Jelang Pelantikan Jokowi, Polresta Surakarta Larang Kegiatan Pengerahan Massa

Kompas.com - 18/10/2019, 14:33 WIB
Kapolresta Surakarta AKBP Andy Rifai di Solo, Jawa Tengah, Jumat (18/10/2019). KOMPAS.com/LABIB ZAMANIKapolresta Surakarta AKBP Andy Rifai di Solo, Jawa Tengah, Jumat (18/10/2019).

 

SOLO, KOMPAS.com - Polresta Surakarta melarang adanya kegiatan pengerahan massa yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Jokowi-KH Ma'ruf Amin.

Pelantikan presiden dan wakil presiden rencana dilaksanakan Minggu (20/10/2019) sore.

"Sementara kegiatan-kegiatan yang mengerahkan massa dan berpotensi adanya gangguan Kamtibmas kita pending dulu," kata Kapolresta Surakarta AKBP Andy Rifai di Solo, Jawa Tengah, Jumat (18/10/2019).

Baca juga: Dinilai Lamban Selesaikan Tabrak Lari di Overpass Manahan, Kapolresta Surakarta Digugat Praperadilan

Pihaknya baru akan memberikan izin kegiatan yang sifatnya pengerahan massa setelah pelantikan presiden dan wakil presiden selesai.

Andy mengatakan telah menyampaikan kepada koordinator aksi maupun relawan supaya pada Minggu tidak ada konvoi kendaraan.

"Tidak ada izin kegiatan demonstrasi," terangnya.

Andy juga menyebutkan jumlah personel yang diterjunkan untuk mengamankan Solo menjelang pelantikan presiden dan wakil presiden ada sekitar 700 personel.

"Walaupun pelaksanaannya di Jakarta, kami melaksanakan kegiatan imbangan sehingga tidak ada orang atau pihak yang berupaya mengganggu situasi di sini," tandasnya.

Baca juga: Car Free Day Bekasi Ditiadakan pada Hari Pelantikan Jokowi-Maruf

Dalam melakukan pengamanan ini, pihaknya juga melakukan patroli dengan menyisir ke tempat-tempat yang dianggap rawan.

Seperti tempat ibadah, pusat perbelanjaan, kegiatan acara syukuran tim pendukung dan sebagainya.

Sementara untuk pengamanan daerah VVIP atau sekitar kediaman Presiden Jokowi, lanjut Andy dilakukan dengan pola berlapis.

Pola berlapis yang dimaksudkan adalah pengamanan ring 1 dilakukan oleh Paspampres, ring 2 dan 3 pengamanan dilakukan dari satuan wilayah, terdiri gabungan antara kepolisian dan TNI.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Akibat Hujan Deras di Tanjung Raya Agam, 1 Tewas, 13 Rumah Rusak, Akses Jalan Lumpuh

Akibat Hujan Deras di Tanjung Raya Agam, 1 Tewas, 13 Rumah Rusak, Akses Jalan Lumpuh

Regional
Buntut Konflik Tanah di Flores Timur: Polisi dan Istri Disandera, Rumah Rohaniawan Dirusak, 7 Orang Ditangkap

Buntut Konflik Tanah di Flores Timur: Polisi dan Istri Disandera, Rumah Rohaniawan Dirusak, 7 Orang Ditangkap

Regional
Derita Nenek Theresia, Tinggal di Gubuk Bekas Toilet Warga Tanpa Listrik

Derita Nenek Theresia, Tinggal di Gubuk Bekas Toilet Warga Tanpa Listrik

Regional
Ketika Trayek Angkot di Tasikmalaya Jadi Istilah Transaksi Narkoba

Ketika Trayek Angkot di Tasikmalaya Jadi Istilah Transaksi Narkoba

Regional
Jenazah Tersangka Teroris Abu Alfat Dimakamkan di Medan, Sang Ibu Tak Sanggup Turun dari Mobil

Jenazah Tersangka Teroris Abu Alfat Dimakamkan di Medan, Sang Ibu Tak Sanggup Turun dari Mobil

Regional
Pabrik Sepatu Hengkang ke Jateng, Pengangguran Berpotensi Naik hingga Gubernur Banten Janjikan Investasi Baru

Pabrik Sepatu Hengkang ke Jateng, Pengangguran Berpotensi Naik hingga Gubernur Banten Janjikan Investasi Baru

Regional
Franz Magnis Suseno: Negara Harus Intoleran terhadap Intoleransi

Franz Magnis Suseno: Negara Harus Intoleran terhadap Intoleransi

Regional
Fakta Sidang Suap Bupati Muara Enim: Minta Mobil Lexus, Wakil Bupati dan 22 Anggota DPRD Ikut Terlibat

Fakta Sidang Suap Bupati Muara Enim: Minta Mobil Lexus, Wakil Bupati dan 22 Anggota DPRD Ikut Terlibat

Regional
[POPULER NUSANTARA] Cerita di Balik Perjuangan Hidup Dewi | 10 Pabrik Sepatu Pilih Hengkang ke Jateng

[POPULER NUSANTARA] Cerita di Balik Perjuangan Hidup Dewi | 10 Pabrik Sepatu Pilih Hengkang ke Jateng

Regional
Korban Robohnya Aula SMKN 1 Miri Dapat Bantuan Pengobatan dari Pemkab Sragen

Korban Robohnya Aula SMKN 1 Miri Dapat Bantuan Pengobatan dari Pemkab Sragen

Regional
Waspada, 'The Silent Killer' Penurunan Muka Tanah Ancam Wilayah Semarang

Waspada, "The Silent Killer" Penurunan Muka Tanah Ancam Wilayah Semarang

Regional
Fakta Pria 70 Tahun Ditemukan Tewas di Balikpapan, Diduga Korban Pembunuhan hingga Masih Diselidiki

Fakta Pria 70 Tahun Ditemukan Tewas di Balikpapan, Diduga Korban Pembunuhan hingga Masih Diselidiki

Regional
Batal Jadi Pembicara di Seminar Sesko TNI, Menhan Prabowo Rapat Terbatas dengan Presiden

Batal Jadi Pembicara di Seminar Sesko TNI, Menhan Prabowo Rapat Terbatas dengan Presiden

Regional
Dituding Rugikan Mitra Individu, Grab dan PT TPI Jalani Sidang di KPPU Medan

Dituding Rugikan Mitra Individu, Grab dan PT TPI Jalani Sidang di KPPU Medan

Regional
Ini Reaksi Umar Patek Saat Istrinya Resmi Jadi WNI, Tanda Cinta 'Saranghae' hingga 2,5 Tahun Menunggu

Ini Reaksi Umar Patek Saat Istrinya Resmi Jadi WNI, Tanda Cinta "Saranghae" hingga 2,5 Tahun Menunggu

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X