"Air Sungai Keruh Banyak Sampah Pampers Terpaksa Kami Gunakan Mandi"

Kompas.com - 13/09/2019, 15:32 WIB
Musim kemarau membuat warga Desa Kerek terpaksa mengunakan air sungai yang kotor karena 10 hari tidak mendapat  bantuan air bersih. KOMPAS.COM/SUKOCOMusim kemarau membuat warga Desa Kerek terpaksa mengunakan air sungai yang kotor karena 10 hari tidak mendapat bantuan air bersih.

NGAWI, KOMPAS.com -  Musim kemarau berkepanjangan membuat warga Desa Kerek, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, terpaksa menggunakan air sungai yang kotor untuk kebutuhan sehari-hari.

Air sungai digunakan untuk mandi, mencuci, dan memberi minum ternak.

Sumarni, salah satu warga Desa Kerek mengatakan,  seluruh sumur di desa yang biasanya digunakan untuk mencukupi kebutuhan air bersih telah kering sejak dua bulan lalu.

“Airnya keruh banyak sampah pampers di sungai terpaksa kita pakai untuk mandi mencuci,” ujarnya, Kamis (12/9/2019) sore.

Baca juga: Dilanda Kekeringan Ekstrem, 2 Juta Liter Air Bersih Disalurkan ke Sejumlah Desa di Kulon Progo

Sementara warga lain, Sugino terpaksa mengunakan air sungai yang kotor untuk memberi minum ternak sapi miliknya karena sumber air terdekat berada di pinggir hutan yang berjarak 2 kilo meter dari rumahnya.

”Jauh kalau mau ambil air bersih di pinggir hutan jati. Kira kira 2 km dari sini, itupun sumbernya kecil,” katanya.

Warga lainnya, Susi menyampaikan sudah 10 hari tidak ada bantuan air bersih ke desanya sehingga warga terpaksa menggunakan air sungai yang kotor.

Kapolres Ngawi AKBP Pranatal Hutajulu mengatakan, pihaknya akan membantu masyarakat dengan membagikan air bersih ke sejumlah desa yang kesulitan air.

Baca juga: Kekeringan, Warga Meletakkan Wadah Air di Depan Rumah Setiap Hari

Sebanyak 10 truk tangki air bersih akan dikirim ke sejumlah desa.

“Kita siapkan 10 truk tangki untuk membantu warga. Selama lima hari ke depan kita akan lakukan droping air ke sejumlah desa yang mengalami kekeringan,” ujarnya. 



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X