Ini 5 Sanksi bagi 6 Polisi yang Bawa Senjata Api Saat Pengamanan Demo Mahasiswa Kendari

Kompas.com - 28/10/2019, 17:06 WIB
5 anggota polisi yang bawa senjata api saat pengamanan demo mahasiswa jalani sidang disiplin di Aula Propam Polda Sultra. KOMPAS.COM/KIKI ANDI PATI5 anggota polisi yang bawa senjata api saat pengamanan demo mahasiswa jalani sidang disiplin di Aula Propam Polda Sultra.

KENDARI, KOMPAS.com - Enam polisi yang membawa senjata api saat pengamanan aksi unjuk rasa mahasiswa di gedung DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Kamis (26/9/2019), disanksi karena terbukti melanggar disiplin anggota Polri.

Dalam sidang disiplin yang digelar sebanyak dua kali di ruangan Propam Polda Sultra, keenam polisi disebut telah melanggar pasal 4 huruf D, F dan L Peraturan Polri nomor 2 tahun 2003.

Keenam oknum polisi itu dianggap tidak menaati perintah pimpinan karena membawa senjata api, apalagi berpeluru tajam.

Kepala Sub Bidang Penmas Humas Polda Sultra Kompol Agus Mulyadi mengatakan, atas pelanggaran itu, keenamnya dijatuhi hukuman berupa teguran tertulis, penundaan kenaikkan pangkat, penundaan gaji berkala, dan penundaan pendidikan selama satu tahun.

"Mereka juga dijatuhi hukuman penahanan selama 21 hari, dan tersisa 14 hari pasca dibebastugaskan. Keenamnya akan jalani hukuman di rutan Provos Polda Sultra," ungkap Agus dalam keterangan pers, di Mapolda Sultra, Senin (28/10/2019).

Baca juga: Bawa Senpi saat Kawal Demo Mahasiswa, Kenaikan Pangkat 6 Anggota Polres Kendari Ditunda

Sedangkan untuk dugaan tindak pidana umum berupa tewasnya seorang mahasiswa karena terkena peluru tajam, kasusnya masih diselidiki.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Saat ini pihaknya masih menunggu hasil uji balistik atas proyektil dan peluru yang digunakan enam polisi itu.

"Tunggu hasil pidana umum. Jika mengarah ke penyelidikan dan ada putusan hukum, baru ada hukuman kode etiknya. Kalau belum ada hanya hukuman disiplinnya," ujar Agus.

Ia menambahkan, putusan itu dijatuhkan setelah ke enam polisi menjalani dua kali persidangan, yakni AKP DK menjalani sidang pada 18 dan 23 Oktober 2019, lalu lima sisanya menjalani sidang sejak 17 dan 22 Oktober 2019.

Sebelumnya diberitakan, Kapolda Sultra telah membebastugaskan enam polisi karena membawa senjata api saat aksi unjuk rasa di Kendari.

Selain Dibebastugaskan, lima polisi dari bintara dimutasi di bagian pelayanan markas (Yanma) polda Sultra. Sebelumnya mereka adalah anggota reserse Polres Kendari.

Lalu satu orang yakni mantan kasat Reskrim polres Kendari AKP DK dimutasi di bagian operasional Polda Sultra.

Tiga polisi mengaku melepaskan tembakan ke udara untuk membubarkan aksi mahasiswa yang menolak sejumlah RUU kontroversi di gedung DPRD pada Kamis (26/9/2019).

Baca juga: 5 Polisi yang Bawa Senpi Saat Amankan Demo di Kendari Ternyata Tak Ikut Apel

Dalam demonstrasi itu, satu orang mahasiswa tewas tertembak di dada kanannya, dan satu orang lagi meninggal di Rumah Sakit Bahteramas karena mengalami geger otak akibat benturan benda tumpul.

Seorang ibu hamil juga terkena peluru nyasar saat berada di dalam rumahnya. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UU Minerba Bikin Penghasilan Daerah Minim, Anggota DPD RI Minta Kewenangan Pertambangan Dikembalikan ke Daerah

UU Minerba Bikin Penghasilan Daerah Minim, Anggota DPD RI Minta Kewenangan Pertambangan Dikembalikan ke Daerah

Regional
Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Regional
Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Regional
Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Regional
Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Regional
Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Regional
Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Regional
Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Regional
Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Regional
Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Regional
Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Regional
Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Regional
Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Regional
Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Regional
Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.