Ratusan Warga Doa Bersama Jelang Pelantikan Jokowi-Ma'ruf

Kompas.com - 20/10/2019, 10:25 WIB
Ratusan Masyarakat Trenggalek Jawa Timur,Mengikuti Doa Bersama Jelang Pelantikan Presiden Dan Wakil Presiden di halaman mapolres Trenggalek (20/10/2019). SLAMET WIDODORatusan Masyarakat Trenggalek Jawa Timur,Mengikuti Doa Bersama Jelang Pelantikan Presiden Dan Wakil Presiden di halaman mapolres Trenggalek (20/10/2019).

TRENGGALEK, KOMPAS.com - Ratusan masyarakat Trenggalek dari berbagai organisasi maupun pelajar serta sejumlah tokoh Agama, melaksanakan doa bersama di halaman markas Polisi Resor Trenggalek Jawa Timur, Minggu (20/10/2019).

Acara doa bersama ini bertujuan agar proses pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia berjalan lancar, serta keamanan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia tetap terjaga.

Para undangan kegiatan yang bertajuk "Istighosah dan Doa kebangsaan" ini, mulai memadati halaman Mapolres Trenggalek sejak pukul 05.30 WIB.

Baca juga: Jelang Pelantikan Presiden, Bupati Bogor Minta Semua Pihak Tak Terbujuk Ajakan Provokatif

 

Kemudian sekitar pukul 06.00 WIB, kegiatan dimulai dan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Sebelum istighosah dimulai, juga dibacakan ikrar kebangsaan dan diikuti oleh seluruh masyarakat.

“Betul, pagi ini kami lakukan kegiatan doa bersama, supaya bangsa ini selalu diberi keselamatan,” terang Kapolres Trenggalek AKBP, Jean Calvijn Simanjuntak.

Di atas panggung terlihat, sejumlah tokoh agama dan tokoh organisasi pemuda, serta forum komunikasi pimpinan daerah (OPD) turut hadir dalam acara ini.

Dengan khidmat, ratusan masyarakat, menyimak bacaan doa yang dilantunkan dari salah satu tokoh agama pemimpin doa. 

Jean dalam sambutannya mengharapkan, dengan doa bersama ini membawa keberkahan seluruh masyarakat Trenggalek, serta kelancaran dan keamanan bagi seluruh rakyat Indonesia. 

"Mari kita jaga Jawa Timur, untuk Indonesia Maju. sejak beberapa hari lalu, kami rutin patroli guna menciptakan rasa aman dan nyaman menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden hingga usai," terang Jean Calvijn.

Setelah acara istighosah dan doa bersama selesai, seluruh warga yang hadir menandatangai deklarasi anti anarkisme.

Baca juga: Gempa Susulan di Ambon Terus Terjadi, Warga Gelar Doa Bersama

 

Suasana lebih semarak ketika proses penandatanganan diiringi dengan menyanyikan lagu Ya lal waton sambil menggenggam bendera Merah Putih.

Kemudian, di akhir acara, diteruskan dengan pengajian dari salah satu tokoh agama, yang mengambil tema kerukunan antar umat beragama.

Setelah pengajian selesai, kapolres Trenggalek bersama tamu kehormatan meninjau pengamanan di sejumlah gereja, yang tengah menjalankan ibadah.

"Kami bersama Bapak Dandim dan bupati, langsung meninjau ke sejumlah gereja," ujar dia.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Libur Lebaran di Pantai, Dua Warga Cianjur Terseret Ombak

Libur Lebaran di Pantai, Dua Warga Cianjur Terseret Ombak

Regional
Kepala Desa Dikeroyok Usai Tegur Jemaah Shalat Id di Masjid, 13 Orang Diamankan

Kepala Desa Dikeroyok Usai Tegur Jemaah Shalat Id di Masjid, 13 Orang Diamankan

Regional
Jadi Klaster Aktif Penyebaran Covid-19, Pasar Pinasungkulan Manado Berlakukan Ganjil Genap

Jadi Klaster Aktif Penyebaran Covid-19, Pasar Pinasungkulan Manado Berlakukan Ganjil Genap

Regional
1.932 kendaraan Diputar Balik Selama PSBB Parsial di Cianjur

1.932 kendaraan Diputar Balik Selama PSBB Parsial di Cianjur

Regional
Kronologi Kepala Desa Dikeroyok Usai Tegur Jemaah yang Shalat Id di Masjid

Kronologi Kepala Desa Dikeroyok Usai Tegur Jemaah yang Shalat Id di Masjid

Regional
'Lebaran Dulu Dapat Sampai Rp 700.000, Sekarang Cuma Rp 50.000 Sehari'

"Lebaran Dulu Dapat Sampai Rp 700.000, Sekarang Cuma Rp 50.000 Sehari"

Regional
Seorang Pedagang Meninggal Reaktif Covid-19, Pasar Kebun Semai Palembang Ditutup

Seorang Pedagang Meninggal Reaktif Covid-19, Pasar Kebun Semai Palembang Ditutup

Regional
Bupati Bener Meriah Ajukan Surat Pengunduran Diri Langsung ke Mendagri

Bupati Bener Meriah Ajukan Surat Pengunduran Diri Langsung ke Mendagri

Regional
Ambulans Tertahan Penutupan Jalan, Bayi Dalam Kandungan Meninggal

Ambulans Tertahan Penutupan Jalan, Bayi Dalam Kandungan Meninggal

Regional
[POPULER NUSANTARA] ODGJ Babak Belur Dihajar 2 Polisi | Fakta Baru Ibu Anak Sewa Ambulans untuk Mudik

[POPULER NUSANTARA] ODGJ Babak Belur Dihajar 2 Polisi | Fakta Baru Ibu Anak Sewa Ambulans untuk Mudik

Regional
Fakta Polisi Ngamuk Ditegur Tak Pakai Masker, Kabur Pakai Fortuner hingga Dimutasi Kapolda Jabar

Fakta Polisi Ngamuk Ditegur Tak Pakai Masker, Kabur Pakai Fortuner hingga Dimutasi Kapolda Jabar

Regional
PSBB Surabaya Raya Diperpanjang hingga 8 Juni

PSBB Surabaya Raya Diperpanjang hingga 8 Juni

Regional
Curi Ponsel Pasien Positif Covid-19, Pelaku Ikut Diisolasi

Curi Ponsel Pasien Positif Covid-19, Pelaku Ikut Diisolasi

Regional
3 Klaster Ini Sumbang Kasus Covid-19 Terbanyak di Sulut

3 Klaster Ini Sumbang Kasus Covid-19 Terbanyak di Sulut

Regional
Bunuh dan Buang Bayinya, Seorang Bidan di Kalteng Ditangkap Polisi

Bunuh dan Buang Bayinya, Seorang Bidan di Kalteng Ditangkap Polisi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X