Menkes Pastikan Rumah Sakit Darurat Tetap Layani Pengungsi Gempa

Kompas.com - 16/10/2019, 18:09 WIB
Menteri Kesehatan Nila Moeloek di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (14/5/2019). KOMPAS.com/JESSI CARINA Menteri Kesehatan Nila Moeloek di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (14/5/2019).

AMBON, KOMPAS.com - Menteri Kesehatan ( Menkes) RI, dr Nila Djuwita Moeloek memastikan pelayanan kesehatan di Rumah Sakit dr Ishak Umarela yang berada di lokasi pengungsian di Desa Tulehu, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, tetap berjalan seperti biasa.

Dia mengatakan, saat gempa, rumah sakit tersebut ikut mengalami kerusakan sehingga harus dipindahkan di lokasi sementara, yang berada di kawasan pengungsian di area kampus Universitas Darusalam, Desa Tulehu.

“Karena saya mendengar kami seolah-olah tidak melakukan pelayanan kesehatan, kami lakukan (pelayanan), ini dokter-dokter semua mereka tinggal di sini, sampai tinggal di mobil, ada enam spesialis. Tadi, saya lihat ada kamar operasinya, tempat melahirkan, tempat anak-anak dan sebagainya," kata Nila Moeloek, kepada wartawan, di rumah sakit tersebut (16/10/2019).

Baca juga: Pembaca Kompas Salurkan Bantuan Kemanusiaan ke Pengungsi Gempa Maluku

Dia mengatakan, RSUD dr Ishak Umarela yang mengalami keruskaan saat gempa tidak dimungkinkan lagi untuk diperbaiki atau direnovasi.

Sebab, kerusakannya sangat parah, sehingga harus dicari lahan baru untuk membangun rumah sakit tersebut.

“Rumah sakitnya kena, kalau pun diperbaiki kami ragu, karena itu dari sumber air panas, gempanya dekat pantai, episentrumnya ada di sana. Jadi, harus dipikirkan, barangkali tidak mungkin di sana lagi membangunnya, tetapi mencari lahan yang amanlah," ungkap dia.

Adapun RSUD dr Ishak Umarela yang masih beroperasi di lokasi pengungsian dengan menggunakan tenda-tenda darurat.

Nila Moeloek berharap agar untuk sementara waktu bisa dipindahkan ke dalam bangunan gedung Unidar Tulehu.

Baca juga: 20 Hari Mengungsi di Hutan, Korban Gempa Hanya Dapat 5 Bungkus Mi Instan

“Nah, ini lebih lebih bagus, tapi hanya sementara pakai tenda dulu. Tapi, tetap pelayanan kesehatan tetap (jalan) ya,” ujar dia.

Dia menyebut, semua rumah sakit dan puskesmas di tiga daerah terdampak gempa tetap memberikan pelayanan kepada warga, khususnya para pengungsi.

"Ada puskesmas dan rumah sakit, semuanya bergerak untuk melayani,” ujar dia. 

Baca tentang


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Multazam, Pelajar SMA yang Terjatuh di Gunung Piramid, Ditemukan Meninggal

Multazam, Pelajar SMA yang Terjatuh di Gunung Piramid, Ditemukan Meninggal

Regional
Dua Pegawai Positif Covid-19, Kantor Pusat Bank Banten Diminta Tutup Sementara

Dua Pegawai Positif Covid-19, Kantor Pusat Bank Banten Diminta Tutup Sementara

Regional
Satu Jenazah Ditemukan di Luwu Utara, BPBD Sebut Bukan Korban Banjir

Satu Jenazah Ditemukan di Luwu Utara, BPBD Sebut Bukan Korban Banjir

Regional
Ini Alasan Gubernur Banten Perpanjang PSBB Tangerang Raya

Ini Alasan Gubernur Banten Perpanjang PSBB Tangerang Raya

Regional
4 Pegawai Positif Covid-19, Puskesmas Wringinanom Ponorogo Tutup 10 Hari

4 Pegawai Positif Covid-19, Puskesmas Wringinanom Ponorogo Tutup 10 Hari

Regional
Puncak Gunung Piramid di Mata Pendaki: Saya Harus 'Ngesot' karena Sangat Sulit

Puncak Gunung Piramid di Mata Pendaki: Saya Harus "Ngesot" karena Sangat Sulit

Regional
Warga Berupaya Rebut Jenazah Covid-19, Buka Kantong Jenazah, dan Menciumnya

Warga Berupaya Rebut Jenazah Covid-19, Buka Kantong Jenazah, dan Menciumnya

Regional
Pencarian WN Amerika di Teluk Ambon Diperluas, Korban Belum Ditemukan

Pencarian WN Amerika di Teluk Ambon Diperluas, Korban Belum Ditemukan

Regional
PSBB Tangerang Raya Diperpanjang hingga 8 Kali, Ini Penyebabnya

PSBB Tangerang Raya Diperpanjang hingga 8 Kali, Ini Penyebabnya

Regional
Wisma Atlet Jakabaring Palembang Tak Lagi Rawat Pasien Covid-19

Wisma Atlet Jakabaring Palembang Tak Lagi Rawat Pasien Covid-19

Regional
Kasus Fetish Kain Jarik, Polisi: Pengakuan Tersangka Ada 25 Korban

Kasus Fetish Kain Jarik, Polisi: Pengakuan Tersangka Ada 25 Korban

Regional
Sulitnya Mendaki Gunung Piramid, Turun dari Puncak Harus 'Ngesot'

Sulitnya Mendaki Gunung Piramid, Turun dari Puncak Harus "Ngesot"

Regional
Miris, Remaja Ini Tewas Dikeroyok Teman Usai Dituduh Curi Uang Rp 100.000

Miris, Remaja Ini Tewas Dikeroyok Teman Usai Dituduh Curi Uang Rp 100.000

Regional
Detik-detik Remaja Tewas Dikeroyok Temannya, Berawal dari Curi Uang Rp 100.000

Detik-detik Remaja Tewas Dikeroyok Temannya, Berawal dari Curi Uang Rp 100.000

Regional
Detik-detik Menegangkan Polisi Kejar Pencuri Mobil dari Jakarta, Tertangkap di Bypass Lohbener

Detik-detik Menegangkan Polisi Kejar Pencuri Mobil dari Jakarta, Tertangkap di Bypass Lohbener

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X