton, Selasa (12/11/2019). Massa ormas keagamaan menilai film itu mempromosikan isu LGBT.
Perwakilan ormas keagamaan, Fuad mengatakan, pihaknya bersepakat tidak ada lagi pemutaran film yang melanggar asusila di Kota Bandar Lampung maupun di Provinsi Lampung.

"Yang perlu diketahui bawasannya film yang sedang diputar ini sudah jauh melanggar dari pada asusila. Dalam undang-undang juga ditekankan apalagi dalam agama. Hal itu tidak boleh dan Allah melarang yang namanya itu LGBT," kata Fuad.

Fuad mengaku belum pernah menonton ataupun mengkaji film tersebut.

Dia beralasan datang ke lokasi pemutaran film untuk bertabayyun atau klarifikasi, apakah benar film itu mengandung praktik LGBT seperti yang diketahuinya dari broadcast di media sosial.

Baca juga: Sempat Dikritik, Film Kucumbu Tubuh Indahku Diputar di Semarang

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Daging Kelelawar Gunungkidul Tetap Diburu Pembeli

Daging Kelelawar Gunungkidul Tetap Diburu Pembeli

Regional
Hujan Deras Sebabkan Banjir Lumpur di Kecamatan Ijen, Bondowoso

Hujan Deras Sebabkan Banjir Lumpur di Kecamatan Ijen, Bondowoso

Regional
2 Arca yang Ditemukan di Sleman Berasal dari Abad ke-9

2 Arca yang Ditemukan di Sleman Berasal dari Abad ke-9

Regional
Pria Tewas Dikeroyok karena Dituduh Curi Helm, Polisi Tetapkan 4 Tersangka

Pria Tewas Dikeroyok karena Dituduh Curi Helm, Polisi Tetapkan 4 Tersangka

Regional
Kronologi Porter Lion Air Curi Uang Rp 34,8 Juta dalam Koper di Bandara Kualanamu

Kronologi Porter Lion Air Curi Uang Rp 34,8 Juta dalam Koper di Bandara Kualanamu

Regional
Cegah Penularan Virus Corona, Petugas Rumah Sakit di Jateng Wajib Pakai Masker Khusus

Cegah Penularan Virus Corona, Petugas Rumah Sakit di Jateng Wajib Pakai Masker Khusus

Regional
Besok Mulai Berlaku di Batam, Barang Impor di Atas 3 Dollar AS Kena Bea Masuk

Besok Mulai Berlaku di Batam, Barang Impor di Atas 3 Dollar AS Kena Bea Masuk

Regional
Kisah Ibu 4 Anak Idap Kanker Stadium 4, Makan Andalkan Belas Kasihan Tetangga

Kisah Ibu 4 Anak Idap Kanker Stadium 4, Makan Andalkan Belas Kasihan Tetangga

Regional
Bawa Pisau, Seorang Pria di Pontianak Ngamuk di Kedai Kopi, Tikam Warga hingga Tewas

Bawa Pisau, Seorang Pria di Pontianak Ngamuk di Kedai Kopi, Tikam Warga hingga Tewas

Regional
Dampak Virus Corona, Jumlah Turis China di Bali Zoo Menurun

Dampak Virus Corona, Jumlah Turis China di Bali Zoo Menurun

Regional
Kronologi Terbongkarnya Kebohongan Siswi SMA di Makassar yang Pura-pura Diculik

Kronologi Terbongkarnya Kebohongan Siswi SMA di Makassar yang Pura-pura Diculik

Regional
Bawa Gergaji, Pemuda di Kebumen Ngamuk dan Paksa Masuk ke Bank Danamon

Bawa Gergaji, Pemuda di Kebumen Ngamuk dan Paksa Masuk ke Bank Danamon

Regional
Hendak Memancing, Warga Musi Rawas Temukan Kerangka Manusia di Semak-semak

Hendak Memancing, Warga Musi Rawas Temukan Kerangka Manusia di Semak-semak

Regional
Diperkosa Bertahun-tahun oleh Ayah, Kakak, dan Sepupu, Remaja Wanita di Mamasa Takut Melapor

Diperkosa Bertahun-tahun oleh Ayah, Kakak, dan Sepupu, Remaja Wanita di Mamasa Takut Melapor

Regional
Pemprov NTB Siapkan Corona Crisis Center

Pemprov NTB Siapkan Corona Crisis Center

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X