Setor DP Rp 70 Juta tetapi Rumah Tak Dibangun, 9 Nasabah KPR Lapor Polisi

Kompas.com - 08/11/2019, 14:36 WIB
Sejumlah nasabah KPR melapor ke Polres Mamuju karena merasa ditipu oleh pengembang perumahan. KOMPAS.COM/JUNAEDISejumlah nasabah KPR melapor ke Polres Mamuju karena merasa ditipu oleh pengembang perumahan.

MAMUJU, KOMPAS.com – Sejumah warga mendatangi kantor Polresta Mamuju, Sulawesi Barat, untuk melaporkan pengembang perumahan bersubsidi yang diduga melakukan praktik penipuan, Jumat (8/11/2019).

Mereka mengaku telah menyerahkan uang muka hingga Rp 70 juta sejak 2017 untuk mendapatkan rumah di BTN Magfirah City 3. Namun, hingga menjelang akhir 2019, rumah yang dijanjikan belum dibangun.

Salah satu warga yang melapor, Ela Marliani, mengaku sejak 2017 ia telah menyerahkan uang muka sebesar Rp 51 juta kepada pengembang perumahan dengan harapan ia dan keluarga bisa segera memiliki hunian layak.

Baca juga: Diprotes Warga dan Tak Ber-IMB, Pembangunan Perumahan di Denpasar Disegel


Para korban mengaku telah beberapa kali mendatangi pengembang dan meminta uang mereka dikembalikan. Namun, pihak pengembang menolak mengembalikannya.

Menurut Ela, pengembang beralasan nasabah masih berutang.

“Saya termasuk korban lainnya itu sudah menyerahkan uang muka hingga Rp 70 juta sejak 2017, tapi sampai sekarang pembangunan rumah yang dijanjikan tak kunjung dibangun,” kata Ela.

Kasat Reskrim Polres Mamuju AKP Syamsuriansah menjelaskan, sejak beberapa hari ini sudah ada 9 nasabah yang telah melaporkan kasus penipuan yang dilakukan pihak pengembang.

Pihak kepolisian belum menahan pengembang lantaran saat ini oknum pengembang sedang dirawat di rumah sakit karena mengalami gangguan kesehatan setelah mengetahui dirinya dilaporkan ke pihak berwajib.

“Kita telah menerima sejumlah laporan korban serupa. Kemungkinan jumlahnya masih bisa bertambah,” kata AKP Syamsuriansah.

Rencananya, pihak kepolisian langsung menahan oknum pengembang jika sudah keluar dari rumah sakit. Yang bersangkutan sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Baca juga: Lumpur Beracun Dikubur di Tanah Proyek Perumahan di Karawang

Hingga saat ini tercatat sebanyak 9 orang yang menjadi korban penipuan ini telah melaporkan pengembang ke pihak kepolisian. Sementara jumlah uang yang diserahkan para korban bervariasi, mulai dari Rp 51 juta hingga Rp 70 juta.

Syamsuriansah menyebutkan, tidak tertutup kemingkinan jumlah korban masih akan bertambah. Umumnya korban yang melapor ke polisi berharap uang mereka bisa segera dikembalikan pihak pengembang.

Pihak kepolisian juga saat ini telah meminta pihak keluarga korban perumahan bodong untuk menyerahkan daftar user yang telah menyerahkan uang DP kepada pengembang sejak 2017.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

2020, Pemkot Surabaya Bangun Sekolah di Eks Lokalisasi Dolly

2020, Pemkot Surabaya Bangun Sekolah di Eks Lokalisasi Dolly

Regional
Pencemaran di Sungai Avur, Jombang, Diduga dari Pabrik Kertas

Pencemaran di Sungai Avur, Jombang, Diduga dari Pabrik Kertas

Regional
Petugas Masih Berupaya Evakuasi Kereta Api yang Terguling di Blora

Petugas Masih Berupaya Evakuasi Kereta Api yang Terguling di Blora

Regional
Aniaya PSK karena Tak Mau Bayar Usai Berkencan, Pria Ini Kabur Sambil Telanjang

Aniaya PSK karena Tak Mau Bayar Usai Berkencan, Pria Ini Kabur Sambil Telanjang

Regional
Pemkot Surabaya Cairkan Anggaran Pilkada Tahap Pertama Sebesar Rp 1 Miliar

Pemkot Surabaya Cairkan Anggaran Pilkada Tahap Pertama Sebesar Rp 1 Miliar

Regional
Kisah Kakak Beradik 18 Tahun Alami Kulit Melepuh jika Kena Matahari, Sempat Minta Dibunuh

Kisah Kakak Beradik 18 Tahun Alami Kulit Melepuh jika Kena Matahari, Sempat Minta Dibunuh

Regional
Menristek Tantang ITB Rancang Transportasi Kota Bandung Berbasis Kereta

Menristek Tantang ITB Rancang Transportasi Kota Bandung Berbasis Kereta

Regional
Proyek PLTA Jatigede Capai 73 Persen, September 2020 Siap Beroperasi

Proyek PLTA Jatigede Capai 73 Persen, September 2020 Siap Beroperasi

Regional
Oknum Guru SMP Pendamping Olimpiade Sains yang Cabuli Siswinya di Hotel Berstatus Honorer

Oknum Guru SMP Pendamping Olimpiade Sains yang Cabuli Siswinya di Hotel Berstatus Honorer

Regional
Kasus Bayi Penderita Hydrocephalus, RSUD dr Soetomo Fokus Perbaiki Status Gizinya

Kasus Bayi Penderita Hydrocephalus, RSUD dr Soetomo Fokus Perbaiki Status Gizinya

Regional
Ini Alasan Jaksa KPK Tuntut Mantan Kepala Imigrasi Mataram 7 Tahun Penjara

Ini Alasan Jaksa KPK Tuntut Mantan Kepala Imigrasi Mataram 7 Tahun Penjara

Regional
Mau Bertarung di Pilkada Sumbar, Dibutuhkan 'Isi Tas' Minimal Rp 30 Miliar

Mau Bertarung di Pilkada Sumbar, Dibutuhkan "Isi Tas" Minimal Rp 30 Miliar

Regional
Antisipasi Telur Mengandung Dioksin, Pengusaha Tahu di Sidoarjo Mulai Tinggalkan Bahan Bakar Plastik

Antisipasi Telur Mengandung Dioksin, Pengusaha Tahu di Sidoarjo Mulai Tinggalkan Bahan Bakar Plastik

Regional
Kronologi Bus yang Bawa Siswa SMA Terlibat Tabrakan Beruntun

Kronologi Bus yang Bawa Siswa SMA Terlibat Tabrakan Beruntun

Regional
Program Mensos: Satu Kabupaten/Kota Berdiri Dua Puskessos

Program Mensos: Satu Kabupaten/Kota Berdiri Dua Puskessos

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X