DPRD Jateng Janji Sampaikan Tuntutan Buruh ke Pemerintah Pusat

Kompas.com - 02/10/2019, 20:43 WIB
Wakil Ketua Komisi E, Abdul Aziz  dan Sekda Jateng Sri Puryono temui massa buruh di depan Gedung DPRD Jateng, Rabu (2/10/2019) KOMPAS.com/RISKA FARASONALIAWakil Ketua Komisi E, Abdul Aziz dan Sekda Jateng Sri Puryono temui massa buruh di depan Gedung DPRD Jateng, Rabu (2/10/2019)

SEMARANG, KOMPAS.com - Aksi demonstrasi yang dilakukan oleh sekitar 500 buruh di depan Gedung DPRD Jawa Tengah akhirnya ditemui oleh anggota dewan.

Di atas mobil orasi Wakil Ketua Komisi E, Abdul Aziz berucap janji akan menginisiasi diterbitkannya Perda tentang Ketenagakerjaan.

“Kami sudah terima tiga tuntutan teman-teman, kita akan rekomendasikan. Ditambah 1 lagi, Perda Ketenagakerjaan,” teriak Abdul Aziz, Rabu (2/10/2019).

Anggota dewan dari Partai Persatuan dan Pembangunan (PPP) itu mengatakan dari ketiga tuntutan yang disampaikan sudah dipahami oleh Pemprov Jateng.

Baca juga: Tak Kalah dengan Mahasiswa, Polisi yang Jaga Demo Buruh Bawa Poster dengan Tulisan Menggelitik

Namun beberapa tuntutan tidak bisa dibahas oleh Pemprov Jateng karena dibuat oleh pusat sehingga pihaknya akan berusaha menyampaikan aspirasinya.

Sementara itu, Sekda Jateng Sri Puryono juga turut menemui massa aksi. Dalam kesempatan itu, Sri meminta masa buruh untuk mempercayakan aspirasinya kepada anggota dewan.

"Kami akan memproses apa yang disampaikan bapak-ibu sekalian semua,” ujar Sri.

Perlu diketahui, demo buruh di Gedung DPRD Jateng ini memiliki 3 tuntutan.

Antara lain penolakan naiknya iuran BPJS, Penolakan Revisi UU 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dan menolak upah murah dengan merevisi PP 78 tahun 2005.

Baca juga: Tali Sandal Bupati Kendal sampai Putus Saat Temui Demo Buruh



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X