Ada Tol Bocimi, Jakarta-Sukabumi Hanya 3 Jam

Kompas.com - 03/06/2019, 22:50 WIB
Sejauh ini konstruksi jalur tol utama sepanjang 15,3 kilometer itu sudah rampung. Saat ini penyelesaian marka jalan dan penunjang lainnya masih tersisa sedikit.
Dok PT Suryamas DutamakmurSejauh ini konstruksi jalur tol utama sepanjang 15,3 kilometer itu sudah rampung. Saat ini penyelesaian marka jalan dan penunjang lainnya masih tersisa sedikit.

KOMPAS.com - Perjalanan dari Jakarta ke Sukabumi ditempuh dengan waktu tiga jam menggunakan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi). Sebelum adanya jalan bebas hambatan tersebut, perjalanan membutuhkan waktu enam jam saat musim mudik.

"Saya berangkat dari Terminal Pulogadung dengan menggunakan bus umum bersama keluarga sekitar pukul 04.30 WIB dan sampai di Cibadak, Kabupaten Sukabumi pukul 07.30 WIB," kata salah seorang pemudik asal Pulogadung Iyos Rosita saat ditemui di Simpang Cikidang, Cibadak, Senin (3/6/2019).

Baca juga: Kampanye di Sentul, Jokowi Pamer Tol Bocimi

Menurut dia, bus yang memberangkatkannya dari Jakarta tersebut masuk Tol Jagorawi dan saat di Ciawi mengambil jalur Tol Bocimi. Dalam perjalanan hanya ada beberapa titik saja yang tersendat seperti di sekitar Pasar Cicurug dan Parungkuda.

Sebelum adanya tol tersebut, Iyos mudik dari Jakarta ke Sukabumi hingga enam jam meskipun berangkatnya sama pukul 04.30 WIB pada H-2 Lebaran.

Ia merasa terbantu dengan adanya Tol Bocimi tersebut sehingga perjalanan lebih nyaman dan cepat.

Sama seperti pemudik lainnya dari DKI Jakarta, Nanang Susandi bersama keluarganya menggunakan kendaraan pribadi dari Jakarta sekitar pukul 05.00 WIB dan sampai di Kota Sukabumi sekitar pukul 09.00 WIB.

"Saat dalam perjalanan kondisi arus lalu lintas sudah mulai ramai dan baru pertama kali mencoba lewat Jalan Tol Bocomi dari Ciawi hingga Cigombong hanya 15 menit saja. Padahal jika menggunakan jalur utama bisa mencapai satu jam lebih belum lagi jika terjadi macet," katanya.

Baca juga: Maruf Amin Yakin Pembangunan Tol Bocimi Tingkatkan Elektabilitasnya dan Jokowi

Dirinya memilih H-2 pulang ke kampung halamannya di Sukabumi karena ingin lebih santai membawa kendaraan dan dekat dengan Lebaran. Rencananya balik ke Jakarta pada H+4 Lebaran.

Dari pantauan arus lalu lintas di jalur mudik Sukabumi pada pukul 14.00 WIB, volume kendaraan dari arah Bogor seperti di Cicurug dan Parungkuda saat ini sudah mulai dipadati kendaraan yang didominasi milik pribadi baik sepeda motor maupun mobil.

Bahkan di beberapa titik, arus lalu lintas merayap yang dikarenakan berbaurnya warga yang keluar masuk dari pusat perbelanjaan.

Petugas kepolisian yang bersiaga terus mengatur arus lalu lintas untuk mengurai kepadatan kendaraan, dan mengalihkan sebagain kendaraan untuk memasuki jalur alternatif.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X