Hari Batik, Pelajar Disabilitas di Pangkal Pinang Diajari Membatik

Kompas.com - 03/10/2019, 13:11 WIB
Sebelum membatik, lilin harus dipanaskan dan diambil dengan canthing. Alat ini berfungsi layaknya pena yang digoreskan pada selembar kain. KOMPAS.com/ROSIANA HARYANTISebelum membatik, lilin harus dipanaskan dan diambil dengan canthing. Alat ini berfungsi layaknya pena yang digoreskan pada selembar kain.

PANGKAL PINANG, KOMPAS.com - Memperingati Hari Batik Nasional pada Rabu, (2/10/2019), DPC Perkumpulan Wanita Wirausaha (Perwira) Kota Pangkal Pinang menggelar edukasi membatik di Taman Sari Wilhelmina Park.

Kegiatan yang mengusung tema perempuan ikut melestarikan warisan budaya membatik itu juga melibatkan para pelajar disabilitas.  

Wali Kota Pangkal Pinang Maulan Aklil mengatakan, Hari Batik Nasional adalah momen yang tepat untuk mempromosikan batik di Pangkal Pinang.

Baca juga: Kisah Perjuangan Disabilitas Perajin Batik, Buta Warna hingga Ditolak Pembeli

Momen ini juga digunakan untuk mengajak semua lapisan masyarakat, termasuk warga disabilitas untuk bersama membangun kota.

“Seni membatik adalah warisan budaya yang sudah diakui dunia. Butuh kesabaran dan ketelitian," kata Maulan di Wilhelimna Park, Rabu.

Wali kota secara simbolis membuka acara dengan ditandai mencanting batik yang didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kota Pangkal Pinang Monica Haprinda Ketua DPC Perwira Hj Apong Komariah dan Ketua Panitia Yundarti.

Motif batik yang dikembangkan pun mengandung unsur budaya lokal, misalnya motif burung hong kemala, naga melingkar, pohon bambu, pucuk rebung, hingga jalinan akar.

Ketua DPC Perwira Hj Apong Komariah mengatakan, edukasi membatik kepada masyarakat diharapkan bisa memunculkan perajin batik andal dari Kota Pangkal Pinang.

“Kegiatan ini untuk memberikan edukasi membatik kepada masyarakat. Penggunaan batik juga sudah diakui pemerintah bahkan dunia," ujar Maulan.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diduga Kehabisan Bekal, Turis Korea Selatan Mengamuk di Denpasar

Diduga Kehabisan Bekal, Turis Korea Selatan Mengamuk di Denpasar

Regional
Polisi Tangkap 2 Terduga Pembunuh Remaja 13 Tahun yang Jenazahnya Dikubur Setengah Badan

Polisi Tangkap 2 Terduga Pembunuh Remaja 13 Tahun yang Jenazahnya Dikubur Setengah Badan

Regional
Kasus Pertama di Pekalongan, 3 Warga Positif Covid-19 Usai dari Bali dan Jakarta

Kasus Pertama di Pekalongan, 3 Warga Positif Covid-19 Usai dari Bali dan Jakarta

Regional
Siasat UMKM Bertahan di Tengah Wabah, Pengrajin Eceng Gondok jadi Pembuat Masker

Siasat UMKM Bertahan di Tengah Wabah, Pengrajin Eceng Gondok jadi Pembuat Masker

Regional
Bulog Kalbar Distribusikan 1.393 Ton Beras untuk 463.000 Keluarga Miskin Terdampak Corona

Bulog Kalbar Distribusikan 1.393 Ton Beras untuk 463.000 Keluarga Miskin Terdampak Corona

Regional
Nekat Mandi di Laut Saat Hujan, Pelajar Tewas Disambar Petir di Sibolga

Nekat Mandi di Laut Saat Hujan, Pelajar Tewas Disambar Petir di Sibolga

Regional
Warga Simalungun Geger Temukan Jenazah Remaja 13 Tahun Terkubur Setengah Badan

Warga Simalungun Geger Temukan Jenazah Remaja 13 Tahun Terkubur Setengah Badan

Regional
Cegah Corona, PSK di Lokalisasi Gang Sadar Baturraden Bakal Dipulangkan

Cegah Corona, PSK di Lokalisasi Gang Sadar Baturraden Bakal Dipulangkan

Regional
Kasus Nenek Pukul Kepala Desa, Korban Laporkan 2 Orang ke Polisi

Kasus Nenek Pukul Kepala Desa, Korban Laporkan 2 Orang ke Polisi

Regional
Keluarga Tolak Upaya Evakuasi Pasien Diduga Positif Corona

Keluarga Tolak Upaya Evakuasi Pasien Diduga Positif Corona

Regional
Satu Pasien Positif Corona RSD dr Seobandi Jember Sembuh

Satu Pasien Positif Corona RSD dr Seobandi Jember Sembuh

Regional
Tak Mau Lockdown, Pemkab Bolaang Mongodow Hanya Batasi Akses Keluar Masuk Warga

Tak Mau Lockdown, Pemkab Bolaang Mongodow Hanya Batasi Akses Keluar Masuk Warga

Regional
Baru Bebas Berkat Asimilasi Corona, Napi Ini Diamuk Warga Kedapatan Mencuri

Baru Bebas Berkat Asimilasi Corona, Napi Ini Diamuk Warga Kedapatan Mencuri

Regional
Cerita Dewi, Produksi Masker Kain yang Separuh Keuntungannya untuk Membantu Relawan Covid-19

Cerita Dewi, Produksi Masker Kain yang Separuh Keuntungannya untuk Membantu Relawan Covid-19

Regional
Tidak Ada Korban Jiwa dalam Kebakaran di CPP Gundih Blora

Tidak Ada Korban Jiwa dalam Kebakaran di CPP Gundih Blora

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X