Pesawat Rimbun Air Dilaporkan Hilang Kontak di Puncak, Papua

Kompas.com - 18/09/2019, 13:17 WIB
Pantauan flight radar pesawat twinotter milik Rimbun Air yang dinyatakan hilang kontak pada pukul 11.50 WIT. Pesawat tersebut hilang kontak ketika sedang menempuh penerbangan dengan rute Mimika-Puncak, Papua, Rabu (18/9/2019) IstimewaPantauan flight radar pesawat twinotter milik Rimbun Air yang dinyatakan hilang kontak pada pukul 11.50 WIT. Pesawat tersebut hilang kontak ketika sedang menempuh penerbangan dengan rute Mimika-Puncak, Papua, Rabu (18/9/2019)

JAYAPURA, KOMPAS.com - Satu unit pesawat milik maskapai Rimbun Air dilaporkan hilang kontak ketika menempuh rute penerbangan Mimika- Puncak, Papua, Rabu (18/9/2019).

"Iya pesawat lost contact, sekarang kami sedang kumpulkan data," ujar General Manager Airnav Indonesia Cabang Sentani Suwandi, ketika dihubungi, Rabu.

Dilaporkan, pesawat membawa 4 orang.

Pesawat terbang membawa beras milik Perum Bulog sebanyak 1,7 ton.

Seharusnya, pesawat berjenis twinotter tersebut dijadwalkan mendarat di Bandara Ilaga, Kabupaten Puncak, pada pukul 11.00 WIT.

Namun, hingga kini keberadaan pesawat tersebut belum diketahui.

Sementara itu, Kapolres Puncak Jaya AKBP Ari Purwanto menyebut, hingga kini seluruh pihak terkait tengah mencari data sebanyak-banyaknya untuk mencari keberadaan pesawat tersebut.

"Pukul 11.50 WIT pesawat dinyatakan hilang kontak," kata Ari.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Puluhan Babi di Tapanuli Utara Mati Terserang Virus Hog Cholera

Puluhan Babi di Tapanuli Utara Mati Terserang Virus Hog Cholera

Regional
Wanita Tewas di Hotel Dibunuh karena Menolak Berhubungan Badan Lebih Lama

Wanita Tewas di Hotel Dibunuh karena Menolak Berhubungan Badan Lebih Lama

Regional
Siap-siap, Sebentar Lagi Semarang Akan Miliki Trem

Siap-siap, Sebentar Lagi Semarang Akan Miliki Trem

Regional
Wanita Tewas di Kamar Hotel Omega Ternyata Dibunuh Teman Kencan

Wanita Tewas di Kamar Hotel Omega Ternyata Dibunuh Teman Kencan

Regional
Dilarang Unjuk Rasa hingga Pelantikan Presiden, bagi Pelanggar Akan Ditindak

Dilarang Unjuk Rasa hingga Pelantikan Presiden, bagi Pelanggar Akan Ditindak

Regional
Cerita di Balik Siswa SMP Gantung Diri di Kupang, Tinggalkan Surat Wasiat hingga Tak Bisa Bunuh Ayahnya

Cerita di Balik Siswa SMP Gantung Diri di Kupang, Tinggalkan Surat Wasiat hingga Tak Bisa Bunuh Ayahnya

Regional
Kabut Asap Kiriman Masuk Sumbar, Warga Diminta Kurangi Aktivitas Luar Ruangan

Kabut Asap Kiriman Masuk Sumbar, Warga Diminta Kurangi Aktivitas Luar Ruangan

Regional
Saling Ejek dan Pukul, Siswa di Bantul Meninggal Dunia

Saling Ejek dan Pukul, Siswa di Bantul Meninggal Dunia

Regional
Bupati Indramayu Kena OTT KPK, Wagub Uu Prihatin

Bupati Indramayu Kena OTT KPK, Wagub Uu Prihatin

Regional
Gaet Investor Asing, Jawa Barat Tawarkan Sejumlah Proyek Strategis

Gaet Investor Asing, Jawa Barat Tawarkan Sejumlah Proyek Strategis

Regional
Posting Status Nyinyir tentang Penusukan Wiranto, Dosen Untidar Magelang Diperiksa

Posting Status Nyinyir tentang Penusukan Wiranto, Dosen Untidar Magelang Diperiksa

Regional
Tol Palindra Diselimuti Kabut Asap Tebal, Pengendara Diminta Waspada

Tol Palindra Diselimuti Kabut Asap Tebal, Pengendara Diminta Waspada

Regional
Diguyur Hujan 4 Hari, Karhutla di Gunung Kanaga Bogor Akhirnya Padam

Diguyur Hujan 4 Hari, Karhutla di Gunung Kanaga Bogor Akhirnya Padam

Regional
RS, Pelajar SD Korban Bullying, Kini Bisa Tersenyum dan Berniat Umrahkan Ibu

RS, Pelajar SD Korban Bullying, Kini Bisa Tersenyum dan Berniat Umrahkan Ibu

Regional
Gubernur Daerah Ini Ancam Tarik Semua Bantuan jika Penerima Merokok, Pengadu Diberi Rp 500.000

Gubernur Daerah Ini Ancam Tarik Semua Bantuan jika Penerima Merokok, Pengadu Diberi Rp 500.000

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X