Belasan Penyu Dilindungi Ditangkap dan Dibunuh, Diambil Daging dan Cangkangnya

Kompas.com - 14/10/2019, 20:52 WIB
Barang bukti cangkang penyu beserta dagingnya dalam coolbox yang diamankan Polairud Polda Maluku Utara, Senin (14/10/2019) KOMPAS.COM/YAMIN ABDUL HASANBarang bukti cangkang penyu beserta dagingnya dalam coolbox yang diamankan Polairud Polda Maluku Utara, Senin (14/10/2019)

TERNATE,KOMPAS.com – Sebanyak 10 nelayan asal Kabupaten Halmahera Timur diamankan Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Polairud) Polda Maluku Utara.

Mereka diamankan atas kasus penangkapan dan kematian belasan penyu laut yang dilindungi pada Jumat (11/10/2019).

Sepuluh terduga pelaku diantaranya, Antonius Kaoci alias Anton selaku koordinator, Metusail Kaoci alias Metu (menangkap 9 ekor penyu), Jonheis Kaoci alias Jon (menangkap 3 ekor penyu), Bernardus Maliate alias Boroko (menangkap 2 ekor penyu), Lianus Maliate alias Make (menangkap 1 ekor penyu), Timotius Kolora alias Titus (menangkap 4 ekor penyu).

Baca juga: Warga Maluku Tenggara Selamatkan Seekor Penyu Raksasa yang Terjerat

Selain mereka, ada juga rekannya sebagai motoris yaitu Renis Kaoci, Elianus, Kalep Kaoci, serta Jhon Kaoci.

Direktur Polairud Polda Maluku Utara, AKBP Djarot Agung Riadi mengatakan, dari penangkapan itu barang bukti yang diamankan di antaranya 3 unit mesin 15 PK merk Yamaha, 3 unit long boat tanpa nama, 14 tombak, 6 panah, 4 cool box daging penyu, 10 cangkang penyu, 1 ekor penyu (hidup)/telah dilepaskan kelaut, 18 buah kelapa penyu.

Dari 19 ekor penyu yang ditangkap, hanya menyisakan 1 ekor yang masih hidup.

“Yang kita amankan itu yakni satu ekor penyu masih hidup, dan delapan belas ekor kepala penyu, kemudian penyu yang masih hidup kita lepaskan di laut dan telah dibuatkan berita acara pelepasan dan disaksikan masyarakat dan petugas di kepulauan Gebe Halmahera Tengah,” kata Djarot melalui rilisnya, Senin (14/10/2019).

“Selain itu, 4 coolbox daging penyu juga dilakukan pemusnahan dengan cara di tanam dan telah dibuatkan berita acara pemusnahan dan disaksikan dari petugas KSDA,” katanya lagi.

Baca juga: Pikap Berisi Penyu yang Diduga Selundupan Mengalami Kecelakaan di Kuta

 Penangkapan itu berawal dari personil Polairud Gebe mendapat informasi dari masyarakat bahwa ada masyarakat sedang melakukan penangkapan penyu di sekitaran Tanjung Safa, Pulau Gebe, Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara.

Dari informasi tersebut polisi tindaklanjuti dan berhasil mengamankan beberapa terduga serta barang bukti di TKP.

Selanjutnya mereka dibawa di markas unit Polairud untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Para pelaku dikenakan Pasal 40 ayat (2) Jo Pasal 21 ayat (2) huruf a dan b Undang-Undang RI Nomor 05 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya dan Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHPidana serta Pasal 40 ayat (2).

Dimana barang siapa dengan sengaja melakukan pelanggaran terhadap ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 21 ayat (1) dan ayat (2) serta pasal 33 ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama lima (5) tahun dan denda paling banyak Rp 100.000.000.

Seluruh terduga pelaku saat ini masih diamankan untuk kepentingan proses hokum lebih lanjut. 



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terima DP Rp 20 Juta, Artis H Diduga Terjerat Prostitusi Online, Polisi Buru Fotografer Jakarta

Terima DP Rp 20 Juta, Artis H Diduga Terjerat Prostitusi Online, Polisi Buru Fotografer Jakarta

Regional
Seorang Pria Ancam Ledakkan McDonald's Makassar, Polisi: Pelaku Benci Produk Barat

Seorang Pria Ancam Ledakkan McDonald's Makassar, Polisi: Pelaku Benci Produk Barat

Regional
Pedagang Ayam Masih Berjualan Usai Swab, Setelah Positif Covid-19 Menolak Diisolasi

Pedagang Ayam Masih Berjualan Usai Swab, Setelah Positif Covid-19 Menolak Diisolasi

Regional
Gubernur Erzaldi: Pembukaan Pariwisata Terbuka di Babel Dilakukan Bertahap

Gubernur Erzaldi: Pembukaan Pariwisata Terbuka di Babel Dilakukan Bertahap

Regional
Usai Dicekoki Miras, Siswi SMP di Cilegon Dicabuli 4 Remaja 2 Kali

Usai Dicekoki Miras, Siswi SMP di Cilegon Dicabuli 4 Remaja 2 Kali

Regional
4.825 Kursi SMA/SMK Negeri di Jateng Ternyata Belum Terisi

4.825 Kursi SMA/SMK Negeri di Jateng Ternyata Belum Terisi

Regional
Dedi Mulyadi: Ekspor Jalan, Penyelundupan Benih Lobster Jalan Juga

Dedi Mulyadi: Ekspor Jalan, Penyelundupan Benih Lobster Jalan Juga

Regional
Tak Terima Ditegur, Pengendara Mobil Ugal-ugalan Tabrak Polisi hingga Tewas

Tak Terima Ditegur, Pengendara Mobil Ugal-ugalan Tabrak Polisi hingga Tewas

Regional
'Saya Meminta Maaf kepada Keluarga dan Masyarakat Sumatera Utara'

"Saya Meminta Maaf kepada Keluarga dan Masyarakat Sumatera Utara"

Regional
Pencuri Bertopeng Beraksi di OKI, Gondol Perhiasan Emas yang Ternyata Imitasi

Pencuri Bertopeng Beraksi di OKI, Gondol Perhiasan Emas yang Ternyata Imitasi

Regional
Korban Tewas Banjir Bandang di Masamba Sudah Mencapai 16 Orang

Korban Tewas Banjir Bandang di Masamba Sudah Mencapai 16 Orang

Regional
Kasus Artis HH, Polisi Kejar Fotografer J hingga Periksa Pemalsuan Surat HH untuk ke Medan

Kasus Artis HH, Polisi Kejar Fotografer J hingga Periksa Pemalsuan Surat HH untuk ke Medan

Regional
3 Hal yang Perlu Dievaluasi dari Kasus Puluhan Pekerja Media di Jatim Terjangkit Covid-19

3 Hal yang Perlu Dievaluasi dari Kasus Puluhan Pekerja Media di Jatim Terjangkit Covid-19

Regional
Hampir Menangis, Artis HH: Mohon Maaf pada Orangtua Saya dan Warga Kota Medan

Hampir Menangis, Artis HH: Mohon Maaf pada Orangtua Saya dan Warga Kota Medan

Regional
Tawarkan Destinasi dalam Kota, Pemkot Madiun Rilis Layanan Keliling Gratis Lewat Mabour Bus

Tawarkan Destinasi dalam Kota, Pemkot Madiun Rilis Layanan Keliling Gratis Lewat Mabour Bus

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X