Cerita Ibu Muda Asal Banyumas yang Tak Sangka Lahirkan Bayi Kembar 4

Kompas.com - 20/09/2019, 11:22 WIB
Yuningsih (25), ibu muda yang baru saja melahirkan empat bayi perempuan masih dirawat di Rumah Sakit Wiradadi Husada, Sokaraja, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Jumat (20/9/2019). KOMPAS.COM/FADLAN MUKHTAR ZAINYuningsih (25), ibu muda yang baru saja melahirkan empat bayi perempuan masih dirawat di Rumah Sakit Wiradadi Husada, Sokaraja, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Jumat (20/9/2019).

BANYUMAS, KOMPAS.com - Seorang ibu muda asal Desa Karangtengah, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Yuningsih (25), baru saja melahirkan bayi kembar empat.

Empat bayi berjenis kelamin perempuan itu lahir melalui proses sesar di Rumah Sakit Wiradadi Husada, Sokaraja, Kabupaten Banyumas, Rabu (18/9/2019) petang.

Yuni, sapaan akrabnya, menceritakan pada usia kehamilan dua bulan, diketahui ada dua janin yang dikandungnya. Namun, pada usia kehamilan empat bulan, diketahui ada empat janin.

"USG pertama ada dua, kemudian saat USG kedua pada usia kandungan empat bulan, ternyata ada empat. Tahu itu kaget, dan sempat tidak percaya," kata Yuni yang masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Wiradadi Husada, Jumat (20/9/2019).

Baca juga: Paru-paru Tak Matang, 2 dari Bayi Kembar 4 di Palembang Meninggal

Istri dari Imam Yasir Kharis (22) ini mengaku sangat bersyukur. Dalam usia pernikahan yang belum genap setahun ini langsung dikaruniai empat momongan sekaligus.

Yuni mengatakan, tidak ada satu pun dari keluarganya maupun keluarga suaminya yang memiliki keturunan bayi kembar. Yuni juga tidak menjalankan program kehamilan.

Selama mengandung, kata Yuni, perutnya lebih besar dari orang hamil pada umumnya. Namun, tidak menyangka apabila yang dikandungnya empat janin sekaligus.

"Berat badan juga tidak naik drastis, dari tadinya 40 kilogram jadi 54 kilogram," kata Yuni.

Yuni mengaku hingga saat ini ia dan suami belum memiliki nama yang akan diberikan kepada keempat buah hatinya.

Yuni akan dibantu saudara-saudaranya untuk merawat keempat anaknya itu.

"Di rumah banyak orang, banyak saudara, jadi enggak bingung," kata Yuni.

Baca juga: Jantung Bayi Kembar Siam Asal Bali Menyatu, RS Sanglah Konsultasi ke Surabaya

Manajer Pelayanan Rumah Sakit Wiradadi Husada dr Aji Darundriyo mengatakan, berdasarkan informasi yang diterima, kemungkinan bayi lahir empat sekaligus ialah 1:700.000 kehamilan.

Menurut Aji, bayi pertama lahir dengan berat badan 1.800 gram, kemudian bayi kedua seberat 1.100 gram, bayi ketiga 1.400 gram, dan bayi keempat hanya 930 gram.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penangkapan Buronan Narkoba Digagalkan Warga, Mobil BNNK Digulingkan

Penangkapan Buronan Narkoba Digagalkan Warga, Mobil BNNK Digulingkan

Regional
Seorang Perawat RSUD Madiun Positif Covid-19, 67 Tenaga Medis Jalani Tes Swab

Seorang Perawat RSUD Madiun Positif Covid-19, 67 Tenaga Medis Jalani Tes Swab

Regional
Mengintip Penjamasan Keris Peninggalan Sunan Kudus di Masa Pandemi

Mengintip Penjamasan Keris Peninggalan Sunan Kudus di Masa Pandemi

Regional
Longboat Terbakar Saat Mencari Ikan, 10 Nelayan Berlindung di Balik Rumpon

Longboat Terbakar Saat Mencari Ikan, 10 Nelayan Berlindung di Balik Rumpon

Regional
Speedboat Tabrak Tongkang, Suami dan Istri yang Hamil 9 Bulan Tewas

Speedboat Tabrak Tongkang, Suami dan Istri yang Hamil 9 Bulan Tewas

Regional
Sekwan DPRD Batam Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Anggaran Konsumsi

Sekwan DPRD Batam Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Anggaran Konsumsi

Regional
Klaster Perkantoran Merebak, Gubernur Gorontalo Wajibkan Semua Pejabat Rapid Test

Klaster Perkantoran Merebak, Gubernur Gorontalo Wajibkan Semua Pejabat Rapid Test

Regional
Sejumlah Bangunan Cagar Budaya di Kota Malang Didigitalisasi

Sejumlah Bangunan Cagar Budaya di Kota Malang Didigitalisasi

Regional
Marah Tak Diberi Uang, Pria Bertato Aniaya Ayah Kandung dengan Kursi Plastik

Marah Tak Diberi Uang, Pria Bertato Aniaya Ayah Kandung dengan Kursi Plastik

Regional
Soal Sekolah, Kepala BNPB Ingatkan Belum Ada Zona Hijau di Jabar

Soal Sekolah, Kepala BNPB Ingatkan Belum Ada Zona Hijau di Jabar

Regional
Catat, Ini 6 Tempat Lokasi Uji Klinis Vaksin Covid-19 di Bandung

Catat, Ini 6 Tempat Lokasi Uji Klinis Vaksin Covid-19 di Bandung

Regional
Cerita Pilu Dua Balita Tewas Ditangan Ayah Kandung di Flores...

Cerita Pilu Dua Balita Tewas Ditangan Ayah Kandung di Flores...

Regional
Menpora: Kesiapan Surabaya Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20 Tak Diragukan

Menpora: Kesiapan Surabaya Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20 Tak Diragukan

Regional
Ditawari Rp 1 Miliar untuk Lawan Gibran-Teguh, PSI: Kami Masih Istiqomah dengan Mas Gibran

Ditawari Rp 1 Miliar untuk Lawan Gibran-Teguh, PSI: Kami Masih Istiqomah dengan Mas Gibran

Regional
Tewas di Pinggir Jalan dengan Mulut Berbusa, Bocah Berseragam SD Ini Diduga Keracunan Miras

Tewas di Pinggir Jalan dengan Mulut Berbusa, Bocah Berseragam SD Ini Diduga Keracunan Miras

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X