Kompas.com - 04/10/2019, 17:12 WIB
Taman (41) menunjukan foto Wartono semasa hidup di rumahnya di Desa Pegagan Kidul, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon, Jumat (4/10/2019). Wartono adalah salah satu WNI yang meninggal dunia akibat jembatan runtuh di Taiwan. KOMPAS.com/MUHAMAD SYAHRI ROMDHONTaman (41) menunjukan foto Wartono semasa hidup di rumahnya di Desa Pegagan Kidul, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon, Jumat (4/10/2019). Wartono adalah salah satu WNI yang meninggal dunia akibat jembatan runtuh di Taiwan.

CIREBON, KOMPAS.com - Kepergian Wartono (29), pekerja buruh migran yang meninggal dunia akibat terkena reruntuhan jembatan roboh di Taiwan, menyisakan duka mendalam bagi keluarga.

Taman (41), kakak kandung Wartono, mengaku terkejut mendengar kabar tersebut.

Sebab, pihak keluarga masih bisa menghubungi Wartono beberapa jam sebelum kejadian.

Namun, pada Selasa (1/10/2019) siang, Taman mendengar kabar duka tersebut dari dua orang adiknya yang juga bekerja di Taiwan.

Baca juga: Saat Badai dan Hujan Lebat, Pengungsi Gempa Melahirkan Tanpa Bantuan Medis di Gubuk Reyot

Taman yang bertugas di Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) III Jakarta, langsung pulang ke Desa Pegagan Kidul, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon.

Dia langsung menyampaikan kabar duka itu kepada sanak keluarganya.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Kami kehilangan sekali mas,” kata Taman kepada Kompas.com di rumahnya, Jumat (4/10/2019).

Taman menyampaikan, Wartono adalah anak kedelapan dari sepuluh bersaudara pasangan Bapak Dakina dan Ibu Ruwenda.

Kedua orang tua mereka sudah meninggal dunia beberapa tahun lalu.

Taman mengatakan, Wartono sudah berencana untuk pulang ke kampung halamannya pada akhir 2019.

Namun, Taman tidak menyangka, Wartono akan pulang dalam kondisi meninggal dunia.

Wartono pergi ke Taiwan demi mencari modal dan mengumpulkan uang.

Menurut Taman, Wartono yang bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) memperbaiki rumah peninggalan orangtuanya yang sudah nyaris ambruk.

Wartono ingin rumah kenangan kedua orangnya kembali baik dan dapat dihuni.

“Keinginannya, dia ingin bangun rumah orangtua. Dia tidak pernah kirim uang, karena disimpan untuk bangun rumah,” kata Taman.

Wartono dinilai sebagai sosok yang memiliki kepedulian tinggi terhadap saudara dan juga lingkungan sekitar.

Hingga Jumat siang, jenazah Wartono masih berada di Taiwan.

Kedua adiknya yang berada di Taiwan sedang berusaha menyelesaikan kepulangan Wartono sesuai prosedur yang berlaku.

Taman berharap pemerintah Indonesia turut membantu memudahkan proses kepulangan Wartono.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Regional
Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Regional
Jalankan Program 'Sarjana Mengajar', Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Jalankan Program "Sarjana Mengajar", Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Regional
Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Regional
Bupati IDP Resmikan 'SPBU Satu Harga' di Seko, Masyarakat Kini Bisa Beli BBM Murah

Bupati IDP Resmikan "SPBU Satu Harga" di Seko, Masyarakat Kini Bisa Beli BBM Murah

Regional
Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Regional
100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

Regional
Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Regional
Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Regional
Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Regional
Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Regional
Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Regional
Apresiasi Penanganan Covid-19  di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Apresiasi Penanganan Covid-19 di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Regional
Bupati IDP Harap Kedatangan Pangdam XIV Hasanuddin dan Rombongan Bisa Bantu Pulihkan Luwu Utara

Bupati IDP Harap Kedatangan Pangdam XIV Hasanuddin dan Rombongan Bisa Bantu Pulihkan Luwu Utara

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X