Siswa SMP di Manggarai Timur Hanya Bisa Berdoa Kala Sekolah Mereka Dimakan Rayap dan Hampir Roboh

Kompas.com - 03/11/2019, 16:38 WIB
Empat Ruangan belajar di SMPN 10 Kota Komba di Kampung Gulung, Desa Pong Ruan, Kec. Kota Komba kondisinya sangat darurat dan kini kondisinya miring, Sabtu, (2/11/2019). (KOMPAS.com/MARKUS MAKUR) KOMPAS.COM/MARKUS MAKUREmpat Ruangan belajar di SMPN 10 Kota Komba di Kampung Gulung, Desa Pong Ruan, Kec. Kota Komba kondisinya sangat darurat dan kini kondisinya miring, Sabtu, (2/11/2019). (KOMPAS.com/MARKUS MAKUR)

BORONG, KOMPAS.com - Empat kelas di SMP Negeri 10 di Kampung Gulung, Desa Pong Ruan, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, Flores, Nusa Tenggara Timur nyaris roboh.

Saat ini, kondisi bangunan sudah miring. Sekolah yang dibangun secara darurat oleh orangtua murid pada 2014 lalu masih jauh dari rasa nyaman bagi siswa dan siswi di sekolah tersebut.

Pasalnya, sekolah ini memiliki lantai tanah, berdinding pelupuh serta tiang penopang dari bambu, bahkan atapnya menggubakan bilahan bambu.

Belum lama ini, orangtua murid mengumpulkan dana senilai Rp 2.000.000 untuk memperbaiki bambu-bambu yang sebagian dimakan rayap. Sebab, jika tak segera ditopang oleh bambu yang baru, maka sekolah ini akan roboh.

Ketua Komite SMPN 10 Kota Komba, Aufridus Tandang menjelaskan bahwa sekolah ini didirikan sejak 2012 lalu. Selama dua tahun, siswa dan siswi yang sekolah di SMPN tersebut belajar dan diajar oleh para pendidik di gedung SDK Gulung saat sore hari.

Baca juga: Atap Sekolah Ambruk, Murid SLB Bundaku Bekasi Mengungsi

Saat itu siswa dan siswi mengeluh bahwa mereka mengantuk dan tidak dapat konsentrasi jika belajar pada sore hari.

Para pendidik pun sepakat mengadakan rapat bersama orangtua murid untuk membangun gedung darurat dengan bahan bangunan dari bambu dan pelupuh bambu, berlantai tanah, walaupun beratapkan seng.

"Gedung darurat dibangun 2014 atas swadaya orangtua murid. Lalu Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur membangun dua gedung yang agak layak yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK). Dua gedung ini diperuntukkan satu kelas untuk siswa kelas III dan satu ruangannya untuk Kantor, ruang guru dan perpustakaan," jelasnya kepada Kompas.com di halaman gedung sekolah tersebut, Sabtu, (2/11/2019).

Janji tinggal janji

Kepala Sekolah SMPN 10 Kota Komba, Marselinus Sadin menjelaskan bahwa pihak sekolah sudah mengajukan tiga proposal kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai Timur untuk membangun gedung sekolah sesuai yang disampaikan dari pihak Dinas, namun hingga saat ini proposal itu belum terwujud.

"Pihak Dinas meminta kami untuk ajukan proposal pembangunan gedung sekolah. Permintaan itu kami wujudkan dengan membuat proposal dan menghantar ke Dinas. Kami bolak balik Gulung-Lehong untuk menghantar proposal, namun belum terwujud," kata dia.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

2 Arca yang Ditemukan di Sleman Berasal dari Abad ke-9

2 Arca yang Ditemukan di Sleman Berasal dari Abad ke-9

Regional
Pria Tewas Dikeroyok karena Dituduh Curi Helm, Polisi Tetapkan 4 Tersangka

Pria Tewas Dikeroyok karena Dituduh Curi Helm, Polisi Tetapkan 4 Tersangka

Regional
Kronologi Porter Lion Air Curi Uang Rp 34,8 Juta dalam Koper di Bandara Kualanamu

Kronologi Porter Lion Air Curi Uang Rp 34,8 Juta dalam Koper di Bandara Kualanamu

Regional
Cegah Penularan Virus Corona, Petugas Rumah Sakit di Jateng Wajib Pakai Masker Khusus

Cegah Penularan Virus Corona, Petugas Rumah Sakit di Jateng Wajib Pakai Masker Khusus

Regional
Besok Mulai Berlaku di Batam, Barang Impor di Atas 3 Dollar AS Kena Bea Masuk

Besok Mulai Berlaku di Batam, Barang Impor di Atas 3 Dollar AS Kena Bea Masuk

Regional
Kisah Ibu 4 Anak Idap Kanker Stadium 4, Makan Andalkan Belas Kasihan Tetangga

Kisah Ibu 4 Anak Idap Kanker Stadium 4, Makan Andalkan Belas Kasihan Tetangga

Regional
Bawa Pisau, Seorang Pria di Pontianak Ngamuk di Kedai Kopi, Tikam Warga hingga Tewas

Bawa Pisau, Seorang Pria di Pontianak Ngamuk di Kedai Kopi, Tikam Warga hingga Tewas

Regional
Dampak Virus Corona, Jumlah Turis China di Bali Zoo Menurun

Dampak Virus Corona, Jumlah Turis China di Bali Zoo Menurun

Regional
Kronologi Terbongkarnya Kebohongan Siswi SMA di Makassar yang Pura-pura Diculik

Kronologi Terbongkarnya Kebohongan Siswi SMA di Makassar yang Pura-pura Diculik

Regional
Bawa Gergaji, Pemuda di Kebumen Ngamuk dan Paksa Masuk ke Bank Danamon

Bawa Gergaji, Pemuda di Kebumen Ngamuk dan Paksa Masuk ke Bank Danamon

Regional
Hendak Memancing, Warga Musi Rawas Temukan Kerangka Manusia di Semak-semak

Hendak Memancing, Warga Musi Rawas Temukan Kerangka Manusia di Semak-semak

Regional
Diperkosa Bertahun-tahun oleh Ayah, Kakak, dan Sepupu, Remaja Wanita di Mamasa Takut Melapor

Diperkosa Bertahun-tahun oleh Ayah, Kakak, dan Sepupu, Remaja Wanita di Mamasa Takut Melapor

Regional
Pemprov NTB Siapkan Corona Crisis Center

Pemprov NTB Siapkan Corona Crisis Center

Regional
Ayah, Kakak, dan Sepupu Tak Saling Tahu Telah Memerkosa Remaja Wanita Bertahun-tahun

Ayah, Kakak, dan Sepupu Tak Saling Tahu Telah Memerkosa Remaja Wanita Bertahun-tahun

Regional
Cerita Nelayan Natuna, Gali Lubang Tutup Lubang untuk Cari Ikan di Surga Bahari Perbatasan

Cerita Nelayan Natuna, Gali Lubang Tutup Lubang untuk Cari Ikan di Surga Bahari Perbatasan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X