Kontak Senjata KKB dengan TNI-Polri, 3 Warga Tewas, 4 Terluka

Kompas.com - 18/09/2019, 15:37 WIB
Salah satu warga Kampung Olen, Distrik Mabugi, Kabupaten Puncak, Papua, yang mengalami luka tembak ketika terjadi kontak senjata anatara TNI-Polri dengan KSB, dievakuasi ke Mimika, Rabu (18/9/2019) Dok Humas Kabupaten PuncakSalah satu warga Kampung Olen, Distrik Mabugi, Kabupaten Puncak, Papua, yang mengalami luka tembak ketika terjadi kontak senjata anatara TNI-Polri dengan KSB, dievakuasi ke Mimika, Rabu (18/9/2019)

JAYAPURA, KOMPAS.com - Kontak senjata antara kelompok kriminal bersenjata ( KKB) dengan tim gabungan TNI-Polri terjadi di Kampung Olen, Distrik Mabugi, Selasa (17/9/2019) dini hari.

Bupati Puncak, Willem Wandik menyebut, 3 warga sipil tewas dan 4 lainnya mengalami luka tembak akibat kejadian tersebut.

"Ada baku tembak di sana dan hasilnya ada 3 orang yang meninggal dan hari ini dibakar, 4 orang kami melalui Dinas Kesehatan urus bersama TNI-Polri larikan ke Timika untuk pengobatan," ujar Willem, saat dihubungi, Rabu (18/9/2019).

Baca juga: Sebuah Pesawat Pengangkut Beras Hilang Kontak dalam Perjalanan ke Ilaga, Papua

Ia mengatakan, beberapa KKB yang sebelumnya bermarkas di Distrik Gome, telah berpindah tempat karena lokasi sebelumnya telah disisir oleh aparat.

Akhirnya, sambung Willem, kelompok-kelompok tersebut melarikan diri ke Kampung Olen.

Namun, ia menyayangkan upaya penyisiran yang dilakukan aparat keamanan justru menyebabkan jatuhnya korban jiwa dari pihak sipil.

"Saya selalu menyampaikan, mari kita bangun komunikasi, lakukan pendekatan persuasif agar ada komunikasi antara kelompok TPN OPM dengan TNI-Polri, agar mereka menyerahkan diri," tutur dia.

Saat ini, Willem mengklaim bila masyarakat Puncak merasa tidak nyaman dengan penyisiran yang dilakukan oleh aparat.

Karenanya, ia meminta agar langkah-langkah yang diambil aparat keamanan dalam mengatasi keberadaan KKB harus dibuat secara bijak, jangan sampai hal ini dimanfaatkan oleh pihak lain.

"Suasana seperti ini maka kepentingan dari sisi pandang LSM, HAM, akan mengambil keuntungan karena itu kita jaga secara baik sehingga tidak menjadi konflik dan menjadi konsumsi politik," kata dia.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ketika Akademi TNI 'Keukeuh' Minta Wali Kota Magelang Pindah Kantor

Ketika Akademi TNI "Keukeuh" Minta Wali Kota Magelang Pindah Kantor

Regional
Cerita Dokter Forensik Bertaruh Nyawa Tangani Jenazah Pasien Covid-19

Cerita Dokter Forensik Bertaruh Nyawa Tangani Jenazah Pasien Covid-19

Regional
[POPULER NUSANTARA] Misteri 31 Jam Pendaki Hilang di Gunung Guntur | Pengambilan Paksa Jenazah Covid-19 di Jeneponto

[POPULER NUSANTARA] Misteri 31 Jam Pendaki Hilang di Gunung Guntur | Pengambilan Paksa Jenazah Covid-19 di Jeneponto

Regional
PKB Pertimbangkan 3 Nama di Pilkada Sidoarjo, Salah Satunya Putra Saiful Ilah

PKB Pertimbangkan 3 Nama di Pilkada Sidoarjo, Salah Satunya Putra Saiful Ilah

Regional
'Bapak Pergi Saja, Tak Ada Corona di Sini, Kalau Ada akan Kami Kubur Sendiri'

"Bapak Pergi Saja, Tak Ada Corona di Sini, Kalau Ada akan Kami Kubur Sendiri"

Regional
Terungkap, 240 Polisi di Sumsel Ternyata Gunakan Narkoba

Terungkap, 240 Polisi di Sumsel Ternyata Gunakan Narkoba

Regional
Gempa 6,1 Magnitudo Guncang Jepara, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa 6,1 Magnitudo Guncang Jepara, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Ingin Shalat Idul Adha di Masjid Al-Akbar Surabaya, Calon Jemaah Harus Daftar Online

Ingin Shalat Idul Adha di Masjid Al-Akbar Surabaya, Calon Jemaah Harus Daftar Online

Regional
'Mereka Tolak Diisolasi karena Anggap Corona Proyek Memperkaya Dokter'

"Mereka Tolak Diisolasi karena Anggap Corona Proyek Memperkaya Dokter"

Regional
Fakta Kakak Setubuhi Adik Kandung hingga Hamil 4 Bulan, Korban Keguguran

Fakta Kakak Setubuhi Adik Kandung hingga Hamil 4 Bulan, Korban Keguguran

Regional
Fakta Santri Pondok Gontor Positif Covid-19, Tak Bawa Surat Kesehatan hingga Akses Pesantren Ditutup

Fakta Santri Pondok Gontor Positif Covid-19, Tak Bawa Surat Kesehatan hingga Akses Pesantren Ditutup

Regional
Fakta Insiden Ambil Paksa Jenazah Covid-19 di Jeneponto, Tertusuk Kelor hingga 7 Provokator Ditangkap

Fakta Insiden Ambil Paksa Jenazah Covid-19 di Jeneponto, Tertusuk Kelor hingga 7 Provokator Ditangkap

Regional
Nasib Warga Tepi Sungai Karang Mumus Samarinda, Digusur Saat Wabah Merebak

Nasib Warga Tepi Sungai Karang Mumus Samarinda, Digusur Saat Wabah Merebak

Regional
'Lagi Duduk, Tiba-tiba 2 Orang Nodong Senjata ke Dada Saya'

"Lagi Duduk, Tiba-tiba 2 Orang Nodong Senjata ke Dada Saya"

Regional
Kakak yang Setubuhi Adik Kandung hingga Hamil 4 Bulan Terancam 15 Tahun Penjara

Kakak yang Setubuhi Adik Kandung hingga Hamil 4 Bulan Terancam 15 Tahun Penjara

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X