Posting Status Nyinyir tentang Penusukan Wiranto, Dosen Untidar Magelang Diperiksa

Kompas.com - 15/10/2019, 10:34 WIB
Kepala Biro Umum dan Keungan Untidar Among Wiwoho dan Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, Perencanaan dan Kerjasama (BAKPK) Untidar Giri Atmoko, saat memberikan keterangan resmi terkait dugaan ujaran kebencian yang dilakukan oleh salah satu dosen, Hendrarto, di ruang multimedia Untidar, Senin (14/10/2019). Dok. Humas UntidarKepala Biro Umum dan Keungan Untidar Among Wiwoho dan Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, Perencanaan dan Kerjasama (BAKPK) Untidar Giri Atmoko, saat memberikan keterangan resmi terkait dugaan ujaran kebencian yang dilakukan oleh salah satu dosen, Hendrarto, di ruang multimedia Untidar, Senin (14/10/2019).

MAGELANG, KOMPAS.com - Seorang dosen di Universitas Tidar ( Untidar) Magelang, berinisial H, diperiksa tim kode etik Untidar karena diduga melakukan ujaran kebencian di media sosial Facebook terkait penusukan Menko Polhukam Wiranto. 

Dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Kepala Biro Umum dan Keuangan Untidar Among Wiwoho menjelaskan, pemeriksaan terhadap H berdasarkan surat peringatan dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) agar segera mengusut dan menindak tegas dosen tersebut.

“Kampus akan memproses dosen yang bersangkutan sesuai prosedur. Ada beberapa tahapan yang akan ditempuh dan proses tersebut telah dimulai Senin (14/10/2019),” ujar Among.

Baca juga: Bupati Sedih Pandeglang Sering Ditimpa Musibah, Mulai Tsunami hingga Penusukan Wiranto

Langkah pertama yang dilakukan adalah memanggil H setelah pihak kampus menerima laporan adanya dugaan postingan tidak layak dan menjurus ujaran kebencian.

Proses kemudian dilanjutkan ke Dewan Kode Etik. Proses terakhir di bagian Pembinaan Aparatur (Binap) Untidar.

"Arahannya akan dilakukan pemeriksaan sesuai prosedur, apa hasilnya nanti tergantung nanti. Kita menganut asas praduga tak bersalah, sementara belum ada hasil, kami menganggap masih dalam proses. Kita beri kesempatan bekerja sesuai kesehariannya," ujar Among.

Giri Atmoko, Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, Perencanaan dan Kerjasama (BAKPK) Untidar mengatakan, ketika hasil pemeriksaan selesai maka akan diberlakukan hukuman disiplin pegawai.

Hal itu mengacu pada Surat Edaran Nomor 137 Tahun 2018 dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI tentang Penyebarluasan Informasi Melalui Media Sosial Bagi Aparatur Sipil Negara.

“Dosen tersebut statusnya pegawai tetap non ASN Untidar dan telah bekerja semenjak tahun 1992 sebagai dosen Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Baik ASN atau non ASN di Untidar semua diperlakukan sama termasuk dalam proses pelanggaran atuan dan kode etik,” kata Giri.

Sebagai informasi, H yang pernah menjabat sebagai Ketua KPU Kota Magelang itu sempat menuliskan status di laman Facebook pribadinya terkait peristiwa penusukan Wiranto pada 12 Oktober.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Seorang Perempuan di Jambi Diduga Diculik, Disekap 2 Pria di Dalam Mobil

Seorang Perempuan di Jambi Diduga Diculik, Disekap 2 Pria di Dalam Mobil

Regional
Berpamitan, ke Mana Risma Setelah Tak Lagi Menjabat?

Berpamitan, ke Mana Risma Setelah Tak Lagi Menjabat?

Regional
Polsek di Kalsel Diserang OTK, Satu Polisi Tewas, Mobil Patroli Dibakar

Polsek di Kalsel Diserang OTK, Satu Polisi Tewas, Mobil Patroli Dibakar

Regional
Pamit ke Warga Surabaya, Risma Nostalgia Soal Banjir, Ini Pesannya

Pamit ke Warga Surabaya, Risma Nostalgia Soal Banjir, Ini Pesannya

Regional
Bayi Baru Lahir Dibunuh dan Dibuang ke Selokan oleh Ibunya, Ini Alasannya...

Bayi Baru Lahir Dibunuh dan Dibuang ke Selokan oleh Ibunya, Ini Alasannya...

Regional
Gadis Ini Bunuh dan Buang Bayi yang Baru Dilahirkan ke Selokan karena Ingin Menikahi Pria Lain

Gadis Ini Bunuh dan Buang Bayi yang Baru Dilahirkan ke Selokan karena Ingin Menikahi Pria Lain

Regional
Peti Mati yang Hanyut di Sungai Belo Ternyata Kosong

Peti Mati yang Hanyut di Sungai Belo Ternyata Kosong

Regional
Pasien Sembuh dari Covid-19 di Banyumas Terus Bertambah, PDP Naik

Pasien Sembuh dari Covid-19 di Banyumas Terus Bertambah, PDP Naik

Regional
Kabar Baik, Seluruh Pasien Positif Covid-19 di Bangka Barat Dinyatakan Sembuh

Kabar Baik, Seluruh Pasien Positif Covid-19 di Bangka Barat Dinyatakan Sembuh

Regional
Risma Pamit, Ini Pesannya untuk Warga Surabaya

Risma Pamit, Ini Pesannya untuk Warga Surabaya

Regional
Wali Kota Risma: Mungkin yang Merasakan bukan Kita, Tapi Anak Cucu Kelak

Wali Kota Risma: Mungkin yang Merasakan bukan Kita, Tapi Anak Cucu Kelak

Regional
Fakta Perawat Diancam Usai Periksa Pasien Covid-19, Korban Trauma hingga Ganjar Minta Pelakunya Diusut

Fakta Perawat Diancam Usai Periksa Pasien Covid-19, Korban Trauma hingga Ganjar Minta Pelakunya Diusut

Regional
Geger Peti Mati Hanyut di Sungai, Tim Reaksi Cepat sampai Turun Tangan

Geger Peti Mati Hanyut di Sungai, Tim Reaksi Cepat sampai Turun Tangan

Regional
Dicabuli Kakek dan Teman Kakaknya hingga Hamil, Gadis 13 Tahun Ini Ternyata Yatim Piatu

Dicabuli Kakek dan Teman Kakaknya hingga Hamil, Gadis 13 Tahun Ini Ternyata Yatim Piatu

Regional
Petugas Karantina Gagalkan Penyelundupan Ular Berbisa via Pesawat

Petugas Karantina Gagalkan Penyelundupan Ular Berbisa via Pesawat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X