Demo Tolak Kedatangan Jokowi di Ambon Dibubarkan Paksa

Kompas.com - 28/10/2019, 13:22 WIB
Belasan mahasiswa yang menggelar aksi unjuk rasa menolak kedatangan Presiden Joko Widodo di Maluku, dibubarkan paksa oleh aparat di depan Tugu Pahlawan dr Leimena, Ambon, Senin (28/10/2019). KOMPAS.com/RAHMAT RAHMAN PATTYBelasan mahasiswa yang menggelar aksi unjuk rasa menolak kedatangan Presiden Joko Widodo di Maluku, dibubarkan paksa oleh aparat di depan Tugu Pahlawan dr Leimena, Ambon, Senin (28/10/2019).

AMBON, KOMPAS.com - Aksi unjuk rasa menolak kedatangan Presiden Joko Widodo di Kota Ambon, Maluku, dilakukan oleh belasan mahasiswa Universitas Pattimura Ambon, Senin (28/10/2019).

Namun, aksi tersebut dibubarkan secara paksa oleh aparat keamanan.

Demo mahasiswa ini dibubarkan secara paksa di depan Tugu Pahlawan Nasional dr Leimena, di kawasan Poka, Kecamatan Teluk Ambon.

Baca juga: Unik, Demo di DPRD NTB, Mahasiswa Berdandan seperti Joker

Pembubaran aksi mahasiswa itu lantaran pendemo menggelar aksinya tanpa ada pemberitahuan sebelumnya.

“Kami menolak Presiden Republik Indonesia datang di Provinsi Maluku, karena tidak ada keuntungannya,” teriak koordinator aksi, Hijrah, yang saat itu tengah dikerumuni sejumlah aparat TNI berpakaian sipil.

Sebelum dibubarkan, para pendemo sempat terlibat adu mulut dengan aparat.

Dalam pernyataan sikap yang diterima Kompas.com, para mahasiswa ini mendesak Presiden dan DPR RI untuk segera mengesahkan Undang-Undang Kepulauan untuk Maluku.

Selanjutnya, mendesak Presiden untuk segera memerintahkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat agar segera merealisasikan anggaran untuk korban gempa bumi yang rumah-rumahnya rusak akibat bencana tersebut.

Dalam pernyataan sikapnya itu, para mahasiswa menilai, kedatangan Presiden Joko Widodo di Maluku bukan untuk kepentingan masyarakat, melainkan untuk kepentingan Blok Masela.

Mahasiswa juga menolak keras pembagian keuntungan dari pengelolaan Blok Masela dengan Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Baca juga: Dituduh Curi Cincin, Gadis di NTT Diikat lalu Dianiaya Kepala Desa dan Warga

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Detik-detik Honda Jazz Tertabrak Kereta Api di Grobogan, Pengemudi Selamat meski Mobil Ringsek

Detik-detik Honda Jazz Tertabrak Kereta Api di Grobogan, Pengemudi Selamat meski Mobil Ringsek

Regional
BIN Gelar Rapid Test Massal di Kawasan Zona Merah Surabaya, 153 Orang Reaktif

BIN Gelar Rapid Test Massal di Kawasan Zona Merah Surabaya, 153 Orang Reaktif

Regional
Pasien Positif Covid-19 di Sulut Bertambah 17, Terbanyak dari Klaster Pasar Pinasungkulan Manado

Pasien Positif Covid-19 di Sulut Bertambah 17, Terbanyak dari Klaster Pasar Pinasungkulan Manado

Regional
Pilkada Diundur, Bakal Cagub Sumbar Siapkan Dana Ekstra sampai Rp 50 Miliar

Pilkada Diundur, Bakal Cagub Sumbar Siapkan Dana Ekstra sampai Rp 50 Miliar

Regional
Pemprov Sulsel Klaim 12 Kabupaten Sudah Aman dari Covid-19

Pemprov Sulsel Klaim 12 Kabupaten Sudah Aman dari Covid-19

Regional
Honda Jazz Remuk Tertabrak Kereta di Grobogan, Terseret 30 Meter lalu Jatuh ke Sawah

Honda Jazz Remuk Tertabrak Kereta di Grobogan, Terseret 30 Meter lalu Jatuh ke Sawah

Regional
Fakta Ayah Setubuhi 2 Anak Tiri hingga Hamil, Terungkap Saat Diinterogasi Keluarga hingga Pelaku Diamuk Warga

Fakta Ayah Setubuhi 2 Anak Tiri hingga Hamil, Terungkap Saat Diinterogasi Keluarga hingga Pelaku Diamuk Warga

Regional
Pada 31 Mei, Maluku Tak Ada Kasus Positif Corona Baru

Pada 31 Mei, Maluku Tak Ada Kasus Positif Corona Baru

Regional
Pemkot Banjarmasin Putuskan Tak Perpanjang PSBB

Pemkot Banjarmasin Putuskan Tak Perpanjang PSBB

Regional
Penjagaan Ketat Perbatasan yang Didukung Warga, Kunci Lebong Nihil Covid-19

Penjagaan Ketat Perbatasan yang Didukung Warga, Kunci Lebong Nihil Covid-19

Regional
Empat Wilayah di Sumsel Bersiap 'New Normal', Palembang Tak Masuk

Empat Wilayah di Sumsel Bersiap "New Normal", Palembang Tak Masuk

Regional
Petugas Berpakaian APD Diusir dan Nyaris Diamuk Warga, Pejabat Desa: Keluarga Keberatan dan Kurang Nyaman

Petugas Berpakaian APD Diusir dan Nyaris Diamuk Warga, Pejabat Desa: Keluarga Keberatan dan Kurang Nyaman

Regional
Kawasan Wisata Lombok Barat Tutup, Ratusan Kendaraan hendak Berkunjung Dipaksa Putar Balik

Kawasan Wisata Lombok Barat Tutup, Ratusan Kendaraan hendak Berkunjung Dipaksa Putar Balik

Regional
Usai Periksa Pasien Covid-19, Perawat Diancam hingga Trauma, Ganjar: Jangan Aneh-aneh, Kita Lagi Kondisi Sulit

Usai Periksa Pasien Covid-19, Perawat Diancam hingga Trauma, Ganjar: Jangan Aneh-aneh, Kita Lagi Kondisi Sulit

Regional
Dari 62 Kasus Positif Covid-19 di Sukabumi, 59 Pasien dari Klaster Institusi Negara

Dari 62 Kasus Positif Covid-19 di Sukabumi, 59 Pasien dari Klaster Institusi Negara

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X