4 Fakta Terbaru Penusukan Wiranto, Gunakan Senjata Kunai hingga Usus Halus Dipotong 40 Cm

Kompas.com - 12/10/2019, 06:36 WIB
Menko Polhukam Wiranto (kedua kiri) diserang orang tak dikenal dalam kunjungannya di Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019). Wiranto menderita luka dua tusukan di bagian perut dan polisi mengamankan dua tersangka suami istri Syahril dan Fitri Andriana yang diduga terpapar jaringan ISIS. ANTARA FOTO/DOK. POLRES PANDEGLAMenko Polhukam Wiranto (kedua kiri) diserang orang tak dikenal dalam kunjungannya di Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019). Wiranto menderita luka dua tusukan di bagian perut dan polisi mengamankan dua tersangka suami istri Syahril dan Fitri Andriana yang diduga terpapar jaringan ISIS.
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto diserang pasangan suami istri saat turun dari mobil di Alun-alun Menes, Kabupaten Pandeglang, Kamis (10/10/2019).

Wiranto ditusuk di bagian perut. Saat ini, mantan Panglima ABRI tersebut dirawat intensif di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta.

Polisi menyebut, dua pelaku penyerangan adalah anggota kelompok teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang berafiliasi dengan ISIS.

Baca juga: Pengamat Terorisme: Ada Pesan di Balik Penusukan Wiranto...

Pemerhati terorisme Al Chaidar mengatakan serangan teror yang dilakukan tersebut ingin menjukkan bahwa jaringan teroris yang berafiliasi dengan ISIS masih kokoh.

Selain itu, Chaidar menjelasakan bahwa mereka masih mampu membuat aksi mengerikan dan menebar teror kepada siapa pun yang tak mau tunduk pada kemauan mereka.

"Tujuan dari aksi teror ialah menebarkan ketakutan kepada berbagai pihak seluas mungkin," katanya.

Baca juga: Kapolda Sumut Sebut Penusuk Wiranto Terpapar Radikalisme Saat di Jawa

Berikut fakta terbaru penusukan Wiranto di Pandeglang:

1. Saat hari penusukan, Wiranto dijadwalkan di Merauke

Menkopolhukam Wiranto saat berada di Kampus Universitas Mathlaul Anwar, beberapa jam sebelum peristiwa penusukan di Alun - alun Menes, Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019).KOMPAS.COM/ACEP NAZMUDIN Menkopolhukam Wiranto saat berada di Kampus Universitas Mathlaul Anwar, beberapa jam sebelum peristiwa penusukan di Alun - alun Menes, Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019).
Sebelum penusukan, Wiranto mengatakan bahwa hari itu Kamis (10/10/2019), ia seharusnya ke Merauke.

Namun, acara tersebut dibatalkan agar bisa berkunjung ke Universitas Mathla'ul Anwar yang memiliki kedekatan dengannya selama 25 tahun.

Di universitas tersebut, Wiranto menjabat sebagai Ketua Dewas Penasihat di Pengurus Besar Mathla'ul Anwar.

Baca juga: Saat Hari Penusukan, Wiranto Seharusnya Berada di Merauke

"Sebetulnya mau batal juga karena hari ini saya mau ke Merauke, tapi saya katakan, panglima-panglima, saya enggak mau ikut karena harus ke Banten. Panglimanya mengalah, oke kalau begitu kita percepat acaranya, dari Wamena, ke Jayapura, balik ke Jakarta. Alhamdulillah bisa bersama-sama dengan bapak ibu sekalian," kata Wiranto saat pidato di kampus Universitas Mathla'ul Anwar, Kamis (10/10/2019), satu jam sebelum penusukan terjadi.

Wiranto seharusnya berkunjung ke Pandeglang pada Senin, 7 Oktober 2019. Namun, acara ditunda karena Wiranto ada agenda lainnya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X