Polisi Sebut Guru Ngaji Cabuli 4 Muridnya Kelainan Seksual

Kompas.com - 04/10/2019, 16:33 WIB
Polsek Kecamatan Palaran Samarinda saat memberi keterangan pers Kamis (3/10/2019) di Samarinda. KOMPAS.com/ZAKARIAS DEMON DATONPolsek Kecamatan Palaran Samarinda saat memberi keterangan pers Kamis (3/10/2019) di Samarinda.

SAMARINDA, KOMPAS.com - Polsek Kecamatan Palaran Samarinda Kalimantan Timur menduga MD (29) guru ngaji sekaligus marbut masjid yang mencabuli empat muridnya adalah kelainan seks.

"Untuk sementara kami menyimpulkan tersangka mengalami kelainan atau penyimpanan seks," ungkap Kapolsek Palaran, Kompol Nur Kholis saat memberi keterangan pers pada Kamis (3/10/2019).

Karena hasil pemeriksaan polisi, pelaku ternyata beristri. Dia punya anak satu usia belia dan kini istrinya sedang hamil muda untuk anak kedunya.

Sementara, kehidupan MD juga tercukupi. Sebagai penjaga masjid, MD memperoleh upah setiap bulan Rp 2 juta. Belum lagi ditambah honor sebagai guru ngaji.

Baca juga: Guru Ngaji Cabuli 4 Muridnya yang Masih SD

"Kehidupan keluarga tercukupi, makanya kami nggak habis pikir. Kenapa dia lakukan itu, istrinya sedang hamil," jelasnya.

MD diketahui mencabuli empat muridnya saat memberi pelajaran ngaji. Hal itu dilakukan saat semua muridnya berkumpul di rumah pelaku. Rata-rata muridnya anak berusia 7-8 tahun.

MD mengajari ngaji satu persatu secara bergantian. Saat sedang mengajar satu muridnya, tangan pelaku meraba kelamin murid lain yang sedang mengantri.

Aksi itu dia lakukan sejak empat bulan terakhir. Kejadian itu terbongkar setelah korban AM (8) mengeluh sakit kemaluan. Setelah dibujuk sang ibu, AM menceritakan dicabuli pelaku.

Baca juga: Oknum Polisi Rangkap Guru Ngaji Cabuli 5 Muridnya

Orang tua AM lalu melapor ke Polsek Palaran hingga berujung pada penangkapan pelaku pada 17 September 2019 dikediamannya.

Kini Polsek Palaran masih melakukan pemeriksaan.

"Pengakuan pelaku ada empat korban. Tapi tiga korban belum lapor," katanya.

Polisi masih menunggu laporan korban lain yang mengalami hal serupa.

Pelaku dijerat pasal Pasal 82 UU No 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X