Nyinyir di Facebook soal Penusukan Wiranto, Pegawai Undip Dilaporkan ke Polisi

Kompas.com - 16/10/2019, 10:01 WIB
Bupati batang Jawa Tengah Wihaji menyerahkan sertifikat tanah kepada Rektor Undip Yos Johan Utama. ARI HIMAWAN SARONOBupati batang Jawa Tengah Wihaji menyerahkan sertifikat tanah kepada Rektor Undip Yos Johan Utama.

SEMARANG, KOMPAS.com - Seorang pegawai Universitas Diponegoro ( Undip) Semarang dilaporkan ke Polda Jateng oleh organisasi Gerakan Jalan Lurus (GJL), Senin (14/10/2019).

Seorang pegawai yang diketahui berinisial IN ini dilaporkan lantaran mengunggah konten di akun Facebooknya yang dianggap menghina Menko Polhukam Wiranto.

Salah satunya terkait penusukan Wiranto di Pandeglang, Banten, pekan lalu.

Ada dua konten yang diunggah IN, yaitu pada 8 dan 10 Oktober 2019.

Pada unggahan pertama, tampak gambar Wiranto dan telapak kaki.

Lalu unggahan kedua, dia mengambil tangkapan layar sebuah gambar pemberitaan Wiranto di sebuah media online disertai caption "Anda percaya? Kalo (kalau) sy (saya) tentu tidak!"

"Kita sudah mendengar itu dan sekarang ditangani kepolisian. Maka kita tunggu hasil dari polisi dulu," ujar Rektor Undip Yos Johan Utama, saat dikonfirmasi, Selasa (15/10/2019).

Baca juga: Istri Anggota Kodim Wonosobo Nyinyir di Facebook Soal Wiranto, Kodam Investigasi

Yos mengungkapkan, pihaknya telah berulang kali mengingatkan kepada jajaran pegawai Undip supaya tidak berlebihan menggunakan media sosial.

Hal itu dilakukan agar jangan sampai menimbulkan masalah karena konten yang diunggah di medsos.

Saat ini pihaknya sedang menunggu hasil penyelidikan yang dilakukan polisi, sebelum membawa kasus ini ke ranah sidang kode etik.

Yos menyatakan, kewenangan ada di tangan kepolisian. Pihak kampus akan mengecek rekomendasi untuk menentukan sanksi disiplin bagi IN.

Baca juga: Posting Status Nyinyir tentang Penusukan Wiranto, Dosen Untidar Magelang Diperiksa

Sejauh ini, Yos mengaku IN masih aktif bekerja di Undip. Hal itu tampak dari daftar hadir setiap instansi.

"Sampai sekarang dia masih kerja," ujar Yos.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Klaster Baru, Sejumlah Santri di Banyumas Positif Covid-19, 2 Ponpes Diminta Lockdown

Klaster Baru, Sejumlah Santri di Banyumas Positif Covid-19, 2 Ponpes Diminta Lockdown

Regional
Beras Bansos Bercampur Biji Plastik, Ini Kata Bupati Cianjur

Beras Bansos Bercampur Biji Plastik, Ini Kata Bupati Cianjur

Regional
Detik-detik Pasar Wage di Purwokerto Terbakar, Ratusan Pedagang Panik Selamatkan Dagangan

Detik-detik Pasar Wage di Purwokerto Terbakar, Ratusan Pedagang Panik Selamatkan Dagangan

Regional
Bupati Aceh Barat Positif Terjangkit Virus Corona

Bupati Aceh Barat Positif Terjangkit Virus Corona

Regional
Tak Pernah Nikmati Listrik, Warga Desa di NTT Merasa Dianaktirikan Negara

Tak Pernah Nikmati Listrik, Warga Desa di NTT Merasa Dianaktirikan Negara

Regional
Wanita Ditemukan Tinggal di Gorong-gorong 2 Bulan, Dinsos Buleleng: Kita Dampingi

Wanita Ditemukan Tinggal di Gorong-gorong 2 Bulan, Dinsos Buleleng: Kita Dampingi

Regional
Kena PHK di Malaysia, Ratusan TKI Asal Aceh Alami Kesulitan Ekonomi

Kena PHK di Malaysia, Ratusan TKI Asal Aceh Alami Kesulitan Ekonomi

Regional
Bupati Timor Tengah Utara Marah-marah Lihat Perlakuan Polisi terhadap Warga

Bupati Timor Tengah Utara Marah-marah Lihat Perlakuan Polisi terhadap Warga

Regional
Pasar Wage Purwokerto Terbakar, Api Diduga Berasal dari Lantai 1

Pasar Wage Purwokerto Terbakar, Api Diduga Berasal dari Lantai 1

Regional
Dikejar TNI AL, Penyelundup Buang 10 Kilogram Sabu ke Laut

Dikejar TNI AL, Penyelundup Buang 10 Kilogram Sabu ke Laut

Regional
Gajah Betina yang Terluka Parah akibat Jerat Akhirnya Melahirkan

Gajah Betina yang Terluka Parah akibat Jerat Akhirnya Melahirkan

Regional
Pembunuh Sadis yang Diduga Gangguan Jiwa Masih Berkeliaran dan Membuat Warga Panik

Pembunuh Sadis yang Diduga Gangguan Jiwa Masih Berkeliaran dan Membuat Warga Panik

Regional
Pengamat: Perppu Nomor 2 Tahun 2020 Memungkinkan Pilkada Ditunda

Pengamat: Perppu Nomor 2 Tahun 2020 Memungkinkan Pilkada Ditunda

Regional
Berkebun, Cara Warga Desa di Ciamis Berjuang di Tengah Pandemi

Berkebun, Cara Warga Desa di Ciamis Berjuang di Tengah Pandemi

Regional
Wanita yang Hilang 8 Bulan dan Ditemukan Tinggal di Gorong-gorong Depresi Orangtua Meninggal

Wanita yang Hilang 8 Bulan dan Ditemukan Tinggal di Gorong-gorong Depresi Orangtua Meninggal

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X