Jelang Pelantikan Presiden, Bendera Merah Putih 700 Meter Dikibarkan di Lamongan

Kompas.com - 20/10/2019, 13:37 WIB
Aparat keamanan, unsur pemerintahan, pelajar, dan berbagai elemen lain yang ada di Lamongan, turut serta dalam agenda parade merah-putih. Dok. Polres LamonganAparat keamanan, unsur pemerintahan, pelajar, dan berbagai elemen lain yang ada di Lamongan, turut serta dalam agenda parade merah-putih.

LAMONGAN, KOMPAS.com - Pihak keamanan terus berusaha menjaga situasi agar tetap kondusif dan damai, menjelang pelantikan presiden dan wakil presiden.

Salah satunya dengan menggelar parade merah-putih yang melibatkan jajaran pemerintah daerah dan juga warga di alun-alun Lamongan, Minggu (20/10/2019).

Dalam agenda ini, dibentangkan bendera merah-putih sepanjang 700 meter, yang lebih dulu diarak dari Jalan Lamongrejo menuju beberapa ruas jalan di sekitaran kota sebelum finis di alun-alun Lamongan, dengan melibatkan unsur dari kepolisian, TNI, dan juga masyarakat sipil.

"Acara parade merah-putih ini sengaja kami gelar untuk Indonesia damai, sebagai langkah Polri dan TNI serta warga Lamongan untuk menjaga suasana tetap damai, aman, dan kondusif, khususnya di Lamongan, menjelang pelantikan presiden dan wakil presiden," ujar Kapolres Lamongan, AKBP Feby DP Hutagalung, di sela acara parade, Minggu (20/10/2019).

Baca juga: Ratusan Warga Doa Bersama Jelang Pelantikan Jokowi-Maruf

Pada saat diarak berkeliling jalanan yang ada di area Kota Lamongan, tampak juga seorang polisi wanita (polwan) membawa lambang garuda di barisan depan, yang secara beriringan diikuti oleh pelajar dengan membawa ratusan bendera merah-putih berukuran kecil.

Seusai diarak berkeliling jalanan yang ada di area kota, bendera merah-putih kemudian dibentangkan mengelilingi alun-alun Lamongan. Agenda yang sempat menjadi tontonan warga setempat.

"Sejauh ini situasi di Lamongan sangat aman dan kondusif. Meski begitu, sesuai instruksi Bapak Kapolda Jawa Timur, pengamanan dan kewaspadaan tetap harus dijaga, untuk mengantisipasi kemungkinan perkembangan situasi kamtibmas menjelang pelantikan di Jakarta yang dapat berimbas ke daerah," tutur dia.

Ketika bendera merah-putih sepanjang 700 meter selesai dibentangkan di alun-alun Lamongan, para peserta parade dari berbagai elemen masyarakat lantas mengucap ikrar Indonesia damai bersama-sama.

"Mari kita jaga agar situasi yang sudah aman, tentram, dan kondusif ini dapat terus terjaga," imbau Feby.

Tidak hanya aparat keamanan, Bupati Lamongan Fadeli yang turut hadir dalam acara parade bersama dengan jajaran, juga mengajak warga Lamongan untuk terus menjaga kondisi dan situasi tetap aman dan kondusif.

Baca juga: Semobil, Prabowo-Sandiaga Tiba di Acara Pelantikan Jokowi-Maruf

"Parade merah-putih ini sebagai salah satu upaya untuk menumbuhkembangkan kecintaan kita terhadap NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia)," ucap Fadeli.

"Parade merah-putih ini juga menunjukkan, bahwa kita telah bisa melalui proses panjang pesta demokrasi yang puncaknya adalah pelantikan Presiden dan Wakil Presiden secara aman, damai, dan kondusif," lanjut dia.

Selain parade dan pembacaan ikrar Indonesia damai, juga ditampilkan beberapa artis ibu kota untuk menghibur warga Lamongan di pentas yang telah disediakan di alun-alun Lamongan.

Dengan hastag yang diusung, #tolak kerusuhan, tolak anarkis, jogo Lamongan, Lamongan megilan, serta Indonesia damai.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

RSU dr Slamet Garut Minta Tempat Tinggal Sementara untuk Tenaga Medis

RSU dr Slamet Garut Minta Tempat Tinggal Sementara untuk Tenaga Medis

Regional
Hadapi Corona, Ganjar Minta Desa Hidupkan Lagi Tradisi Jimpitan untuk Lumbung Pangan

Hadapi Corona, Ganjar Minta Desa Hidupkan Lagi Tradisi Jimpitan untuk Lumbung Pangan

Regional
9 Kasus Positif Covid-19 di Jayapura, Pemda Pertimbangkan Karantina Wilayah

9 Kasus Positif Covid-19 di Jayapura, Pemda Pertimbangkan Karantina Wilayah

Regional
Meski Ditolak Warga, Pasien Positif Covid-19 Tetap Dimakamkan di Lahan Pemprov Sulsel di Gowa

Meski Ditolak Warga, Pasien Positif Covid-19 Tetap Dimakamkan di Lahan Pemprov Sulsel di Gowa

Regional
Gedung Bekas Rumah Sakit di Kota Kediri Kembali Difungsikan Rawat ODP

Gedung Bekas Rumah Sakit di Kota Kediri Kembali Difungsikan Rawat ODP

Regional
Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sebut Anggaran untuk Corona Sekitar Rp 200 Miliar

Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sebut Anggaran untuk Corona Sekitar Rp 200 Miliar

Regional
Masker Langka dan Mahal, Alumni BLK di Pekalongan Jahit 1000 Lembar

Masker Langka dan Mahal, Alumni BLK di Pekalongan Jahit 1000 Lembar

Regional
Mayoritas Pasien Corona di RSHS Berusia 50 Tahun dan Punya Riwayat Penyakit

Mayoritas Pasien Corona di RSHS Berusia 50 Tahun dan Punya Riwayat Penyakit

Regional
Pemkot Pontianak Kucurkan Dana Rp 37 Miliar untuk Tangani Virus Corona

Pemkot Pontianak Kucurkan Dana Rp 37 Miliar untuk Tangani Virus Corona

Regional
5 Hal Penting Soal Dua Pocong yang Viral hingga Korea Selatan, Foto Tahun 2019 dan Hanya Iseng

5 Hal Penting Soal Dua Pocong yang Viral hingga Korea Selatan, Foto Tahun 2019 dan Hanya Iseng

Regional
Cegah Corona di Lapas Tegal, 57 Narapidana Dibebaskan

Cegah Corona di Lapas Tegal, 57 Narapidana Dibebaskan

Regional
KNPI Jabar Siapkan Pilot untuk Drone Penyemprot Disinfektan

KNPI Jabar Siapkan Pilot untuk Drone Penyemprot Disinfektan

Regional
ODP Covid-19 yang Meninggal Saat Hendak Melahirkan Diduga Keracunan, Bukan Positif Corona

ODP Covid-19 yang Meninggal Saat Hendak Melahirkan Diduga Keracunan, Bukan Positif Corona

Regional
Sempat Ingin Lari, Pasien Sembuh Covid-19: Saya Harus Menyelamatkan Diri, Keluarga, Masyarakat

Sempat Ingin Lari, Pasien Sembuh Covid-19: Saya Harus Menyelamatkan Diri, Keluarga, Masyarakat

Regional
Pemda DIY Siapkan Dua lokasi untuk Karantina Pasien Covid-19

Pemda DIY Siapkan Dua lokasi untuk Karantina Pasien Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X