Sudah Sebulan Hilang Misterius, Apa Kabar Kapal MV Nur Allya?

Kompas.com - 20/09/2019, 17:00 WIB
Tim SAR Pos Namlea dikerahkan untuk mencari kapal kargo MV Nur Allya yang hilang kontak di peraiaran Pulau Buru, Maluku, Minggu (25/8/2019/) fotodok Kepala Kantor SAR Ambon KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTYTim SAR Pos Namlea dikerahkan untuk mencari kapal kargo MV Nur Allya yang hilang kontak di peraiaran Pulau Buru, Maluku, Minggu (25/8/2019/) fotodok Kepala Kantor SAR Ambon

TERNATE, KOMPAS.com - Jumat (20/9/2019) hari ini genap sebulan, Kapal Kargo MV Nur Allya hilang di perairan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara.

Keberadaan kapal sepanjang 189 meter dengan lebar 30 meter bersama 25 anak buah kapal (ABK) di dalamnya, masih misterius.

Dalam pencarian yang dilakukan melalui jalur laut, darat dan udara, oleh tim SAR gabungan, hanya menemukan puing-puing seperti satu unit sekoci, satu pelampung, satu finder (pelampung bola besar), serta tumpahan minyak.

“Kalau lifeboat (sekoci) dan pelampung sudah dipastikan milik MV Nur Allya, sementara finder belum ada informasinya apakah milik Nur Allya bukan. Sedangkan tumpahan minyak kabarnya akan dibawa ke luar negeri untuk diteliti di sana,” kata Kepala Basarnas Ternate, Muhammad Arafah, saat ditemui di kantornya, Jumat.

Baca juga: Pencarian Kapal MV Nur Allya di Pulau Halmahera Resmi Dihentikan

Semua puing-puing itu ditemukan oleh SAR gabungan di sekitar perairan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan.

Namun, Basarnas sendiri belum dapat mengambil kesimpulan, apakah kapal yang membawa 50.000 ton lebih nikel itu tenggelam atau lain sebagainya.

Karena sejauh ini, kata Arafah, Basarnas masih menyiagakan armada serta personel untuk tetap melakukan pemantauan aktif.

“Apalagi, belum ada saksi yang melihat atau ABK yang ditemukan, yang menjelaskan bahwa kapal itu tenggelam. Jadi, seluruh temuan puing-puing itu kami serahkan ke KNKT, biarlah nanti mereka yang akan menyimpulkan,” kata Muhammad Arafah.

Belum lagi ditambah seluruh ABK-nya sangat terlatih serta memiliki kemampuan dan pengalaman.

Sehingga, apapun yang dialami MV Nur Allya paling tidak ada jeda ataupun tahapan, di mana salah satu dari 25 ABK-nya dapat menginformasikan kondisi emergensi yang dialami.

“Tapi, ini tidak ada sama sekali, emergensinya apa. Yang ada hanya distress alert yang dipancarkan dari wilayah Perairan Obi pada 23 Agustus 2019, sekitar selesai shalat magrib,” ujar Arafah.

“Kalau kapal itu misalkan tenggelam antara pulau Jorongan dan Dama (titik distress), masa tidak ada satupun yang lihat. Kan ada tahapan kalau tenggelam, masa yang dianjungan tak dapat selamatkan diri, tak ada komunikasi sama sekali, cuma yang ada hanya distress. Paling tidak ada telepon satelit, jalur situ juga kadang ada jalur via HP, radio komunikasi kan sudah dilengkapi,” kata dia.

Baca juga: Sebelum Pencarian MV Nur Allya Dihentikan, Tim SAR Sempat Temukan Pelampung

Kapal MV Nur Allya berangkat dari pelabuhan muat Pulau Sagea, Kecamatan Weda, Kabupaten Halmahera Tengah, pada 20 Agustus 2019, menuju Pulau Morosi, Sulawesi Tenggara.

Pada tanggal 23 Agustus 2019, kapal tersebut mengirimkan distress alert atau sinyal marabahaya dari perairan Kepulauan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan.

Pada beberapa hari kemudian, sinyal distress alert kembali terdeteksi di perairan Pulau Buru, Maluku.

Selain pencarian dilakukan dengan berbagai unsur SAR gabungan, KNKT juga turut serta membantu penyelidikan dengan menggunakan alat ping locater.

Namun, sampai saat ini, belum ada hasil mengingat alat tersebut tak dapat dipakai karena terkendala cuaca buruk di Perairan Obi.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Napi di Lapas Dalangi Pemerasan Bermodus Video Call Seks, Anggota DPRD Sambas Jadi Korban

Napi di Lapas Dalangi Pemerasan Bermodus Video Call Seks, Anggota DPRD Sambas Jadi Korban

Regional
Update Kasus Prostitusi Artis VS, 2 Muncikari Dilimpahkan ke Kejaksaan

Update Kasus Prostitusi Artis VS, 2 Muncikari Dilimpahkan ke Kejaksaan

Regional
Ditolak Berhubungan Badan, Seorang Nelayan Bunuh Teman Kencannya di Hotel

Ditolak Berhubungan Badan, Seorang Nelayan Bunuh Teman Kencannya di Hotel

Regional
CEO Persela, Paslon YesBro Dapat Nomor Urut 2 di Pilkada Lamongan

CEO Persela, Paslon YesBro Dapat Nomor Urut 2 di Pilkada Lamongan

Regional
Tolak Direlokasi, Pedagang Pasar Mardika Ambon Berjualan di Badan Jalan

Tolak Direlokasi, Pedagang Pasar Mardika Ambon Berjualan di Badan Jalan

Regional
Pilkada Surabaya: Eri Cahyadi-Armuji Nomor Urut 1, Machfud Arifin-Mujiaman Nomor 2

Pilkada Surabaya: Eri Cahyadi-Armuji Nomor Urut 1, Machfud Arifin-Mujiaman Nomor 2

Regional
Ini Hasil Pengundian Nomor Urut Peserta Pilkada Gunungkidul 2020

Ini Hasil Pengundian Nomor Urut Peserta Pilkada Gunungkidul 2020

Regional
6 Pegawai Positif Covid-19, 1 Puskesmas di Denpasar Ditutup

6 Pegawai Positif Covid-19, 1 Puskesmas di Denpasar Ditutup

Regional
Lawan Kotak Kosong, Calon Tunggal Pilkada Grobogan Peroleh Posisi Kanan

Lawan Kotak Kosong, Calon Tunggal Pilkada Grobogan Peroleh Posisi Kanan

Regional
Ada 127 Santri di Banyumas Positif Covid-19

Ada 127 Santri di Banyumas Positif Covid-19

Regional
4.400 Pengguna Medsos Diundang untuk Trip Keliling Bali

4.400 Pengguna Medsos Diundang untuk Trip Keliling Bali

Regional
Positif Covid–19, KPU Belum Tetapkan Satu Paslon Pilkada Luwu Utara 2020

Positif Covid–19, KPU Belum Tetapkan Satu Paslon Pilkada Luwu Utara 2020

Regional
150 Karyawan di 2 Pabrik Rokok di Probolinggo Positif Covid-19

150 Karyawan di 2 Pabrik Rokok di Probolinggo Positif Covid-19

Regional
Dijebak Video Call Seks dan Diperas Rp 4 Juta, Anggota DPRD Sambas Lapor Polisi, Ini Kronologinya

Dijebak Video Call Seks dan Diperas Rp 4 Juta, Anggota DPRD Sambas Lapor Polisi, Ini Kronologinya

Regional
Anggota DPRD Tegal yang Gelar Konser Dangdut Tak Punya Sense of Crisis

Anggota DPRD Tegal yang Gelar Konser Dangdut Tak Punya Sense of Crisis

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X