Polisi Tangkap Pembunuh Pria yang Mayatnya Ditemukan di Tol Bocimi, Terpaksa Ditembak

Kompas.com - 28/10/2019, 12:22 WIB
Aparat kepolisian Polres Bogor menampilkan dua pelaku berinisial RZ (29) dan DF (28) pelaku pembunuhan pria yang mayatnya ditemukan di Tol Bocimi Bogor, Jawa Barat, Senin (28/10/2019). KOMPAS.COM/AFDHALUL IKHSANAparat kepolisian Polres Bogor menampilkan dua pelaku berinisial RZ (29) dan DF (28) pelaku pembunuhan pria yang mayatnya ditemukan di Tol Bocimi Bogor, Jawa Barat, Senin (28/10/2019).

KABUPATEN BOGOR, KOMPAS.com - Satreskrim Kepolisian Resor Bogor (Polres Bogor) berhasil meringkus pelaku pembunuhan pria yang jenazahnya ditemukan di pinggir Jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) KM 57, Kecamatan Cigombong, Bogor, Jawa Barat.

Pelaku berinisial RZ alias Abi (29) diketahui membunuh AW (35) di rest area dan membuangnya ke pinggir jalan Tol Bocimi, Bogor.

Kapolres Bogor AKBP Muhammad Joni mengatakan, setelah dilakukan penyelidikan yang cukup panjang selama sebulan, polisi akhirnya berhasil meringkus pelaku RZ di tempat persembunyian di rumah kontrakan Panyileukan, Bandung pada sore hari Sabtu 19 Oktober 2019.

Baca juga: Jenazah Pria Penuh Luka Korban Pembunuhan Tergeletak di Tol Bocimi

Namun, kata Joni, saat dilakukan penangkapan RZ melakukan perlawanan sehingga pihak kepolisian terpaksa menembak bagian kaki kiri tersangka.

"Iya (RZ) berupaya melakukan perlawanan sehingga dilakukan tindakan tegas ( ditembak) dari penyidik saat melakukan penangkapan di kos-kosannya di Bandung," katanya di Mapolres Bogor, Cibinong, Jawa Barat, Senin (28/10/2019).

Joni menyebut, saat penangkapan itu Satreskrim menyita sebilah senjata tajam jenis golok yang digunakan RZ untuk membunuh AW di Rest Area Tol Jagorawi KM 45.

Dari hasil penyelidikan terungkap bahwa AW dibunuh oleh pelaku lantaran adanya cinta segitiga.

Usut punya usut, sebelum membunuh AW, pelaku sempat bertengkar karena menganggap AW merebut pacarnya berinisial DF (28).

AW pun dieksekusi di dalam mobil Toyata Calya warna putih bernomor polisi B 2514 TOZ pada malam hari.

"Iya ada unsur cinta segitiga dan disiasati oleh perempuan DF (28) direncanakan bagaimana si AW bisa datang untuk dibawa ke arah puncak di tengah jalan itulah dieksekusi dengan menggunakan golok," terangnya.

Baca juga: Ada Tol Bocimi, Jakarta-Sukabumi Hanya 3 Jam

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

Regional
Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Regional
'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X