Brigadir AM Jadi Tersangka Penembakan Mahasiswa Kendari, Keluarga: Tersangka Minimal 2 Orang

Kompas.com - 08/11/2019, 11:01 WIB
Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Haluoleo Kendari menyalakan lilin di lokasi tertembaknya dua mahasiswa di Jalan Abdul Silondae , Kendari, Sulawesi Tenggara, 10 Oktober lalu. Randi (21) dan Muhammad Yusuf Kardawi (19) tewas dalam aksi unjuk rasa ribuan mahasiswa pada Kamis, 26 September 2019. Antara/JOJONMahasiswa Fakultas Teknik Universitas Haluoleo Kendari menyalakan lilin di lokasi tertembaknya dua mahasiswa di Jalan Abdul Silondae , Kendari, Sulawesi Tenggara, 10 Oktober lalu. Randi (21) dan Muhammad Yusuf Kardawi (19) tewas dalam aksi unjuk rasa ribuan mahasiswa pada Kamis, 26 September 2019.
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Beberapa tahun lalu, Ramlan menasihati putera sulungnya, Muhammad Yusuf Kardawi, untuk menjadi anggota TNI atau Polri.

Namun, Ramlan mengenang, putranya berkukuh untuk masuk ke jurusan Teknik di Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari.

Ramlan tidak menduga bahwa satu setengah tahun setelah Ramlan menjadi mahasiswa, ia harus berpisah dengan putranya, yang meninggal dalam demonstrasi menuntut penundaan pengesahan RKUHP akhir September lalu.

Baca juga: Kasus Tewasnya Mahasiswa Kendari Terungkap, Anggota Reserse Pelakunya

Yusuf dan seorang mahasiswa UHO lainnya, Himawan Randi, meninggal saat demonstrasi itu.

"Sakit sudah pasti, kami kehilangan buah hati sendiri. Tapi ya pada prinsipnya karena ini takdir, saya dan keluarga mencoba untuk tabah," ujar Ramlan yang tinggal di Kota Raha, Sulawesi Tenggara.

Kepolisian mengatakan Yusuf, yang meninggal akibat luka kritis di kepala, tidak meninggal karena tertembak, tapi karena luka akibat pukulan benda tumpul.

Baca juga: Jadi Tersangka Terkait Demo di Kendari, Brigadir AM Masih Anggota Polisi

Sejumlah mahasiswa Universitas Haluoleo, Kendari, menggelar aksi damai di depan markas Polda Sulawesi Tenggara, menuntut penuntasan kematian dua rekannya, Kamis (17/10). JOJON/ANTARA FOTO Sejumlah mahasiswa Universitas Haluoleo, Kendari, menggelar aksi damai di depan markas Polda Sulawesi Tenggara, menuntut penuntasan kematian dua rekannya, Kamis (17/10).
Sementara, kepolisian mengatakan, Himawan Randi meninggal karena tertembak, dan Brigadir AM sudah ditetapkan sebagai tersangka yang akan menjalani proses pidana akibat penembakan itu.

Brigadir AM adalah satu dari enam polisi yang menerima sanksi disiplin karena membawa senjata api saat mengamankan demonstrasi mahasiswa lalu.

Dalam jumpa pers di Mabes Polri hari Kamis (07/11/2019) Komisaris Besar Polisi Chuzaini Patoppoi mengatakan hal tersebut disimpulkan kepolisian setelah melakukan uji balistik dengan menganalisis tiga proyektil peluru dan enam selongsong yang ditemukan di sekitar tempat kejadian penembakan.

Baca juga: Ini Bukti-bukti Brigadir AM Terlibat dalam Tewasnya Mahasiswa Kendari

"Ditemukan keidentikan dari enam senjata, satu senjata identik dengan dua proyektil dan dua selongsong... identik dengan senjata api jenis HS yang diduga digunakan oleh Brigadir AM," ujar Patoppoi.

Brigadir AM dikenai pasal 351 ayat 3 KUHP, tentang penganiayaan yang menyebabkan kematian, dan atau pasal 359 KUHP, mengenai kealpaan yang menyebabkan orang meninggal, subsider pasal 360 KUHP.

Patoppoi mengatakan AM akan segera ditahan dan berkasnya akan dilimpahkan ke kejaksaan.

Ayah Yusuf, Ramlan, mengatakan hingga kini penyebab kematian puteranya masih simpang siur.

Baca juga: 2 Mahasiswa Tewas dan Ibu Hamil Luka Saat Demo di Kendari, 1 Polisi Jadi Tersangka

Keluarga memanjatkan doa untuk almarhum Immawan Randi (21) di RS Abunawas Kendari, Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis (26/09). ANTARA FOTO Keluarga memanjatkan doa untuk almarhum Immawan Randi (21) di RS Abunawas Kendari, Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis (26/09).

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Positif Corona Jabar Pecah Rekor, Bertambah 962 Orang dalam Sehari

Kasus Positif Corona Jabar Pecah Rekor, Bertambah 962 Orang dalam Sehari

Regional
Lima Burung Langka Serindit Melayu Gagal Diselundupkan ke Jakarta

Lima Burung Langka Serindit Melayu Gagal Diselundupkan ke Jakarta

Regional
Wali Kota Magelang Bertemu Ganjar Pranowo Bahas Aset Eks Mako Akabri

Wali Kota Magelang Bertemu Ganjar Pranowo Bahas Aset Eks Mako Akabri

Regional
Kisah Pilu Elisa, Ditandu untuk Berobat, Tewas Saat Jembatan yang Dilalui Putus

Kisah Pilu Elisa, Ditandu untuk Berobat, Tewas Saat Jembatan yang Dilalui Putus

Regional
Gara-gara Mandi di Depan Rumah, Gadis 16 Tahun Hampir Diperkosa Tetangga

Gara-gara Mandi di Depan Rumah, Gadis 16 Tahun Hampir Diperkosa Tetangga

Regional
Tak Punya Riwayat Penyakit Lain, Mantan Wakil Wali Kota Padang Panjang Sembuh dari Covid-19

Tak Punya Riwayat Penyakit Lain, Mantan Wakil Wali Kota Padang Panjang Sembuh dari Covid-19

Regional
Ayah Cabuli Anak Tiri Selama 6 Tahun, Pelaku Ancam Bunuh Ibu dan Adik

Ayah Cabuli Anak Tiri Selama 6 Tahun, Pelaku Ancam Bunuh Ibu dan Adik

Regional
Rampas Senpi Polisi Saat Diringkus, Maling Ini 7 Jam Dicari, Ternyata Sembunyi di Plafon Rumah

Rampas Senpi Polisi Saat Diringkus, Maling Ini 7 Jam Dicari, Ternyata Sembunyi di Plafon Rumah

Regional
Batal Maju Pilkada Batam Via Jalur Independen, Eks Staf Ahli Ahok Rian Ernest Dilirik Golkar

Batal Maju Pilkada Batam Via Jalur Independen, Eks Staf Ahli Ahok Rian Ernest Dilirik Golkar

Regional
Gara-gara Tak Tahu Jam Acara Nikah Anaknya, Ibu Ini Mengamuk, Ijab Kabul Tertunda

Gara-gara Tak Tahu Jam Acara Nikah Anaknya, Ibu Ini Mengamuk, Ijab Kabul Tertunda

Regional
Oknum Petugas P2TP2A Diduga Cabuli Gadis Korban Perkosaan, Diburu Polisi dan Sesal Sang Ayah

Oknum Petugas P2TP2A Diduga Cabuli Gadis Korban Perkosaan, Diburu Polisi dan Sesal Sang Ayah

Regional
Melawan Saat Ditangkap, Maling Ini Berhasil Lukai 2 Polisi dan Rampas Senpi

Melawan Saat Ditangkap, Maling Ini Berhasil Lukai 2 Polisi dan Rampas Senpi

Regional
Belanja Online di Lumbung Pangan Jatim, Program Gratis Ongkir Kini Jangkau 19 Daerah

Belanja Online di Lumbung Pangan Jatim, Program Gratis Ongkir Kini Jangkau 19 Daerah

Regional
Buang Bayinya di Tempat Sampah, Pasangan Ini Ditangkap Polisi

Buang Bayinya di Tempat Sampah, Pasangan Ini Ditangkap Polisi

Regional
Dampak PSBB Selama Pandemi, Angka Kecelakaan Lalu Lintas di Subang Menurun

Dampak PSBB Selama Pandemi, Angka Kecelakaan Lalu Lintas di Subang Menurun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X