Mengungkap Fakta Skandal Inses yang Korbankan Nyawa Bocah 5 Tahun

Kompas.com - 25/09/2019, 16:00 WIB
Kepala Polres Sukabumi AKBP Nasriadi sedang memberikan pertanyaan kepada tiga tersangka saat konferensi pers yang bertempat di Polsek Cibadak, Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (24/9/2019)
KOMPAS.com/BUDIYANTOKepala Polres Sukabumi AKBP Nasriadi sedang memberikan pertanyaan kepada tiga tersangka saat konferensi pers yang bertempat di Polsek Cibadak, Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (24/9/2019)

2. Diperkosa kedua kakak angkat usai mandi

Pada hari Minggu (22/9/2019), usai mandi dan belum mengenakan baju, NP diperkosa oleh R di dalam kamar.

Aksi yang diketahui masih berstatus pelajar kelas 7 SMP diketahui oleh RG, saudaranya. RG pun turut memperkosa korban yang masih sangat belia dan tak berdosa tersebut.

Seperti diketahui, saat RG memperkosa NP, sang ibu memergokinya. Entah mengapa, SR dan RG justru bersama-sama menghabisi nyawa NP. 

Baca juga: 5 Fakta Tragis Bocah 5 Tahun Diperkosa Kakak dan Dibunuh Ibu Angkat

3. Para pelaku membuang jasad NP di sungai

Garis polisi membentang di tempat kejadian perkara penemuan jasad bocah 5 tahun di Sungai Cimandiri, Desa Wangunreja, Kecamatan Nyalindung, Sukabumi, Jawa Barat, Senin (23/9/2019).KOMPAS.COM/BUDIYANTO Garis polisi membentang di tempat kejadian perkara penemuan jasad bocah 5 tahun di Sungai Cimandiri, Desa Wangunreja, Kecamatan Nyalindung, Sukabumi, Jawa Barat, Senin (23/9/2019).
Entah apa yang ada dalam pikiran ketiga tersangka, mereka lalu membawa korban ke Sungai Cimandiri, di Desa Wangunreja, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Setelah itu, mereka meletakan jenazah korban di aliran sungai, mencoba untuk menghilangkan jejak aksi kekejian mereka terhadap NP.

Berdasar pantauan Kompas.com, saat melihat TKP penemuan mayat, Senin (23/9/2019) petang, lokasi Sungai Cimandiri itu berada di belakang rumah pelaku.

Jarak dari rumah menuju Sungai Cimandiri sekitar 1 kilometer dengan jalan setapak. Sepanjang jalan setapak menuju Sungai Cimandiri, di kiri dan kanan hanya dipenuhi tumbuhan atau tanaman seperti bambu. Sepanjang jalan setapak itu pun tidak ada lagi rumah atau permukiman.

Baca juga: Kronologi Bocah 5 Tahun Diperkosa dan Dibunuh Kakak dan Ibu Angkat

4. Skandal inses sudah dua bulan dilakukan

Polres Sukabumi hadirkan tiga tersangka kasus tewasnya bocah lima tahun saat konferensi pers di Polsek Cibadak, Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (24/9/2019).KOMPAS.COM/BUDIYANTO Polres Sukabumi hadirkan tiga tersangka kasus tewasnya bocah lima tahun saat konferensi pers di Polsek Cibadak, Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (24/9/2019).

Nasriadi menambahkan, SR, RG, dan R (14) sering melakukan inses bertiga saat suami SR tidak berada di rumah. Hal itu mereka lakukan karena sering menonton video porno.

Dari hasil pengakuan para pelaku, hubungan seksual sedarah tersebut telah mereka lakukan selama dua bulan.

Selain itu, dari hasil penyelidikan, RG dan R diketahui sering memerkosa NP sebelum dibunuh.

Diberitakan sebelumnya, Polres Sukabumi mengungkap kasus penemuan jasad NP, bocah berusia lima tahun, dalam kondisi tidak wajar di Sungai Cimandiri, Desa Wangunreja, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (22/9/2019).

Baca juga: Setelah Bunuh Bocah 5 Tahun, Ibu dan Anak Berhubungan Intim di Samping Jenazah Korban

Sumber: KOMPAS.com (David Oliver Purba, Budiyanto)

Halaman:


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gugur Ditembak di Papua, Pratu Dwi Akbar Dimakamkan di Lampung Tengah

Gugur Ditembak di Papua, Pratu Dwi Akbar Dimakamkan di Lampung Tengah

Regional
Oknum Polisi Cabuli Gadis ABG Pelanggar Lalu Lintas Ditetapkan Tersangka

Oknum Polisi Cabuli Gadis ABG Pelanggar Lalu Lintas Ditetapkan Tersangka

Regional
Tertular Rekan Kerja, 11 Tenaga Kesehatan di Madiun Positif Covid-19

Tertular Rekan Kerja, 11 Tenaga Kesehatan di Madiun Positif Covid-19

Regional
Ketua Umum PP Muhammadiyah: Keselamatan Masyarakat Jauh Lebih Utama

Ketua Umum PP Muhammadiyah: Keselamatan Masyarakat Jauh Lebih Utama

Regional
Anak Bungsu Wali Kota Jambi Meninggal Dunia

Anak Bungsu Wali Kota Jambi Meninggal Dunia

Regional
Wali Kota Pontianak: Istri Saya Positif Covid-19 Tanpa Gejala dan Diisolasi di Rumah

Wali Kota Pontianak: Istri Saya Positif Covid-19 Tanpa Gejala dan Diisolasi di Rumah

Regional
Pilkada Serentak di Tengah Pandemi Covid-19, Ganjar: Berbahaya

Pilkada Serentak di Tengah Pandemi Covid-19, Ganjar: Berbahaya

Regional
Video Viral Pengunjung Abai Protokol Kesehatan, Satpol PP DIY Panggil 15 Pengelola Angkringan

Video Viral Pengunjung Abai Protokol Kesehatan, Satpol PP DIY Panggil 15 Pengelola Angkringan

Regional
Desakan Penundaan Pilkada 2020, Wali Kota Solo: Kewenangan KPU

Desakan Penundaan Pilkada 2020, Wali Kota Solo: Kewenangan KPU

Regional
Kecelakaan Usai Beraksi, Begal Ini Ditangkap karena Ponsel Korban

Kecelakaan Usai Beraksi, Begal Ini Ditangkap karena Ponsel Korban

Regional
Kafan yang Dicuri dari Makam Seorang Wanita Ditemukan Bersamaan dengan Sebuah Boneka

Kafan yang Dicuri dari Makam Seorang Wanita Ditemukan Bersamaan dengan Sebuah Boneka

Regional
Madrasah Diobrak-abrik Geng Motor, Warga Kota Tasikmalaya Siaga

Madrasah Diobrak-abrik Geng Motor, Warga Kota Tasikmalaya Siaga

Regional
2 Komisioner KPU Muratara dan 6 Staf Positif Covid-19

2 Komisioner KPU Muratara dan 6 Staf Positif Covid-19

Regional
Kronologi Pria Diduga Gangguan Jiwa Bacok Warga hingga Tewas, Pelaku Masih Berkeliaran

Kronologi Pria Diduga Gangguan Jiwa Bacok Warga hingga Tewas, Pelaku Masih Berkeliaran

Regional
Pria Ini Tipu PSK, Tak Bayar dan Bawa Kabur Sepeda Motor

Pria Ini Tipu PSK, Tak Bayar dan Bawa Kabur Sepeda Motor

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X