Dua TKI Karawang Korban "Human Trafficking" Diamankan di KBRI Baghdad

Kompas.com - 04/11/2019, 19:39 WIB
Mutiamah menunjukkan foto Rustia, putrinya yang jadi korban TPPO di Irak, Minggu (13/10/2019). KOMPAS.com/FARIDA FARHANMutiamah menunjukkan foto Rustia, putrinya yang jadi korban TPPO di Irak, Minggu (13/10/2019).

KARAWANG, KOMPAS.com - Dua Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Karawang yang jadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang ( TPPO) sudah diamankan di Kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Baghdad, Irak.

Rustia dan Septiani Al Mukaromah ditemukan petugas KBRI di Dahuk, Kurdistan yang jaraknya sekitar 500 kilometer dari Kota Baghdad.

Daerah tersebut disebut sebagai wilayah lawan konflik.

"Pada 30 Oktober 2019 lalu, PMI/TKI tersebut (Rustia dan Septiani) dibawa ke Kedubes RI di Baghdad," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Karawang Ahmad Suroto kepada Kompas.com, Senin (4/11/2019).

Baca juga: Kisah Sedih TKW Rustia Jadi Korban Perdagangan Manusia di Irak

Suroto mengatakan, keduanya tinggal menunggu jadwal kepulangan ke tanah air. Pemkab Karawang bahkan berencana menjemput Rustia dan Septiani ke bandara.

"Kita bersama Bupati Karawang akan menjemput ke bandara hingga menyerahkan ke keluarganya," katanya.

Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana mengatakan dalam upanya pemulangan keduanya, Pemerintah Kabupaten Karawang terus berkoordinasi dengan Badan Nasional Perlindungan dan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) dan Kementerian Luar Negeri.

Cellica menyebutkan, meskipun Rustia dan Septiani berangkat dengan cara unprosedural, Pemkab Karawang tetap berupaya memulangkan keduanya, lantaran tempat mereka berada masuk daerah rawan konflik.

"Ini untuk mencegah keduanya, warga kami, menemui masalah baru di Irak," katanya.

Baca juga: Putrinya Jadi Korban Perdagangan Manusia di Irak, Ini Harapan Sang Ibu

TKI Bermasalah

Kadisnakertrans Karawang Ahmad Suroto menyebut dalam setahun terakhir ada 44 TKI asal Karawang, termasuk Rustia dan Septiani. 

Dari jumlah tersebut, kebanyakan bekerja di Timur Tengah secara ilegal atau prosedural. Sebab, sudah ada moratorium pengiriman TKI ke Timur Tengah sejak 2015.

"Kita berupaya menyelesaikan permasalahan-permasalahan itu satu-per satu," katanya.

Sebelumnya, Rustia dan Septiani diduga menjadi korban TPPO di Kurdistan, Irak. Keduanya diiming-imingi bekerja di Turki dengan gaji Rp 7.000.000.

Namun, bukannya sampai di Turki, keduanya justru dipekerjakan di Kurdistan, Irak.

Baca juga: Dua Warganya Jadi Korban Perdagangan Manusia di Irak, Ini Kata Bupati Karawang



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dinilai Merugikan, Puluhan Warga di Luwu Hentikan Paksa Aktivitas Galian C

Dinilai Merugikan, Puluhan Warga di Luwu Hentikan Paksa Aktivitas Galian C

Regional
IPB: Dana Riset Dasar Minim hingga Kurang Diminati, Indonesia Terancam Impor Riset Negara Lain

IPB: Dana Riset Dasar Minim hingga Kurang Diminati, Indonesia Terancam Impor Riset Negara Lain

Regional
Detik-detik 2 Santri Terseret Air Bah karena Ingin Tolong Teman, 1 Tewas, 1 Hilang

Detik-detik 2 Santri Terseret Air Bah karena Ingin Tolong Teman, 1 Tewas, 1 Hilang

Regional
Digugat IRT yang Tak Terima Dinyatakan Terpapar Covid-19, Gugus Tugas: Sudah Sesuai Prosedur

Digugat IRT yang Tak Terima Dinyatakan Terpapar Covid-19, Gugus Tugas: Sudah Sesuai Prosedur

Regional
Tak Lagi Zona Merah Covid-19, Banjarmasin Berencana Buka Objek Wisata

Tak Lagi Zona Merah Covid-19, Banjarmasin Berencana Buka Objek Wisata

Regional
3 Hari Keluar Kota, Warga Wajib Tunjukkan Hasil Tes Swab Negatif Covid-19 Saat Kembali ke Surabaya

3 Hari Keluar Kota, Warga Wajib Tunjukkan Hasil Tes Swab Negatif Covid-19 Saat Kembali ke Surabaya

Regional
4 Pria Tertangkap Bawa Sabu 6 Kg, Pelaku Diupah Rp 180 Juta

4 Pria Tertangkap Bawa Sabu 6 Kg, Pelaku Diupah Rp 180 Juta

Regional
'Warga Terdaftar Sebagai Penerima tapi Tidak Mendapat Bantuan'

"Warga Terdaftar Sebagai Penerima tapi Tidak Mendapat Bantuan"

Regional
[POPULER NUSANTARA] Bahar bin Smith Jadi Tersangka | Bocah Balita Kerap Minta Maaf karena Trauma

[POPULER NUSANTARA] Bahar bin Smith Jadi Tersangka | Bocah Balita Kerap Minta Maaf karena Trauma

Regional
Mereka yang Merawat Ikrar Sumpah Pemuda di Maluku, Kalbar, dan Sumbar

Mereka yang Merawat Ikrar Sumpah Pemuda di Maluku, Kalbar, dan Sumbar

Regional
Tak Terima Dinyatakan Positif Covid-19, IRT Gugat Gugus Tugas dan RS ke Pengadilan

Tak Terima Dinyatakan Positif Covid-19, IRT Gugat Gugus Tugas dan RS ke Pengadilan

Regional
Tidak Kena Tilang, Belasan Pelanggar Lalu Lintas Disuruh Shalat Gaib di Pinggir Jalan

Tidak Kena Tilang, Belasan Pelanggar Lalu Lintas Disuruh Shalat Gaib di Pinggir Jalan

Regional
Muridnya Menikah Dini, Guru: Sedih Saat Mendengar Siswi Saya Keguguran, KDRT, dan Bercerai

Muridnya Menikah Dini, Guru: Sedih Saat Mendengar Siswi Saya Keguguran, KDRT, dan Bercerai

Regional
Sejumlah Pegawai Setda Positif Covid-19, Kantor Bupati Garut Ditutup Sepekan

Sejumlah Pegawai Setda Positif Covid-19, Kantor Bupati Garut Ditutup Sepekan

Regional
Cerita Yaidah Kesulitan Urus Akta Kematian Putranya di Pemkot Surabaya hingga Harus ke Jakarta

Cerita Yaidah Kesulitan Urus Akta Kematian Putranya di Pemkot Surabaya hingga Harus ke Jakarta

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X