Kompas.com - 17/09/2019, 09:28 WIB

MOJOKERTO, KOMPAS.com - Ribuan sampah popok bayi ditemukan menumpuk di aliran sungai Kwangen, anak sungai dari kali Surabaya yang ada di wilayah Mojokerto.

Hal itu terungkap saat Tim Barigade Evakuasi Popok (BEP) Ecoton mengevakuasi ribuan popok bayi yang menumpuk di bawah jembatan aliran sungai tersebut di Desa Sidorejo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Jumat (13/9/2019) lalu.

"Temuan kami kemarin seribu lebih," ungkap Koordinatir Ecoton Surabaya, Prigi Arisandi saat dihubungi Kompas.com, Senin (16/9/2019).

Kondisi itu sangat disayangkan, sebab menurut Arisandi, tumpukan popok bayi tersebut bisa mempengaruhi ekosistem kali Surabaya.

Baca juga: Air Sungai Keruh Banyak Sampah Pampers Terpaksa Kami Gunakan Mandi

Selain bisa merusak ekosistem kali Surabaya, banyaknya volume sampah popok bayi di aliran sungai tersebut juga berbahaya bagi warga dan masyarakat di luar Mojokerto.

Daerah yang bisa berpotensi menerima dampak negatif, yakni warga Surabaya, Gresik dan Sidoarjo.

"Kita tahu dibawah Kali Surabaya itu ada saluran PDAM untuk wilayah Gresik, Surabaya dan Sidoarjo. Tentu ini sangat berbahaya karena popok bayi merupakan sampah residu yang tidak bisa didaur ulang," jelas Arisandi.

Dia mengungkapkan, puluhan aliran sungai di Mojokerto menjadi tempat favorit bagi masyarakat membuang sampah popok bayi.

Baca juga: Miris, Penampakan Gunung Sampah Berusia 50 Tahun di Aliran Kali Baru

Kurangnya tempat pembuangan sampah

Namun, lanjut Arisandi, ada tiga aliran sungai dengan tumpukan sampah popok bayi yang kondisinya cukup parah.

"Tiga yang kami nilai paling parah, pertama di wilayah Jetis, lalu di Mojosari dan di Kemlagi," katanya.

Menurut Arisandi, pihaknya mengimbau agar masyarakat tidak menjadikan sungai sebagai tempat membuang popok bayi, Pemerintah daerah perlu menyiapkan tempat khusus sebagai tempat pembuangan akhir.

"Ini yang kami sayangkan. Karena pemerintah tidak menyediakan tempat untuk pembuangan sampah khusus, sehingga masyarakat membuangnya ke sungai," ujar dia.

Baca juga: Sungai di Pangkal Pinang Mengering, Popok Bayi hingga Sampah Plastik Bermunculan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jaga Keselamatan Petani, Bupati Arief Sepakat Perangi Hama Tikus Tanpa Jebakan Listrik

Jaga Keselamatan Petani, Bupati Arief Sepakat Perangi Hama Tikus Tanpa Jebakan Listrik

Regional
Awalnya Dipenuhi Sampah, Desa Pandean Kini Jadi Salah Satu Desa Wisata Terbaik Se-Indonesia

Awalnya Dipenuhi Sampah, Desa Pandean Kini Jadi Salah Satu Desa Wisata Terbaik Se-Indonesia

Regional
Gubernur Syamsuar Ungkap Dampak Positif Kebijakan Gas dan Rem Penanganan Covid-19 di Riau

Gubernur Syamsuar Ungkap Dampak Positif Kebijakan Gas dan Rem Penanganan Covid-19 di Riau

Regional
Trenggalek Gelar Festival Jaranan Ke-26, Wabup Syah Natanegara Ungkap Harapannya

Trenggalek Gelar Festival Jaranan Ke-26, Wabup Syah Natanegara Ungkap Harapannya

Regional
Resmikan Mall Vaksinasi Covid-19, Gubernur Syamsuar Harap Kesadaran Vaksin Masyarakat Riau Meningkat

Resmikan Mall Vaksinasi Covid-19, Gubernur Syamsuar Harap Kesadaran Vaksin Masyarakat Riau Meningkat

Regional
Kunker ke Unnes, Bupati Arief Ajak Rektor Fathur Diskusi Pembangunan di Blora

Kunker ke Unnes, Bupati Arief Ajak Rektor Fathur Diskusi Pembangunan di Blora

Regional
Walkot Makassar Dapat Banyak Pujian dari Mendagri, Apa Penyebabnya?

Walkot Makassar Dapat Banyak Pujian dari Mendagri, Apa Penyebabnya?

Regional
Mulai Bangkit, PAD Sektor Pariwisata Trenggalek Capai Rp 4,2 Miliar

Mulai Bangkit, PAD Sektor Pariwisata Trenggalek Capai Rp 4,2 Miliar

Regional
Wujudkan Wonogiri Zero Stunting, Bupati Jekek Minta Komitmen Bersama Semua Pihak

Wujudkan Wonogiri Zero Stunting, Bupati Jekek Minta Komitmen Bersama Semua Pihak

Regional
Dinilai Tingkatkan Kompetensi ASN, Khofifah Diangkat Jadi Widyaiswara Kehormatan

Dinilai Tingkatkan Kompetensi ASN, Khofifah Diangkat Jadi Widyaiswara Kehormatan

Regional
Wujudkan Kesehatan Masyarakat Tulang Bawang, Dompet Dhuafa Resmikan RS Griya Medika

Wujudkan Kesehatan Masyarakat Tulang Bawang, Dompet Dhuafa Resmikan RS Griya Medika

Regional
Makassar Jadi Tuan Rumah APEKSI 2023, Walkot Danny: Kami Sangat Siap

Makassar Jadi Tuan Rumah APEKSI 2023, Walkot Danny: Kami Sangat Siap

Regional
Bupati Arief Luncurkan Program Dashat untuk Tekan Angka Stunting di Blora

Bupati Arief Luncurkan Program Dashat untuk Tekan Angka Stunting di Blora

Regional
Komitmen Tingkatkan Kesejahteraan Guru di Blora, Bupati Arief Sigap Lakukan Pendataan

Komitmen Tingkatkan Kesejahteraan Guru di Blora, Bupati Arief Sigap Lakukan Pendataan

Regional
Bupati Arief dan Kiai Marzuqi Ajak Masyarakat Blora Jaga Kerukunan Bangsa

Bupati Arief dan Kiai Marzuqi Ajak Masyarakat Blora Jaga Kerukunan Bangsa

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.