Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kronologi Pembunuhan Wanita di Hotel karena Tolak Diajak Berhubungan Badan Lebih Lama

Kompas.com - 16/10/2019, 06:30 WIB
Farida Farhan,
David Oliver Purba

Tim Redaksi

KARAWANG, KOMPAS.com - O (28) dibunuh teman kencannya, Ridwan Solihi (28), lantaran menolak berhubungan badan lebih lama.

Dari informasi yang dihimpun, Ridwan berkenalan dengan O (28) melalui Facebook. Perkenalan itu berlanjut saling kirim pesan WhatsApp.

O diketahui merupakan pekerja seks komersial online.

Keduanya sepakat bertemu di Hotel Omega Karawang, Jalan Ahmad Yani, Karangpawitan, Karawang Barat, Karawang, Jabar, pada Minggu (6/10/2019) malam.

Ridwan dan O kemudian berhubungan badan.

Karena belum puas, Ridwan kembali mengajak O berhubungan badan. Namun, O menolak. 

"Korban (O) menolak diajak berhubungan badan lebih lama," ujar Kapolres Karawang AKBP Nuredy Irwansyah Putra saat konferensi pers pengungkapan kasus di Mapolres Karawang, Selasa (15/10/2019).

Baca juga: Terungkapnya Pembunuhan Wanita Tanpa Busana di Hotel Omega

Penolakan O membuat Ridwan kalap. Apalagi sebelum berhubungan badan, ia menggunakan obat kuat atau vitamin untuk membantu agar bisa berhubungan badan lebih lama.

"Kata-kata O membuat Ridwan sakit hati dan menganiayanya hingga tewas," ujar Nuredy.

O dibekap dengan tangan dan handuk. Tangan O juga diikat kemudian dililit dengan selimut.

Setelah korban tewas, Ridwan mengambil dua ponsel dan uang Rp 250.000 milik korban.

Ditemukan tewas tanpa busana

Esok harinya, Senin (7/10/2019) sekitar pukul 12.00 WIB, O ditemukan tewas di kamar 211 oleh karyawan Hotel Omega yang hendak menanyakan waktu sewa.

Saat ditemukan, O dalam posisi tengkurap tanpa busana di atas kasur.

Baca juga: Terungkapnya Pembunuhan Wanita Tanpa Busana di Hotel Omega

Tangan O terikat ke belakang dan bagian atas tubuh O dililit selimut.

Begitu mendapat laporan, polisi langsung datang ke lokasi dan memeriksa sejumlah saksi.

Pelaku ditangkap

Ridwan Solihin ditangkap di salah satu proyek perumahan di Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Sabtu (12/10/2019).

Diketahui Ridwan bekerja sebagai tukang bangunan.

Ridwan dijerat Pasal 338 KUHP, Pasal 365 ayat (3) KUHP, dan Pasal 351 ayat (3) KUHP.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Regional
Komunikasi Politik 'Anti-Mainstream' Komeng yang Uhuyy!

Komunikasi Politik "Anti-Mainstream" Komeng yang Uhuyy!

Regional
Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Regional
Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Regional
Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Regional
Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Regional
Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Regional
Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Regional
Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Regional
BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

Regional
Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Regional
Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di 'Night Market Ngarsopuro'

Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di "Night Market Ngarsopuro"

Regional
Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Regional
Kisah Pengojek Indonesia dan Malaysia di Tapal Batas, Berbagi Rezeki di 'Rumah' yang Sama...

Kisah Pengojek Indonesia dan Malaysia di Tapal Batas, Berbagi Rezeki di "Rumah" yang Sama...

Regional
Menara Pengintai Khas Dayak Bidayuh Jadi Daya Tarik PLBN Jagoi Babang

Menara Pengintai Khas Dayak Bidayuh Jadi Daya Tarik PLBN Jagoi Babang

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com