Istri Dianiaya hingga Kritis, Menantu Tewas, Tapi Pelaku Tidak Ditahan

Kompas.com - 16/10/2019, 06:19 WIB
Kapolres Gresik, AKBP Kusworo Wibowo, saat memberikan penjelasan kepada awak media terkait tidak ditahannya pelaku penganiayaan istri dan menantu hingga tewas, Selasa (15/10/2019). KOMPAS.com/HAMZAH ARFAHKapolres Gresik, AKBP Kusworo Wibowo, saat memberikan penjelasan kepada awak media terkait tidak ditahannya pelaku penganiayaan istri dan menantu hingga tewas, Selasa (15/10/2019).

GRESIK, KOMPAS.com - Tindakan penganiayaan berujung maut sempat dilakukan oleh Suwoto (56) warga Desa Madumulyorejo, Kecamatan Dukun, Gresik, Jawa Timur, kepada istri dan menantunya sendiri, beberapa waktu lalu (6/10/2019).

Akibatnya, Kamsinga (54) yang tak lain merupakan istri Suwoto sendiri, harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.

Sementara menantunya sendiri, Ernawati (47), harus meregang nyawa akibat dibacok oleh Suwoto.

Kendati demikian, pihak kepolisian tidak melakukan penahanan terhadap pelaku.

Baca juga: Adiknya Disinggung di Medsos, 7 Pemuda Aniaya Juru Parkir di Makassar hingga Tewas

 

Karena dari hasil pemeriksaan yang sudah dilakukan, dengan diperkuat keterangan dari para saksi, Suwoto mengalami gangguan kejiwaan.

Hal ini disampaikan Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo, di sela agenda penyaluran bantuan air bersih pihak kepolisian kepada warga terdampak kekeringan, Selasa (15/10/2019).

"Untuk proses hukum, nanti biar hakim yang memutuskan dan itu memang ranahnya hakim. Yang dilakukan penyidik adalah, mengumpulkan seluruh alat bukti terkait dengan kasus ini," ujar Kusworo. 

Baca juga: Aniaya Anak Nongkrong dengan Celurit, 3 Anggota Geng Ini Ditahan

Warga enggan terima pelaku

Sempat tersiar kabar, jika warga desa tempat pelaku tinggal sempat tidak menginginkan Suwoto kembali ke kampung halaman.

Karena mereka khawatir, Suwoto bakal kembali 'berulah' bila gangguan jiwa yang dialaminya kambuh.

"Tentunya Polres Gresik juga melihat hasil kesehatan kejiwaan pelaku. Seandainya memerlukan perawatan kami tetap berkordinasi dengan instansi terkait," ucap dia.

Kusworo menambahkan, pihak kepolisian siap melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial maupun rumah sakit jiwa untuk penanganan Suwoto.

Terutama bila nantinya memang warga di Desa Madumulyorejo tidak menginginkan Suwoto kembali, begitu pula dengan pihak keluarga, jika tidak menginginkan pria ini kembali. 

Suwoto sendiri menurut warga sudah lama mengalami gangguan kejiwaan.

Baca juga: Ini Pengakuan Suami yang Aniaya Istri dengan Besi Behel hingga Tewas

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X