Adiknya Disinggung di Medsos, 7 Pemuda Aniaya Juru Parkir di Makassar hingga Tewas

Kompas.com - 14/10/2019, 15:38 WIB
Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Wahyu Dwi Ariwibowo saat menggelar konferensi pers terkait pembunuhan berencana yang mengakibatkan seorang juri parkir di Makassar meninggal dunia, Senin (14/10/2019). KOMPAS.COM/HIMAWANKapolrestabes Makassar Kombes Pol Wahyu Dwi Ariwibowo saat menggelar konferensi pers terkait pembunuhan berencana yang mengakibatkan seorang juri parkir di Makassar meninggal dunia, Senin (14/10/2019).

MAKASSAR, KOMPAS.com - Seorang juru parkir yang bernama Haswan (24) meninggal dunia usai dianiaya oleh 7 pemuda ketika berada di depan rumah toko (ruko) Permata Sari di Jalan Sultan Alauddin, Kecamatan Rappocini, Makassar, Minggu (14/10/2019).

Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Wahyu Dwi Ariwibowo mengatakan, ketujuh pemuda bernama Dewa (19), Arnold alias Anno (20), Tezar (20), Muhammad Faisal alias Tison (21), Putra Anugrah (19), Zulkifli (17), dan Rusman alias Fatar (19). 

Baca juga: Babak Baru Kasus Penganiayaan Siswa SMA Taruna Palembang, Berkas Dilimpahkan ke Jaksa, Pelaku Segera Disidang

Wahyu mengatakan, para pelaku menyerang Haswan lantaran adik salah satu tersangka yang bernama Dewa, disinggung oleh kerabat korban dalam status di akun media sosial Facebook kerabat korban tersebut. 

"Persoalannya ketersinggungan di media sosial saja yang ternyata adik dari pelaku (Dewa) ini. Ini yang melatarbelakangi pembunuhan tadi malam," kata Wahyu saat konferensi pers di aula Polrestabes Makassar, Senin (14/10/2019) siang. 

Wahyu mengatakan ketika Dewa mengetahui bahwa sang adik disudutkan dengan postingan rekan korban, ia lalu mengajak enam rekannya dan menyuruhnya membawa senjata tajam mulai dari badik, ketapel, hingga busur dan anak panah untuk menyerang korban dan rekan-rekannya. 

Saat Haswan dan tiga rekannya duduk di depan ruko Permata Sari, Dewa dan enam orang kelompoknya menyerang korban secara membabi buta hingga salah satu rekannya Arnold menancapkan busur panah ke dada Haswan.

"Ini awalnya ada beberapa kelompok berjumlah 4 orang yang sedang duduk-duduk didatangi oleh ketujuh pelaku dan di situlah dilakukan penyerangan oleh beberapa pelaku," Wahyu menambahkan.

Baca juga: Kala PA 212 Bantah Sekjennya Terlibat dalam Penganiayaan Ninoy Karundeng

Kejadian penganiyaan ini menghebohkan warga setempat. Haswan sempat dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar sebelum mengembuskan napas terakhirnya. 

Sementara polisi yang melakukan penyelidikan berhasil menangkap 7 pelaku di rumahnya masing-masing di Kecamatan Tamalate dan Kecamatan Mamajang, Senin(14/10/2019) dini hari.

Dari penangkapan, tersebut polisi menyita 2 buah badik, sangkur, dua buah busur serta 14 anak panah.

Wahyu mengatakan ketujuh tersangka dikenakan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana juncto Pasal 170 ayat 2 dan 351 KUHP dengan ancaman hukuman seumur hidup.

"Ancaman hukumannya seumur hidup karena memang dipersiapkan dari rumah membawa busur seluruhnya dipersiapkan," tandas Wahyu. 

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pria Nekat Hadang Bus Salah Jalan di Gresik, Polisi Berikan Apresiasi

Pria Nekat Hadang Bus Salah Jalan di Gresik, Polisi Berikan Apresiasi

Regional
Sosok-sosok Heroik di Balik Tragedi Susur Sungai, Mbah Diro hingga Kodir Pertaruhkan Nyawa

Sosok-sosok Heroik di Balik Tragedi Susur Sungai, Mbah Diro hingga Kodir Pertaruhkan Nyawa

Regional
Dampak Banjir Jakarta, Kereta Terlambat Datang hingga 13 Jam di Madiun

Dampak Banjir Jakarta, Kereta Terlambat Datang hingga 13 Jam di Madiun

Regional
Kemunculan Ribuan Ulat Bulu yang Bikin Resah Warga di Kediri

Kemunculan Ribuan Ulat Bulu yang Bikin Resah Warga di Kediri

Regional
Gubernur Viktor: Harus Ada Terobosan yang Radikal untuk Bangun NTT

Gubernur Viktor: Harus Ada Terobosan yang Radikal untuk Bangun NTT

Regional
Masuk Daerah Rawan Politik Saat Pilkada 2020, Ini Langkah Bawaslu Makassar

Masuk Daerah Rawan Politik Saat Pilkada 2020, Ini Langkah Bawaslu Makassar

Regional
Ditemukan Dugaan Investasi Bodong di Papua Berkedok Modal Sapi Perah

Ditemukan Dugaan Investasi Bodong di Papua Berkedok Modal Sapi Perah

Regional
Isap Sabu untuk Potong Rambut Banyak Pelanggan, Tukang Cukur Masuk Bui

Isap Sabu untuk Potong Rambut Banyak Pelanggan, Tukang Cukur Masuk Bui

Regional
Jumlah Kunjungan Wisatawan Korea Selatan ke Bali Masih Normal

Jumlah Kunjungan Wisatawan Korea Selatan ke Bali Masih Normal

Regional
Kakak Kelas yang Menyodorkan Kotoran Manusia Dikeluarkan dari Sekolah

Kakak Kelas yang Menyodorkan Kotoran Manusia Dikeluarkan dari Sekolah

Regional
Viral Kisah Pilu 6 Bocah Yatim Piatu, Ayah dan Ibu Meninggal Hampir Bersamaan

Viral Kisah Pilu 6 Bocah Yatim Piatu, Ayah dan Ibu Meninggal Hampir Bersamaan

Regional
Berdiri di Lahan Pemkot Pangkal Pinang, Lapak Pedagang Sembako Dibongkar

Berdiri di Lahan Pemkot Pangkal Pinang, Lapak Pedagang Sembako Dibongkar

Regional
Gubernur NTT Tentukan Harga Terendah dan Tertinggi Minuman Sophia

Gubernur NTT Tentukan Harga Terendah dan Tertinggi Minuman Sophia

Regional
'Saya Tak Sanggup Terima Uang Ini, Niatnya Hanya Menolong'

"Saya Tak Sanggup Terima Uang Ini, Niatnya Hanya Menolong"

Regional
Jembatan Cincin yang Ambruk pada 2018 Bakal Diperbaiki

Jembatan Cincin yang Ambruk pada 2018 Bakal Diperbaiki

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X